Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
10
Jul '07

Rencana Dialog Warga dan PT Duet Rija Batal Digelar


Perusahaan Hanya Diwakili Staf Humas
Ratusan warga Kelurahan Kerumutan, Senin (9/7), kembali mendatangi DPRD Pelalawan.

Rencananya, hari itu warga Kelurahan Kerumutan dan PT Duet Rija (DR) akan menggelar dialog untuk menyelesaikan sengketa lahan seluas 718 hektare. Namun rencana dialog tersebut batal digelar karena warga menolak berdialog karena dengan pihak perusahaan yang hanya diwakili staf humas. Sementara warga berharap dapat bertatap muka langsung dengan pemilik perusahaan, sehingga tuntutan mereka dapat langsung dijawab.

Juru bicara warga, M Saher mengatakan, pertemuan tersebut percuma saja diteruskan karena tidak akan menghasilkan apa-apa. Menurutnya, diutusnya staf humas untuk bertemu warga dan DPRD hanyalah akal-akalan perusahaan untuk mengulur waktu. Apalagi surat pemanggilan oleh DPRD Pelalawan terhadap perusahaan, jelas-jelas ditujukan kepada direktur PT Duet Rija.

‘’Saya lihat di sini yang datang hanya bagian humas, bukan direktur yang bisa mengambil keputusan. Padahal sudah jelas hari ini kita mau mencari solusi masalah. Berarti bisa dikatakan PT Duet Rija tidak menghargai dewan yang terhormat ini. Karena itu saya kira tidak ada gunanya pertemuan ini diteruskan. Dan sikap kami jelas, mulai hari ini operasi perusahaan harus dihentikan sementara, sampai ada kesepakatan berikutnya,’’ kata Saher yang disambut tepuk tangan seluruh warga di ruang rapat.

Utusan PT Duet Rija dalam pertemuan itu antara lain Junaidi SH, Joni Silaban dan Yakub, didampingi kuasa hukum Junaidi SH dan rekan. Menjawab pernyataan warga, wakil perusahaan mengatakan akan menyampaikannya kepada pimpinan.

‘’Kami datang dengan itikad baik ingin mendengar langsung apa keluhan masyarakat Kerumutan. Kalaupun yang datang sekarang direktur kami, tentunya tidak bisa langsung mengambil keputusan. Sebab perusahaan kami pemiliknya banyak. Jelasnya kalau ada keputusan yang harus diambil, para pemilik akan melakukan rapat terlebih dahulu,’’ ujar Yakub mengomentari penolakan masyarakat terhadap kehadiran mereka.

Kendati tidak ada kesepakatan apapun yang diambil, Ketua DPRD Pelalawan HM Harris berjanji akan kembali memanggil pimpinan perusahaan sekali lagi. Harris mengimbau masyarakat agar menahan diri sebelum proses perundingan membuahkan hasil. Warga juga diingatkan jangan sampai melakukan tindakan anarkis.

‘’Kalau bapak-bapak tak dapat menahan diri, saya khawatir persoalannya berubah. Makanya sekali lagi saya imbau, jangan mengambil tindakan sendiri,’’ ujarnya berkali-kali.

Sedikitnya 70 warga Kerumutan tampak memasuki ruangan, sedangkan puluhan lainnya menunggu di luar. Warga yang datang antara lain pimpinan rombongan Imustiar SIp, Nasharuddin SH MH dan Baharuddin SH. Pertemuan dibuka pukul 14.00 WIB oleh Ketua DPRD Pelalawan HM Harris di ruang rapat DPRD Pelalawan Pangkalankerinci. Selain itu, tampak pula beberapa anggota dewan lainnya, yakni Ramli Fiesda Eli (PBR), Zulmizan Assegaf (PAN),  dan H Agustiar (Golkar).

Mengingat dialog tak jadi dilanjutkan, para kepala dinas yang sedianya akan menjelaskan perizinan, tak sempat memberikan komentar. Mereka adalah Kadis Perkebunan Kabupaten Pelalawan Ir Teguh Budi Prasetyo, Kadishut Edi Suriandi dan Camat Kerumutan Hanafie.

Sumber : (*3) Riau Pos, Pangkalan Kerinci


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.