Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
11
Jul '07

Ratusan Hektar Sawah di Laembara dan Sibira Belum Miliki Irigasi


Akibat belum memiliki jaringan irigasi, ratusan hektar sawah di Desa Laeembara, Kecamatan Parbuluan Dairi hingga sekarang belum dapat ditanami padi. Sementara lahan sawah yang dapat digarap petani antara lain terdapat di Desa Parbuluan II dan Desa Parbuluan III.

Tidak hanya itu, petani di dua desa ini juga belum pernah memperoleh bantuan dari Pemerintah Daerah seperti pengadaan mesin pompa.
Zaenal Sagala, Mahmud Sinaga dan Reben Silalahi, warga Desa Laeembara kepada wartawan, Senin (9/7), mengatakan, meski wilayah pertanian di desa ini tanahnya datar, namun belum memiliki jaringan irigasi.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat menjadi buruh kasar dan sebagian lagi mengalihkan jenis tanamannya ke tanaman jagung dan komoditas lainnya.

“Sudah puluhan tahun lahan sawah di desa tersebut tidak pernah digarap petani karena sumber airnya tidak ada. Sementara pemerintah daerah tidak memberi bantuan mesin pompa untuk mengambil air yang kemudian disalurkan ke tanaman. Hal tersebut juga dialami petani di Desa Juma Sibira, kecamatan yang sama.

Ratusan areal persawahan tidak bisa digarap karena ketiadaan jaringan irigasi,” jelas Zaenal.
Sementara itu, Camat Parbuluan R Silaban SSos, Senin (9/7) mengatakan, sebagian desa di Kecamatan Parbuluan sudah memiliki jaringan irigasi namun sebagian desa lagi memang sama sekali belum memiliki jaringan irigasi.
Sumber : (lasria pandiangan) MedanBisnis, Sidikalang


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Menakertras: Roh Hubungan Industrial adalah Kemitraan
Artikel selanjutnya :
   » » Tarik Ulur Pembahasan RPP Pesangon