Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
10
Jul '07

Pulau Samosir, Potensi Wisata yang Belum Dikelola Maksimal


10samos1.gifAkses yang kurang menjadi satu dari sekian banyak hal yang menghambat perkembangan wisata di Samosir. Untuk mencapai pulau ini cukup memakan waktu.

Alunan lagu O Tao Toba dan Samosir yang dilantunkan Bonar Gultom di acara pembukaan Pesta Bolon awal Juli di Samosir melukiskan keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir. Bisa dikatakan Danau Toba dan Samosir merupakan satu paket. Kurang lengkap rasanya bila berwisata ke Danau Toba tetapi tidak berkunjung ke Pulau Samosir.

Pulau Samosir adalah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba di Sumatera Utara. Suatu pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Samosir menjadi kabupaten pada Januari 2004. Sebelumnya, pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Toba Samosir. Terdiri atas 9 kecamatan, yaitu Pangururan (Ibu Kota Kabupaten), Harian, Sianjur Mulamula, Nainggolan, Onan Runggu, Palipi, Ronggur Nihuta, Simanindo, dan Sitio-Tio.

Masing-masing kecamatan memiliki objek wisata, yang bila dikelola dengan baik akan mendatangkan nilai tambah bagi pulau yang berpenduduk 131.000 jiwa. Namun, sayang potensi wisata itu belum dikelola maksimal. Alhasil, yang tampak dalam kunjungan SP baru-baru ini ke daerah itu adalah Samosir yang sepi. Padahal Juni dan Juli merupakan waktu libur.

Kesan kurang terawat dan pegunungannya yang gundul terlihat di berbagai tempat di lokasi wisata. Cuaca yang terik akhir-akhir ini semakin mengesankan kegersangan di tanah asal Suku Batak ini. Kondisi yang gersang dengan mata pencaharian utama bertani serta akses yang kurang membuat Samosir kurang berkembang dibanding tempat wisata lain. Tidak mengherankan, penduduk setempat banyak yang merantau ke luar Samosir. Menurut Bupati Samosir Mangindar Simbolon, sebagian besar lulusan SMA meninggalkan Samosir untuk mencari pekerjaan demi kehidupan yang lebih baik.

Akses yang kurang menjadi satu dari sekian banyak hal yang menghambat perkembangan wisata di Samosir. Untuk mencapai pulau ini cukup memakan waktu. Perjalanan Jakarta ke Medan memakan waktu dua jam penerbangan, dilanjutkan dengan perjalanan darat memakan waktu empat jam dari Medan ke Parapat, dan menggunakan kapal feri 45 menit dari Dermaga Ajibata, maka seorang wisatawan membutuhkan waktu lebih dari tujuh jam. Waktu tempauh 45 menit akan lebih singkat menjadi 10 menit bila menggunakan speed boat.

Tanah Leluhur

10samosi.gif Pulau Samosir diyakini sebagai daerah asal orang Batak. Pasalnya, di pulau ini tepatnya di Pusuk Buhit Kecamatan Sianjur Mulamula merupakan asal orang Batak. Pusuk Buhit merupakan perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan Danau Toba. Perbukitan ini dipercaya sebagai alam semesta atau “Mulajadi Nabolon” (Tuhan Yang Maha Esa) menampakkan diri. Di kecamatan ini ada Desa Sianjur Mulamula yang merupakan perkampungan pertama kelompok masyarakat Batak.

Desa ini berada di kaki bukit Pusuk Buhit. Di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Sebagai informasi, sebutan Raja Batak bukan karena posisi sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan keturunan Batak terhadap nenek moyang Suku Batak. Informasi yang beredar menyebut, Raja Batak berasal dari Thailand melalui Semenanjung Malaysia, Sumatera hingga tiba di Sianjurmulamula. Informasi lain menyebut Raja Batak berasal dari India melalui daerah Barus atau Alas Gayo hingga sampai ke Danau Toba.

Di perkampungan Sianjurmulamula, ada bangunan rumah semitradisional Batak, yang merupakan rumah panggung terbuat dari kayu, tanpa paku, dilengkapi tangga, dan atap seng. Rumah Batak asli atapnya dari ijuk. Di atas perkampungan terdapat wisata Batu Hobon. Batu ini merupakan peti terbuat dari batu yang dibuat oleh keturunan Raja Batak, Saribu Raja yang merupakan pandai besi ratusan tahun lalu. Di dalam peti batu ini disimpan kekayaan Saribu Raja, yang oleh masyarakat setempat saat ini tak seorang pun berhasil membuka tutup peti.

