Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
31
Jul '07

Pengurus DPW JBMI Sumut 2007-2011 Dilantik, Polisi Diraja Malaysia dan Polisi Diraja Arab Ada Marga Panggabean


Mungkin orang lain bicara kalau sudah Batak hilang Islamnya, kalau sudah Islam hilang Bataknya. Itu tidak boleh, Batak tetap, Islam tetap, ditemukan dinamika yang hebat bisa mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Demikian ditegaskan salah seorang unsur penasehat DPP Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Drs H Raja Jafar Hutagalung dalam arahannya pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) JBMI Sumut periode 2007-2011 di Hotel Dharma Deli Medan, Sabtu (28/7).
Acara yang kepanitiaannya diketuai Drs Wirman L Tobing itu dipadati ratusan orang serta dihadiri Gubsu diwakili Asisten III yang juga Pj Bupati Batubara Drs H Sofyan Nasution SH MM, ketua umum DPP JBMI Drs Abdul Samad Panggabean, Ketua NU Sumut Azhari Tambunan, Bupati Langkat yang penasehat JBMI Sumut Syamsul Arifin Silaban SE maupun pejabat lainnya

Oleh karenanya lanjut Hutagalung, hal itu jangan dihilangkan Kenapa orang lain bisa memakai Batak dan agamanya bisa mengatur manajemen di negara ini. Saya salut, barusan kami seminar eksistensi Adat Batak dalam Kristenisasi” dan saya sebagai pembicara. Kok bisa mereka melakukannya, kita salut. Mereka bisa maju ke depan dengan manajemen yang baik.
Mengapa Batak tambah Islam kok nggak bisa melakukan manajemen yang baik untuk maju ke depan agar putra-putra Batak mampu sebagai pemimpin. Pendahulu kita sudah membuktikannya, Bomer Pasaribu naik, Akbar Tanjung naik, Faisal Tanjung naik.

“Ini sekarang patah tidak tumbuh, hilang tak berganti. Hari ini kita deklarasikan patah tumbuh hilang berganti dengan pelantikan pengurus wilayah ini. Saya melihat potensi kita cukup banyak. Tahukah Bapak-bapak bahwa Polisi Diraja Malaysia ada marga Panggabean, tahukah bapak-bapak Polisi Diraja Arab ada marga Panggabean. Kita juga harus tahu bahwa penyiar Australia ada boru Hutagalung sama seperti marga saya,” ujarnya.

Banyak sekali orang-orang Batak di tempat lain yang memiliki potensi. Potensi orang Batak yang ada di luar perlu kumpul sekarang, apalagi mereka yang beragama Islam. Jangan terjadi lagi seperti saya di pesawat gara-gara saya marga Hutagalung, orang lain jadi salah anggap.
Ada orang Minang memakai Islam Minangkabau. Mengapa lagi dipakai Islam Minangkabau, bukan berarti ingin memisahkan diri dari NKRI. “Memadukan kekuatan, dinamika, eksistensi orang Batak yang dinamis ditambah kulturnya dan digabung dengan Islam yang cukup toleran, saya pikir apapun bisa dikerjakan umat Islam Batak ini. Saya yakin,” tegasnya.

Sebelumnya Ketua Umum DPP JBMI Drs H Abdul Samad Panggabean dalam sambutannya mengingatkan, sekecil apapun perbedaan yang terjadi di masyarakat hendaklah dilakukan dengan pendekatan keadatan yang bermartabat. “Kita memiliki basis pilar yang bersosial seperti konsep ‘Dalihan Na Tolu’ serta musyawarah yang dijunjung tinggi dengan nilai-nilai kebhinnekaan yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Syamsul Arifin mengatakan, ada 2 modal dalam JBMI yakni semangat Batak yang pekerja keras dan Islamnya-ukuwahnya. “Kerja keras membina ukuwah, apa yang tidak bisa kita kendalikan di Sumut, di Indonesia dengan JBMI,” kata Syamsul Sofyan Nasution yang mewakili Gubsu dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus yang dilantik. Ia mengingatkan, tidak perlu program yang muluk-muluk, tetapi yang realiti. Walaupun program tidak hebat dan tidak banyak, tetapi program itu dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Pengurus DPW JBMI Sumut periode 2007-2011 yang dilantik, Ketua Drs Jaronda Sipahutar MAP, Sekretaris H Aidan Azwir Panggabean, Bendahara Drs H Dr H Weldi Ritonga, para wakil ketua, wakil sekretaris, wakil bendahara serta anggota.

Selain pelantikan, pada acara itu diberikan JBMI Award kepada tiga orang berjasa mengembangkan Islam di daerah terpencil Pakpak Bharat dan Dairi, penghargaan kepada keluarga para pendiri dan yang berjasa memajukan JBMI serta santunan dan beasiswa kepada 50 anak yatim.

Sumber : (M-14/d) Harian SIB, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pelari Asal Kaltim Juara
Artikel selanjutnya :
   » » Bupati Humbahas Resmikan 5 Desa di Kecamatan Paranginan dan Pollung