Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
20
Jul '07

Pekerja-Pengusaha Buntu Soal Pesangon


Pemerintah, pengusaha dan pekerja temui jalan buntu ketika pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pesangon dalam rapat tripartit.

Lembaga tripartit nasional tersebut belum sepakat tentang besaran premi, ceiling wage (pembatasan upah) dan pembayaran kekurangan pesangon.

Dalam rapat tersebut terjadi perdebatan alot antara pengusaha dan serikat pekerja tentang besaran iuran pesangon PHK, kata Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban.

“Pengusaha meminta tidak lebih dari 2%-3% per bulan per pekerja tetap. Sementara kami (KSBSI) menilai berdasarkan perhitungan aktuaris, besaran premi yang realistis bagi pekerja tetap adalah 5%-8%,” kata dia dalam acara diskusi panel mengenai RPP Pesangon di Hotel Bumikarsa, Jakarta, kemarin.

Ia memaparkan dalam perhitungan aktuaria oleh lembaga independen kisaran premi dimulai sebesar 2,233% bagi pekerja tetap berusia 20 tahun dengan perkiraan masa kerja yang akan datang (future service) 35 tahun. Hingga sebesar 26,807% bagi pekerja tetap berusia 50 tahun dengan perkiraan masa yang tersisa 5 tahun.

PHK
Dia mengemukakan RPP Pesangon selain mewajibkan perusahaan membayar iuran secara rutin, juga harus membayar sisa kekurangan perhitungan pesangon bila terjadi PHK.
Sumber : (tri) Pos Kota, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » 13 Bandit Sadis Diringkus
Artikel selanjutnya :
   » » DPC PD Tobasa Dukung RE Siahaan Sebagai Cagub