Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
11
Jul '07

Tarik Ulur Pembahasan RPP Pesangon


Asosiasi Pengusaha Indonesia menginginkan supaya premi yang dibayar pengusaha dua sampai tiga persen. Sementara Serikat Buruh Sejahtera Indonesia menginginkan premi yang dibayar pengusaha delapan persen.

Tarik ulur kepentingan antara pekerja dan pengusaha dalam pembahasan rancangan peraturan pemerintah atau (RPP) pesangon masih berjalan alot. Persoalan besaran premi yang harus dibayarkan pengusaha kepada pekerja menjadi perdebatan [baca: Besaran Premi Pesangon Belum Putus].

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, menginginkan supaya premi yang dibayar pengusaha dua sampai tiga persen. Pengusaha keberatan dengan maksimal pesangon 35 kali gaji. Menurut Sofyan, angka yang ideal hanya tujuh kali gaji. “Pesangon kita paling tinggi di dunia,” ujar Sofyan Wanandi.

Sementara Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Rekson Silaban mengatakan, pekerja menginginkan premi yang dibayar pengusaha sebesar delapan persen. “Kalau itu dikurangi berarti mungkin akan masalah dimana beberapa pekerja buruh akan melakukan judicial review,” kata Rekson.

Sebagai jalan tengah, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga memberi usulan yakni pengusaha boleh membayar premi rendah sehingga yang dibayar asuransi juga rendah. Apabila ada kekurangan yang harus dibayar, pengusaha harus bertanggung jawab membayar kekurangan itu.

Sumber : (JUM/Carlos Pardede dan Gatot Setiawan) Liputan6.com, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.