Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
13
Jul '07

Kasus PT Faland Terkesan Mandek


Penyidik Bidik Panitia Lelang Proyek RSU Ampana

Proses hukum kasus dugaan pemalsuan dokumen sertifikat badan usaha (SBU) yang dilakukan PT Faland Perkasa Abdi Nusa alias CV Faland Perkasa saat mengikuti tender proyek pembangunan RSUD Ampana Juli 2006, terkesan mandek alias jalan di tempat. Padahal kasus tersebut sejak 27 April 2007 lalu telah dilimpahkan Polres Touna ke Polda Sulteng dengan Surat Pelimpahan Perkara Nomor: B/539/IV/2007/Reskrim tanggal 27 April 2007 yang ditandatangani Kapolres Touna AKBP H Rais Adam SH.

Penyidik Polda Sulteng juga sudah memeriksa para saksi-saksi untuk dimintai keterangan tambahan. Namun sampai saat ini kasus yang dilaporkan sejak Agustus 2006 itu belum diserahkan ke kejaksaan.

Hal ini mengundang tanya Salmin Haedar SH, kuasa hukum PT Gatra Nusantara Sejati Cabang Ampana, yang melaporkan kasus dugaan pemalsuan dokumen PT Faland ke polisi. Ditemui koran ini kemarin (12/7) Salmin mengatakan, mestinya kasus itu sudah selesai.

‘’Sebab kami melaporkan kasus ini sejak 12 bulan yang lalu namun sampai sekarang pihak Polda Sulteng belum juga menuntaskan kasus ini,’’ katanya. Salmin menambahkan, semua bukti-bukti sudah kuat dan sudah jelas kasus ini melanggar Pasal 263 Ayat (1) dan (2) KUHP yang tuntutannya di atas lima tahun. ‘’Jadi seharusnya pihak Polda Sulteng sudah melakukan penahanan terhadap tersangkanya,’’ tambahnya.

Salmin mengaku pernah menanyakan masalah ini kepada Kasat I Dit Reskrim Polda Sulteng AKBP Silaban. Menurut Silaban, kata Salmin, kasus ini tetap akan dilanjutkan.

Bahkan Silaban meminta agar kasus ini lebih dipertajam lagi. Maksudnya kasus ini agar diarahkan juga ke panitia lelang. Sebab tidak menutup kemungkinan apabila panitia lelang RSU Ampana terlibat, mereka juga bisa jadi tersangka.

Disinggung mengenai upaya damai yang pernah ditawarkan pihak PT Faland Perkasa yakni Andre Montang terhadap kliennya, Salmin mengatakan bahwa kasus ini akan tetap dilanjutkan dan tidak ada kata damai.

Dikonfirmasi terpisah Plh Kabid Humas Polda Sulteng Kompol Heddy Tri Pranoto menjelaskan, proses hukum kasus pemalsuan dokumen sampai saat ini masih dilakukan penyidik Polda Sulteng. Sejumlah saksi telah diperiksa termasuk tersangka Andre Montang. ‘’Dari penjelasan Kasat I Pak Silaban, tersangka Andre Montang sudah diperiksa,'’ jelasnya kepada Radar Sulteng, kemarin.

Meski telah diperiksa, kata Heddy, tersangka belum ditahan. Menurutnya, masalah ditahan atau tidak menjadi kewenangan penyidik. ‘’Yang jelas kasusnya sampai saat ini tetap diproses dan untuk menentukan salah tidaknya nanti pengadilan. Penyidik tetap akan memproses hingga dilimpahkan ke kejaksaan,’’ katanya. Kapan pelimpahan berkasnya, Heddy belum bisa memastikan karena proses penyidikan belum selesai.

Menyinggung alasan kasus ini ditangani Polda Sulteng, Heddy mengatakan untuk lebih lancarnya proses hukum dengan pertimbangan lokus delikti dan keberadaan para saksi maupun tersangka. Biasanya, kata Heddy, selain pertimbangan kasus tertentu juga keberadaan saksi dan tersangka yang berada di luar wilayah kejadian. Pada intinya, proses hukum yang ditangani Polda Sulteng untuk memperlancar dan justru menjadi atensi pimpinan.

SUmber : (ijl) Radar Sulteng, Ampana


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Sumur Bor Tak Berfungsi, Anggota DPRD Asahan Ribut
Artikel selanjutnya :
   » » Two killed in Bakauheni chain collision