Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
17
Jul '07

Sidang 17 Terdakwa Warga Nagori Mariam Homoang Digelar PN Simalungun


Sidang 17 terdakwa warga Nagori Mariah Hombang Kecamatan Hutabayu Raja Kabupaten Simalungun, Senin (16/7) digelar di PN Simalungun. Sidang dipimpin majelis hakim Lamsana Sipayung SH (ketua), A Irfir SH, M Hibrian SH dibantu panitera pengganti A Manurung dan M Ramli.

Dari pengamatan SIB, sidang yang berlangsung selama lebih kurang 4 jam dimulai pukul 11.00 WIB berjalan lancar, tertib dan aman. Puluhan pengunjung tampak memadati ruang I sidang di PN Simalungun. Sementara puluhan petugas dari Polres Simalungun tampak berjaga-jaga di dalam maupun di luar ruangan sidang.

Dakwaan JPU yang ditandatangani Maria M Sembiring SH yang dibaca Josron Malau SH menyebutkan bahwa terdakwa I yakni, JG, terdakwa II LTH, terdakwa III BP, terdakwa IV CN, terdakwa V RG, terdakwa VI TS, terdakwa VII RP, terdakwa VIII LS, terdakwa IX FS baik bertindak secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan terdakwa SK, LG, RB, TM, BL, MS, JH, JM (berkas terpisah), KL, HG, SS, PG, UG, MM, WM (belum tertangkap). Kamis tanggal 19 April 2007 sekira pukul 16.00 WIB bertempat di areal PT Kuala Gunung Nagori Mariah Hombang Kecamatan Hutabayu Raja Kabupaten Simalungun, melarang saksi Marince Sihombing, saksi Roslina Nainggolan, saksi Sonta Gultom, saksi Jintar Silaban, dan petugas Kepolisian Polres Simalungun yang sedang melakukan pengamanan di lokasi perkebunan UD Anastesia dan kebun keluarga Helarius Gultom di Nagori Mariah Hombang dengan menutup lobang yang digali pada batas kebun milik terdakwa SG dengan maksud agar mobil truck yang akan mengangkut ubi hasil panen milik saksi Helarius Gultom tidak dapat melintas.

Kemudian atas penghadangan tersebut, terjadilah pertengkaran mulut dan saling dorong antara ke-17 terdakwa yang tergabung dalam forum kelompok tani dengan saksi-saksi. Selanjutnya saksi Sudiono dari Polres Simalungun meminta agar terdakwa SG menyampaikan kepada anggota forum petani Mariah Hombang “jangan bertindak brutal” namun, tiba-tiba 2 anggota forum kelompok tani mengatakan “sekarang juga kami minta, supaya anggota Polisi meninggalkan tempat ini bila mau aman.”

Selanjutnya saksi Sudiono menghimbau dan memohon kepada terdakwa SG untuk memberikan waktu dan kesempatan kepada Helarius Gultom dan Barita Doloksaribu untuk mengeluarkan ubi kayu yang telah selesai mereka panen, namun terdakwa SG bersama dengan anggota forum bertahan dan tidak mengijinkannya keluar dari lokasi.

Kemudian saksi Sudiono melihat terdakwa MG dan KG menarik dan mendorong Jintar Silaban, Suwandi Sitorus dan Roslina Nainggolan yang pada saat itu akan mencoba menutupi lobang yang digali oleh masyarakat forum petani Mariah Hombang hingga terjatuh ke tanah dan melakukan penganiayaan. Kemudian terdakwa WM, BP, LH menyemprotkan cairan cabe yang telah mereka persiapkan sebelumnya kepada Roslina Nainggolan, Sonta Gultom dan Rusmiati Sinaga sehingga mata mereka terasa pedas.

Sedangkan terdakwa SG dengan mempergunakan tangannya memukul/meninju wajah saksi Sudiono sebanyak 2 kali sedangkan terdakwa LH menyemprotkan cairan cabe kearah mata Sudiono. Sementara terdakwa BPBP dan WM menyemprotkan cairan cabe mengenai mata Bripda Herbert W Manik dan Bripka Julianto Simanjuntak, lalu terdakwa MG memukul kaki Bripda Herbert W Manik dengan menggunakan sepotong kayu bulat. Selanjutnya para terdakwa ditangkap oleh petugas dan dibawa ke Mapolres Simalungun untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Akibat perbuatan para terdakwa, masing-masing saksi korban Roslina Nainggolan, Jintar Silaban, Rusmiati Sinaga, Sonta Gultom, Marince Sihombing sesuai dengan hasil Visum Et Repertum yang dibuat dan ditandatangani oleh dokter Robby G Sebayang pada Rumah Sakit Umum Daerah Pematangsiantar pada tanggal 19 April 2007 mengalami luka kesimpulan perubahan-perubahan pada tubuh korban disebabkan adanya ruda paksa.

Perbuatan para terdakwa diancam pidana pasal 214 KUHPidana atau kedua diancam pidana pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHPidana. Usai pembacaan dakwaan, sidang dilanjutkan dengan agenda keterangan saksi dari Kepolisian yakni Sudiono, Julianto Simanjuntak, Okto FJ Sinaga dan Abdi Jaya Tarigan, untuk mendengarkan saksi lain sidang ditunda dan akan dibuka kembali pada hari Kamis (19/7) mendatang.

Sumber :  (BS/h) Harian SIB


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.