Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
12
Jul '07

Nusa (Batak), Translator Program Komputer Pertama Buatan Indonesia


Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya

Program komputer sudah saatnya diciptakan oleh orang Indonesia. Sayang kurang dilirik industri. Program translator Nusa jauh lebih mudah dari yang sudah ada. Bagaimana kinerjanya?

Setiap program komputer yang kita pakai membutuhkan translator. Dengan tools tersebut baru sebuah program komputer dapat berjalan baik. “Bahasa pemrograman itu seperti rancangan bangunan, sedangkan translator adalah bangunannya,” ujar Bernaridho I. Hutabarat, pakar bahasa pemrograman komputer kepada pers di Jakarta, Senin (30/4).

“Masalahnya, translator yang ada saat ini bekerja secara rumit dan masih buatan orang luar semua. Translator yang saya kembangkan masih berupa basis, namun sudah menjanjikan langkah yang lebih sederhana yang menjadi keunggulan dibanding yang sudah ada.”

Bernaridho memfokuskan diri pada translator karena bisnis peranti lunak pada dasarnya berpusat pada translator dan bahasa pemrograman. Seperti Sun Microsystem misalnya yang memproduksi Java, Cisco System yang membuat bahasa pemrograman sendiri, juga Microsoft yang melahirkan C# dan Visual Basic.
Menurut Bernaridho, sampai saat ini belum ada program translator yang dikembangkan oleh orang Indonesia secara serius. “Kalaupun ada hanya sekadar untuk eksperimen saja, bukan ditekuni untuk pengembangan secara luas,” ungkapnya.

Translator Nusa atau Batak yang dikembangkan Bernaridho lebih mudah dipelajari daripada C++, C#, dan Java. Translator ini memudahkan pemahaman modul dan pemrograman moduler, hal yang sangat sulit dipahami dari C++, C#, Java, JavaScript, XML, HTML, dan banyak bahasa pemrograman lain.
Bahasa pemrograman adalah bahasa buatan yang ditujukan untuk memberi instruksi kepada komputer. Bahasa pemrograman memungkinkan untuk membuat baris-baris program yang bisa dimengerti komputer, sehingga mengeluarkan output seperti yang diinginkan.

Menurut Bernaridho, aplikasinya ini masih bersifat dasar. Butuh banyak pengembangan dari berbagai pihak khususnya pengoprek komputer. Rencananya aplikasi ini akan dibuka source code-nya sehingga siapa saja dapat mengembangkan secara bebas. “Biarkan saja orang luar ikut mengembangkan aplikasi ini, namun lisensinya tetap pada orang Indonesia,” demikian Ridho.

Translator Nusa akan diikutkan dalam program Indonesia, Go Open Source (IGOS) dengan harapan dapat dipromosikan sebagai aplikasi Open Source ke seantero ilmuwan Indonesia. “Kami akan lihat bagaimana segmennya. Jika memang banyak dibutuhkan, akan kami berikan rekomendasi ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI) atau badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujar Engkos Koswara, Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi Kementerian Ristek dalam kesempatan serupa.

Batak atau Nusa sebagai bahasa pemrograman yang utuh sudah rampung sejak tahun 2001. Tapi dalam tahapan ini, Batak baru bisa disebut sebagai parser yang fungsinya hanya sebatas menentukan apakah sintaks yang diinputkan benar atau salah. Namun Batak belum memiliki translator utuh, sehingga belum bisa menterjemahkan sintaks menjadi output yang diinginkan.

Ridho sendiri baru mengerjakan translator-nya pada tahun 2005, tapi banyak ditinggalkan karena banyak menemui kesulitan. Baru pada 1 April 2007, Batak memiliki translator meski masih dalam skala kecil. Ia juga pernah mencoba menyerahkan pembuatan translator ke pihak peneliti di AS. Tapi biayanya mahal sekali berkisar US$10.000 - US$ 30.000 tergantung tipe translator yang diinginkan, apakah mau yang sederhana atau sampai yang mendukung GUI (Graphical User Interface).

Sumber : (Merry Magdalena) Sinar Harapan, Jakarta

[SB] Tags :



Ada 13 tanggapan untuk artikel “Nusa (Batak), Translator Program Komputer Pertama Buatan Indonesia”

  1. Tanggapan charleyhyb:

    Sukses buat Bernaridho I. Hutabarat dan mudah-mudahan translator yang anda buat akan menjadi populer dan diminati oleh dunia IT, Ide bagus juga membuat aplikasi tersebut sebagai aplikasi open source seperti Linux yang perkembangannya begitu cepat dan banyak diminati dunia IT karena memang Linux adalah open source.

