Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
1
Agt '07

Lulus dengan Prestasi


Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menambah dua doktor baru. Mereka adalah Tatag Yuli Eko Siswono dan Bornok Sinaga. Yang menarik, keduanya meraih gelar doktor dengan torehan prestasi membanggakan.

Tatag, misalnya, tercatat sebagai mahasiswa pertama dalam program doktor matematika Unesa yang berhasil meloloskan dua karya tulisnya ke tingkat internasional. Karya tulis tentang strategi mahasiswa membuat teorema dan berpikir kreatif itu dipaparkan dalam konferensi tahunan Psikologi Pendidikan Matematika tingkat dunia di Melbourne (Australia) dan Korea Selatan. “Tapi, tahun ini saya tidak bisa datang ke konferensi karena persiapan ujian,” katanya.

Dosen Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan IPA (MIPA), Unesa, itu meraih gelar doktor dengan disertasi yang berjudul Penjenjangan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Identifikasi Tahap Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika. Disertasi itu berisi tentang rumusan yang dapat digunakan para guru untuk menilai berpikir kreatif siswa.

Juga, dibeberkan beragam cara untuk melatih dan memberikan stimulus siswa agar mampu berpikir beragam. Dengan demikian, siswa dapat mengetahui bahwa jawaban dalam soal matematika itu tidak tunggal. Angka lima, misalnya, dapat diperoleh dari berbagai cara. Seperti, dua tambah tiga, tiga tambah dua, atau empat setengah tambah setengah. “Hal itu akan membuat siswa senang karena mereka diberi kebebasan untuk berpikir,” imbuh pria kelahiran Jember 1971 tersebut.

Untaian prestasi juga diukir Bornok. Dia menjadi lulusan tercepat program doktor matematika Unesa. Dalam waktu dua tahun sebelas bulan, dosen matematika Universitas Negeri Medan tersebut mampu menyelesaikan disertasinya yang berjudul Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak. “Kuncinya ketekunan dalam menyelesaikan tugas,” kata Bornok.

Sumber : (may) Jawa Pos Online


Ada 5 tanggapan untuk artikel “Lulus dengan Prestasi”

  1. Tanggapan Charly Silaban:

    Kira2… model pembelajaran matematika yang dimaksud disini seperti apa ya ? Apakah peningkatan dari model pembelajaran matematika berbasis sistem kompetensi ?

  2. Tanggapan togar silaban:

    Wah sekarangi kurikulumnya udah berubah lagi. Bukan KBK lagi, tapi sudah yang baru. Saya tau karena habis ikut penjelasan kepada orang tua murid. Pelajar SMA misalnya sekarang ada 17 mata pelajaran yang harus diikuti. Padahal di Singapura, jumlah pelajaran anak selevel SMA hanya paling banyak 9 pelajaran (itupun sudah plus pelajaran pilihan).
    Kurikulum kita memang hueeebaaattt….

  3. Tanggapan Tatag Y.E. Siswono:

    Kalau penelitian saya bukan tentang model pembelajaran tetapi dapat digunakan untuk model-model pembelajaran yang sudah dikenal, misalkan pengajaran langsung, kooperatif, atau yang pas untuk meningkatkan berpikir kreatif dalam matematika adalah dengan pemecahan masalah dan pengajuan masalah. Pada pemecahan masalah, siswa diminta menyelesaikan suatu masalah bukan yang rutin (soal latihan) tetapi yang soal yang membuat siswa berpikir dan ingin mencari jawabannya (Ini tidak berarti yang sulit sehingga siswa pusing…). Pengajuan masalah (problem posing) adalah siswa diminta membuat soal berdasar soal/masalah yang sudah diselesaikan. Kegiatan-kegiatan itu akan membuat siswa selain memahami materi akan membuat mereka berpikir kreatif. Untuk melakukan ini kita (guru) perlu berlatih dan mencoba pada siswa kita. Jika tidak biasa mengerjakan soal yang jawaban atau caranya bermacam-macam, maka siswa perlu diajarkan setahap demi setahap. Mudah-mudahan ada yang tertarik untuk mencoba. (Tatag YES, Surabaya)

  4. Tanggapan Rijal Sitorus:

    Saya seorang pelajar.Sebagai seorang pelajar saya prihatin melihat pendidikan di Toba Samosir ini.Saya lihat pendidikan di Tobasa ini semakin menurun dan juga disiplinnya.Apa yang menyebabkan itu?.dan juga sarana dan prasarana olahraganya juga kurang , sehinggga tobasa kalah bersaing dengan kabupaten lain begitu juga dengan akademiknya.jadi saya mengharapkan supaya pemimpin pemimpin yang ada di tobasa ini dapat memajukannya di kemudian hari.Horas……….

  5. Tanggapan Rijal Sitorus:

    saya seorang pelajar dan saya sekolah disekolah yang termasuk unggulan.Di sekolah itusaya melihat banyak siswa yang pintar tetapi mereka adalah termasuk siswa yang miskin dan mereka tidak mempunyai harapan untuk melanjut ke universitas yang diinginkan mereka karena biaya kuliah yang sangat mahal.Apakah kabupaten toba Samosir ini tidak bisa membantu siswa tersebut seperti yang sudah dilakukan oleh kabupaten yanglain yaitu membiayai siswa mereka yang kuliah di ITB,UGM,UI.Mauliate.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Kartu Pemilih Dicetak 10 Agustus
Artikel selanjutnya :
   » » Adik Bunuh Kakak Kandung