Di atas Batu Hobon terdapat Sopo Guru Tatea Bulan yang dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan. Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya. Kendaraan itu antara lain naga, gajah, singa, harimau dan kuda. Jejak sejarah di Tanah Batak itu yang sering dilupakan pemerintah.
Foto oleh : SP/Ignatius Liliek

Sumber : (Nancy Nainggolan) Suara Pembaruan


Ada 12 tanggapan untuk artikel “Pulau Samosir, Potensi Wisata yang Belum Dikelola Maksimal”

  1. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    Orang Batak jangan langsung telan saja bahwa asal batak dari Thailanlah? dari Indialah? Laklak sbg pusat info sdh habis semua. Perhatian! Surat Batak sdh dipakai pd abad ke-8 BC, bahkan saya ada komunikasi dgn Prof.Aryoso dari Brazil, saya bilang Taman Eden ada di Tanah Batak, sementara dia berpendapat rumah adat Batak mirip perahu nabi Nuh. Plato bercerita dalam Thimeus dan Critias bahwa kira-kira 11.600 tahun lalu pendeta Mesir kuno sudah datang ke tanah Batak mencari Haminjon dan kamfer. Bandingkan Alkitab dgn Legenda Batak ada benang merahnya. Orang Batak jangan mengharamkan Mulajadi Nabolon, jangan mengharamkan Debata Asiasi, Jangan mengharamkan Debata Natolu sebelum mengetahui siapa batak itu. Saya boleh katakan Tanah Batak sbg asal muasal penyebaran manusia. Horas

  2. Tanggapan midian sihombing:

    judul diatas pas sekali,sedih banget tempat yg sangat indah tapi masih minim fasilitas.ide utk pesta bolon yg sgt cemerlang tapi menurut saya kok buang2 uang ya…?mendingan dana sebesar itu dimanfaatkan utk ngebenari fasilitas spt penambahan atm di daerah Tuk2.(hari gene mesti bayar tunai…?)meremajakan sarana transportasi(.armadanya diganti yg besar & jalan2,jembatan2 dibenahi karena saya pernah jatuh dari sepedamotor nyaris mati karena paku dijembatan menusuk ban)Pokoknya banyak banget deh…Harapannya semoga Pemkab bisa tanggap dgn ide2 cemerlang dari org2 profesional dibidangnya,jgn karena hanya unsur kekeluargaan&pertemanan. Saya sgt kaget melihat video promosi pariwisata P.Samosir yg sgt2 tidak layak dipresentasikan keorang banyak.Gak habis fikir… tega bgt2 yg membuatnya….(semoga dia membaca tulisan ini &merasa menyesal dgn perbuatannya).Satu hal yg patut dibanggakan atas kerjakeras yg tak kenal lelah dari Bupati & staffnya yg sekarang,utk memajukan daerahnya disegala sektor terutama pariwisata. Mari kita support bersama, agar nantinya kabupaten Samosir bisa menjadi primadona pariwisata diBarat Indonesia mendampingi Bali yg berada diTimur.

  3. Tanggapan Butet:

    Semoga setelah lahir Provinsi tapanuli semua orang batak yang berada di Bona pasogit dan di parsarahan tidak ragu2 lagi untuk bersama-sama membangun dalam segala bidang kampung kita yang indah alamnya, kaya akan budaya dan sumber alam. Kalau itu bisa terjadi saya yakin bidang Pariwisata dalam jangka yang lama bisa mengalahkan pulau Bali.

  4. Tanggapan jannes sihombing:

    Sebenarnya saya sangat sedih dengan melihat kondisi tano batak, dimana kita lihat memang sudah tidak diperhatikan dengan baik oleh pemda setempat dan masyarakat setempat yang mau terbujuk untuk menebangi pohon-pohon oleh karena uang yang tidak seberapa.

    Dan sepertinya pemerintah setempat menutup mata dengan semua kerusakan jalan yang ada disepanjang jalan menuju kearah tano batak, jalan banyak yang rusak dibiarkan, pohon-pohon ditebangi dengan seenaknya tanpa memperhatikan kelestarian alam sekitar.

    kita lihat sedikitnya peminat wisatawan lokal dan luar yang ingin melihat tano toba, karena apa ??? karena kerusakan yang terjadi. Danau yang mulai kotor dan pohon-pohon yang tiba-tiba sudah mulai menghilang. Dan mohon juga kepada halak batak untuk melayani wisatawan yang datang dengan ramah, jangan kita seperti serigala melihat domba, yang berusaha untuk “mengambil” uang mereka. Yang terjadi adalah ketakutan mereka untuk kembali datang ke Tano batak ini. Saya saja orang batak yang pernah datang ke Tano Toba juga pernah merasa kurang nyaman dengan sikap saudara-saudara kita yang disana.

