Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
29
Jul '07

Ajak Sekolah Surabaya Barat, Gelar Workshop Lingkungan


Program Pendampingan Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup

Klub Tunas Hijau menunjukkan kembali eksistensi mereka kepada masyarakat Surabaya. Bersama AUTO 2000 Sungkono, KTH menggelar workshop lingkungan bertajuk ’Menuju Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup’. Minggu. 29 Juli 2007 bertempat di AUTO 2000 Sungkono Jl. HR. Muhammad, KTH mengundang  sekolah wilayah Surabaya Barat yakni SD Negeri Kandangan I, II, III, SMP Negeri 26, SMP Negeri 16  dan SMA Negeri 11 Surabaya.

Dihadiri lebih dari 40 siswa, KTH mengajak peserta workshop untuk memuwujudkan impian mereka yakni sekolah berbudaya lingkungan hidup. Pada kesempatan ini, KTH memberikan muatan tentang bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh pelajar Surabaya guna mewujudkan mimpi mereka itu. Melalui beberapa slide foto yang menggambarkan kondisi sekolah lain yang berbudaya lingkungan hidup, KTH memberikan penjelasan bahwa untuk menuju sekolah yang berbudaya lingkungan hidup dibutuhkan kemauan dan pengorbanan yang besar untuk mewujudkannya.

Syarat untuk menjadi sekolah berbudaya lingkungan, jelas aktivis KTH Aris, pertama-tama mereka harus menerapkan dasar-dasar perilaku ramah lingkungan, seperti memanfaatkan lahan kosong untuk pepohonan, dan mengelola sampah yang ada di sekolah sesuai dengan jenisnya. Aris juga menambahkan bahwa untuk menjadikan sekolah yang berbudaya lingkungan dibutukan dukungan dari semua pihak mulai dari pihak sekolah, siswa dan juga wali murid.  ”Peraturan sekolah tentang lingkungan alangkah baiknya jika berasal dari inisiatif semua warga sekolah terutama siswa. Jadi bukan hanya menerapkan sitem top down tapi juga bottom up,” jelasnya.

Workshop lingkungan yang dihadiri oleh Walikota Surabaya Bambang DH ini juga membahas permasalahan lingkungan yang sekarang menjadi topik pembicaraan hangat di dunia yakni perubahan iklim. Disinggung mengenai penyebab perubahan iklim, KTH menjelaskan bahwa perubahan iklim bukanlah datang tanpa sebab, tetapi aktivitas menusialah yang menyebabkan mereka datang. Mulai dari penggunaan bahan bakar fosil hingga penumpukan sampah basah yang tidak dikelola merupakan aktivitas manusia yang bisa mempercepat terjadinya perubahan iklim jelas KTH.

Pada kesempatan ini, KTH juga mengajak peserta workshop tersebut untuk melakukan tindakan-tindakan  nyata supaya bisa memperlambat terjadinya bencana besar akibat perbahan iklim. Tindakan itu, misalnya menanam pohon karena. Menurut KTH, sekali menanam pohon, maka pohon tersebut secara terus-menerus mengurangi gas CO2 diganti menjadi gas O2 yang dibutuhkan untuk kelangsungan kehidupan.

Menurut organisasi anak-anak dan remaja ini, perubahan iklim bisa mengacaukan cuaca di seluruh belahan dunia. Bahkan, jelas KTH, sejak 2006 Australia mulai kekurangan air, sampai-sampai masyarakat di Autralia berinisiatif menerapkan aturan mandi tidak boleh lebih 3 menit menggunakan air mengalir. ”Selain kekeringan, perubahan iklim juga dapat menenggelamkan daerah-daerah pesisir pantai karena kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kedua kutub bumi,” jelas aktivis Tunas Hijau Adetya. Selain membahas tentang cara menuju sekolah berbudaya lingkungan hidup dan perubahan iklim, KTH juga mengadakan workshop tentang cara mengelola sampah basah dan cara mendaur ulang kertas bekas.

Selain di hadiri oleh Walikota Surabaya, workshop ini juga dihadiri oleh Kepada Dinas Pendidikan Kota Surabaya Sahudi dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Surabaya Togar Arifin Silaban. Walikota juga menjelaskan bahwa program yang berhubungan dengan lingkungan, Pemerintah Kota Surabaya akan selalu siap membantu. ”Sejak 2005, Surabaya menjadi tempat tujuan kota-kota lain untuk belajar  bagaimana cara mengurangi sampah yang dihasilkan oleh warga kota,” ujar Walikota Surabaya. Orang nomor satu di Kota Pahlawan ini juga menjelaskan bahwa untuk merubah pola pikir sadar lingkungan tidak semudah membalikkan telapak tangan. ”Perlu upaya yang konsisten seperti ini untuk merubah pola pikir generasi muda terhadap lingkungan,” tandasnya.

Sumber : (Adetya ’Black’ Firmansyah) Tunas Hijau


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.