Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
12
Jul '07

Bupati Langkat: Sumut Perlu Tempat Bermain Representatif


Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE menilai, Sumatera Utara (Sumut masih memerlukan arena hiburan dan bermain yang lebih representatif dan strategis, sebagai wahana penyaluran hobi, bakat dan kreativitas, khususnya anak-anak.

”Anak-anak sekarang perlu lokasi bermain yang bukan saja lengkap, tetapi juga tidak bising dan terhindar dari kemacetan lalu lintas,” kata Bupati kepada pers di Medan, usai berkunjung ke Disney Lantern Funtasy (DLF), di Jalan William Iskandar d/h Jl Pancing Medan, Selasa malam (10/7).
Dalam kunjungan ke lokasi hiburan dan tempat bermain seluas 3 hektar itu, Bupati didampingi Direktur Medan Mega Trade Centre (MMTC) Albert Kang, dan Humas DLF Enrico Silaban.

Menurut Bupati, DLF merupakan satu contoh tempat hiburan strategis yang dikelola pihak swasta, karena lokasinya yang jauh dari kebisingan kota dan berada di lokasi yang tidak padat penduduk. ”Sehingga anak-anak yang ingin menghabiskan waktunya untuk bermain bersama orangtua pada musim liburan sekolah dapat lebih santai dan tidak terganggu hiruk-pikuk kendaraan,” ujarnya.

Dijelaskan Bupati, tempat penyaluran bakat dan kreativitas untuk anak-anak dinilai penting, karena saat ini terdapat gejala negatif pada masa pertumbuhan mereka. ”Saya lihat saat ini, pada anak usia 10-11 tahun, ada gejala mereka belum mengerti tentang kehidupan ini, sehingga membuat orangtua mereka resah,” tandasnya. Karenanya, tempat hiburan dan bermain yang sesuai dengan usia mereka menjadi pilihan terbaik. ”Kalau perlu, dalam setahun ada 2 sampai 3 kali acara dan kegiatan untuk anak-anak,“ jelas Bupati.
Dipermanenkan

Menyinggung tentang kehadiran DLF, Bupati menyambut positip dan perlu terus diselenggarakan. ”Kenapa enggak, kalau perlu dipermanenkan,” ucapnya. Dalam kunjungan itu, Bupati meninjau sejumlah stan dan menghadiri final festival band remaja yang diselenggarakan Gapenta Sumut.
Secara terpisah, Humas DLF Enrico Silaban menjelaskan, DLF yang dibuka Gubsu Rudolf Pardede 14 Juni 2007 berlangsung hingga 15 Juli, selain diisi aneka hiburan, juga dirangkai dengan pameran multiproduk.
”Namun acara yang digelar MMTC ini sifatnya memberi hiburan kepada anak-anak sekolah yang sedang libur, agar mereka selalu berpikir positif dan terhindar dari kegiatan negatif, seperti penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Rata-rata pengunjung yang masuk hingga pekan terakhir, menurut Rico berkisar 1.500 sampai 2.000 orang, tidak hanya dari Medan, tetapi juga luar daerah termasuk Nanggroe Aceh Darusalem (NAD).
Hari-hari menjelang penutupan, selain acara rutin pelepasan kembang api, DLF juga menyediakan permainan bungy trampolin, yakni atraksi ”terbang” setinggi maksimal 12 meter, di mana tubuh Anda dililit tali pengikat dan dilepaskan ke udara. Permainan ini cukup memikat karena menguji andrenalin dan ketrampilan Anda.

Sumber : (partono budy) MedanBisnis, Medan 


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Opsi Keringanan Harus Ada
Artikel selanjutnya :
   » » Nusa (Batak), Translator Program Komputer Pertama Buatan Indonesia