  2. Tanggapan agusdd:

    bagus, kalo bisa dibuat fokus aja. atau buat perusahaan sendiri. ditarget biar cepet rampung. aku mau berkecimpung disana, tapi ajarin dulu, maklum lah aku dari Biologi, tapi tertarik ama dunia pemrograman. :)

  3. Tanggapan juju:

    selamat……..
    Translator Nusa atau Batak yang anda buat semakin diminati banyak user terutama di Indonesia,semoga lebih bermanfaat dan dapat lebih membantu bagi para pemula-pemula zaa yang sperti saya ini dalam pembelajaran teknik pemrograman,,,
    terus berkarya Bro..
    salam IpTek.!!!

  4. Tanggapan khusnul ain:

    ini yang kami tunggu-tunggu, indonesia bangkit, tidak hanya sebagi konsumen, tapi produsen. kita malu sama negara yang sebelumnya jauh dari kita, namun sekarang telah jauh melampaui kita, seperti malaysia,vietnam dan india. selamat semoga sukses, kami sangat mendukung anda

  5. Tanggapan T@nia:

    Bahasa Program ini bagus juga. Ga salah memang menciptakan program ini , namun ada banyak hal yang harus lebih di fokuskan lagi, Thank’s

  6. Tanggapan andre:

    Wah sebuah terobosan yang sangat bagus… Tapi boleh tahu link untuk download software nya dimana ya…?

    kalau bisa kirim informasinya sama kita dunk lewat kontak e-mail di : ppgkpimandala@yahoo.co.id

    thanks ya dan sukses terus Silaban.Net

  7. Tanggapan ultras:

    wah,,,

    keren2,,,

    ajarin ya…..

  8. Tanggapan mustakim:

    Sukses buat Bernaridho I. Hutabarat atas usahanya dan saya sudah baca historinya di pc media kalau bisa please tutorialnya bung gua senang ama progaram nusa yang menggangkat anak bangsa,tinggal pemerintah saja yang kita tunggu mau ngak maju seperti anda bung#good luck for you#
    best regards,
    kim

  9. Tanggapan mujiyoko, b.sc.:

    So good ! pertanyaan saya pada tahun 1985 : adakah orang indonesia yang bisa menciptakan software programming ? apakah hanya orang mancanagara saja ? ternyata pak hutabarat lah yang menjadi pionirnya. saya belum pernah punya software Nusa, tetapi membaca rilis dari pcmedia saya menjadi salut dan terjawab sudah pertanyaan saya 23 tahun yang lalu ! semoga orang indonesia yang mindetnya produk manca beralih ke produk sendiri yang lebih canggih. bila banyak industri maupun bangsa indonesia yang belum memakai hendaknya dimaklumi saja karena mereka baru kenal komputer. saya turut berdoa semoga Nusa menjadi program yang mendunia. (medio 5 agustus 2008, mujiyoko, b.sc.)

  10. Tanggapan zahir gadri:

    Terima kasih Bapak Bernaridho I. Hutabarat, ini adalah wujud kepedulian bapak terhadap bangsa Indonesia tercinta.

    Ada baiknya bapak segera mesosialisasikan program NUSA (Batak) ini kepada masyarakat indonesia pada umumnya dalam bentuk pembelajaran teori yang tepat dan mudah diterima.

    Sukses selalu Bapak

  11. Tanggapan luhut rajagukguk:

    Selamat buat Bernaridhi I Hutabarat untuk “Batak”nya. Semoga sukses.
    Horas.

  12. Tanggapan Magen S Sijabat:

    Marsipature Huta Nabe. Sekarang Bagaimana Pak Bernaridho I. Hutabarat, kebetulan saya ketua Himpunan Mahasiswa di kampus saya, mungkin ini bisa disosialisasikan di beberapa kampus.
    Buatlah Pembelajaran Teorinya biar bisa di search ke temen-temen lain?

  13. Tanggapan Denny Silaban:

    Horas
    Saya salah satu penggemar buku dari pak Tua…
    saya sekarang lagi kuliah pada jurusan Teknik Informatika di Institut Sains Teknologi T.D. Pardede (ISTP).
    Sekarang ingin sekali membuat kompilator tapi saya belum dapatkan referensi yang cukup.
    Ada masukan ga dari Pa Tua ?
    Aq sangat mengharapkan kesedian Pa Tua….

    Salam,

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Bupati Langkat: Sumut Perlu Tempat Bermain Representatif
Artikel selanjutnya :
   » » Sulit Mendatangkan Investasi Ke Indonesia