    Coba lah bersikap ramah dan baik kepada setiap orang yang datang berkunjung ke tano batak. Mari kita kenalkan batak yang sesungguhnya kepada mereka, batak yang memiliki nilai adat yang tinggi dan bukan kekasaran. Seperti ada perkataan mengatakan kalo orang batak mungkin berwajah kasar tapi hatinya baik.

    Dan kita berharap agar pemerintah setempat untuk memperbaiki sarana dan prasarana penunjang pariwisata untuk lebih memberikan kesan indah, bersih dan damai untuk tano toba khususnya dan tano batak umumnya.

    Horas ma dihita sude.

  5. Tanggapan lolina:

    Saya Lolina Hutajulu k’lahiran jakarta 21 april 1984 sangat prihatin dan sedih melihat kondisi Danau Toba saat ini, banyak orang yang belum mengetahui dan memahami keindahan danau toba, padalhan Danau toba jauh lebih indah dan unik di banding tempat pariwisata lainnya. Danau yang sangat luas yang ditengahnya terdapat pulau kecil, yang di kelilingi pegunungan dan memiliki banyak keunikan ini harus di promosikan,
    apabila Pemerintah setempat tidak juga memiliki Ide atau memperbaiki sarana dan prasarana penunjang pariwisata untuk lebih memberikan kesan indah, bersih dan damai untuk tano toba. waktunyalah Kita DUNGO Hi..Muda-mudi(NAPOSO) untuk berkreative mengeluarkan suara kepada Pemerintahan agar lebih di tinjau dan diperhatikan, karena hal ini juga akan membantu OMSET keuanagn Negara. satu hal buat kita orang batak yang khusunya di tano batak sana jangan kasar yah..dan volume suara di kecilin dikit, so para pendatang atau turis engga kaget ato ketakutan. biasakan ramah dan slalu tersenyum, muka boleh marsuhi-suhi hati selembut sutra He…

    God Bless Tano Batak
    We LOVE Tano Batak
    HOras..horas..Horas..

  6. Tanggapan lolina:

    mau tanya klo aku mo liat lagi di website apa yah?

  7. Tanggapan Jahoras nainggolan:

    Sebenarnya bukan masalah tranportasi sehingga danau toba tidak berkembang /maju.Pembangunan secara menyeluruh yang harus dilakukan disekitar danau toba khususnya dan pulau samosir pada umunya.Bagaimana mau orang lain bekunjung ke p.samosir jalannya aja tidak bisa mobil berpapasan,belum lagi situsinya yang seba kurang teratur,kurang bersih,jadi kita harus sadar akan kekurangan kita.Kalau pemrintah sungguh mau mejadikan daerah wisata p.samosir kita benahi dulu masalah internal kita terutama mengenai tempat leluhur kita,Tugu tugu dimana mana yang tidak beraturan tempatnya.Kalau seandainya hal sperti ini bisa dirundingkan oleh semua orang batak yang ada di p.samosir ,percayalah p.samosir akan disenangi orang sari luar.Pinahan dipelihara dengan teraur disuatu tempat yang jauh dari pemandangan umum
    Songoni majolo nunga loja ahu

  8. Tanggapan Desni sitorus:

    Menyedihkan sekali tao toba yang sangat indah diterlantarkan begitu saja padahal banyak keuntungan yang akan kita dapatkan dari tao toba kita itu. tu hamu sude naposo batak di,anapun berada. ayo..kita perhatikan tanah leluhur kita ini.jgan hanya karena duit yang tidak seberapa kita membabat habis hutan kita

  9. Tanggapan Ferry:

    aku mau nanya bolehkan?
    bagaimana legenda asli pulau samosir atau danau toba… yang asli… soalnya banyak sekali fersinya. trima kasih… kiri ke email aq ya…

  10. Tanggapan Ferry:

    oh ya satu lagi ya, apasi nama website yang bisa di kunjungi untuk mengetahui legenda tentang pulau samosir?

  11. Tanggapan lasman:

    saya merasa terharu melihat kondisi daerahkita,pak Laban jika tuhan mengijinkan saya pingin banget membangun samosir untuk menjadi objek wisata yang baik.yang nantinya akan menjadi kota yang maju

  12. Tanggapan Gibson parlindungan:

    tano batak merupakan daerah yang sangat potensial mulai dari sumberdaya manusia yang jenius dan sumberdaya alam yang sangat kaya. tano batak akan dapat memberikan sumatera utara kebutuhan jasmani asal yang pengelola utamanya orang daerah asal. danau toba suatu aspek lingkungan yang strategis untuk di jadikan lokasi bisnis perikanan untuk itu saya berharap bupati samosir memperhatikan berbagai potensi yang sangat potensial untuk di kembangkan.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.