Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
6
Jul '07

Lapdangmat: Launching & Bedah Buku “Tuanku Rao”


Penerbit LkiS telah meluncurkan (reprint) buku ‘TUANKU RAO’, karya Ir. Mangaradja Onggang Parlindungan Siregar, dan sekaligus menyelenggarakan acara Bedah Buku, yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 Juli 2007 (Pukul 15.00 – 17.00) bertempat di Kantor Departemen Pendidikan Nasional, Jl. Jend. Sudirman, Senayan bersamaan dengan Event Pameran buku dari berbagai penerbit.

Adapun pembicara yang ditampilkan adalah Dr. Asvi Warman Adam dan Batara R. Hutagalung yang kedua-duanya merupakan pengamat sejarah kawakan.

Buku tersebut merupakan cetak ulang yang mana cetakan pertama diterbitkan pada tahun 1964 oleh Penerbit Tandjung Pengharapan dengan judul “Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao. Teror Agama Islam Mazhab Hambali Di Tanah Batak 1816 – 1833″ yang mana segera setelah terbit, buku ini “ditarik” kembali dari peredaran oleh karena memicu kontroversi yang berkepanjangan karena mengupas tentang sisi gelap perang paderi dan penyebaran agama islam di tanah batak yang penuh dengan terror dan kekerasan.

Dalam diskusi tersebut juga hadir penulis yang sebentar lagi akan menerbitkan bukunya yang berjudul “GREGET TUANKU RAO” untuk menyemarakkan khazanah pembahasan tentang Tuanku Rao, setelah pada tahun 1974 Prof. Hamka menerbitkan buku sanggahan yang berjudul “ANTARA FAKTA.. KHAYAL.. TUANKU RAO“. Beliau adalah Basyral Hamidy Harahap. Selain beliau, masih ada seorang Dosen Antropolog dari Medan yang turut memberikan opini. (red: Sayang saya lupa namanya hehehe.. Fotonya sih ada. Atau mungkinkah ini Dr. Ichwan Azhari ?)

Para audience cukup bersemangat dan antusias dalam mengikuti diskusi ini namun tentunya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut kami cool-cool saja dan tidak banyak yang mempertanyakan “kontroversi” itu sendiri. Pada kesempatan tersebut, dikalangan audience juga terlihat hadir Bapak Arifin Siregar mengikuti acara dengan seksama.

Beranikah LKiS melakukan diskusi buku yang penuh kontoversi ini di Medan (Sumatera Utara) atau Padang (Sumatera Barat) ?

Berikut foto2 kegiatan tersebut.. Enjoy.. :)


Ada 6 tanggapan untuk artikel “Lapdangmat: Launching & Bedah Buku “Tuanku Rao””

  1. Tanggapan daulat sihombing silaban (DB13):

    Aku sudah baca buku tersebut. memang banyak hal-hal yang masih perlu dipertanyakan tentang kebenaran sejarah dan fakta yang masih memerlukan pembuktian, khususnya sejarah kerajaan yang ada di batak sebelumnya. Tetapi khusus sejarah Tuanku Rao sendiri banyak informasi yang meyakinkan yang sebelumnya di Tapanuli Utara hal itu diceritakan sebagai legenda yang tidak rasional, tetapi dalam buku ini dicoba membuka tabir sejarah yang lebih rasional yang mengarah kepada fakta.
    Disamping itu, lampiran yang disertakan dalam buku itu, mungkin dapat mendorong suku batak untuk lebih bergairah menggali sejarah yang lebih faktual dimasa datang.
    Menurut saya buku tersebut sangat perlu dibaca orang batak untuk menambah kecintaan kepada batak, bahwa suku batak adalah salah satu etnis di indonesia yang mempunyai kebudayaan tinggi

  2. Tanggapan nasrun:

    Saya hanya membaca di majalah tempo mengenai prahara di tanah Batak (perang padri), apa yang diceritakan dalam buku tersebut persis apa yang diceritakan sesepuh di kampung saya (Panompuan) yang telah meninggal 25 tahun yang lalu, dikala itu saya masih duduk dibangku SMP. Cerita yang beredar dimasyarakat, dan yang saya dapat dari sesepuh tadi, bahwa panglima padri itu adalah orang batak yang telah dibaiat oleh tuanku imam bojol disekolahkan ke mekkah dan sekembalinya ditugaskan menyebarkan paham islam berdasarkan maszhab wahabi, tetapi dalam faktanya bahwa angkola dan padang lawas pada waktu itu sudah banyak yang memeluk agama islam. Hanya saja yang paling mendasar saya lihat adalah kurangnya data pendukung sehingga, Hamka menkretik buku tersebut sebagai khayalah atau dodeng menjelang timur. Menurut saya, buku tersebut mendekati benar, karena secara geografis Bonjonl lebih dekat dengan mandailing dari pada ke Padang (Sumbar, oleh karena itu tidak tertutup kemungkinan terjadi pertalian persaudaraan antara mandailing dengan suku chaniago (Imam Bonjol. Yang menjadi masalah adalah ego kesukuan, bahwa orang minang tidak mau mengkui tuanku lelo, tuangku rao dan tuanku tambusai orang batak, hanya itu saja letak permasalahannya. Untuk mencari titik temunya adalah, lebih banyak lagi mencari data/informasi tentang padri ke negeri belanda, dan dalam negeri, seperti mewawancara ketutunan tuanku tambusa di riau, apakah tambok (silsilah) bagi orang batak yang tidak pernah putus sejak marga induk. Menurut cerita sesepuh kampung saya tadi bahwa tuanku tambusai bermarga harahap, tinggal menayakan pada keturunan tuanku tambusai, kemungkinan tabir tuanku rao akan terkuak kebenarannya dan tidak perlu diperdebatkan.

  3. Tanggapan daeng limpo:

    Mengenai hal ini silahkan baca di menjawab tudingan Islam disebarkan dengan kekerasan ditanah batak

  4. Tanggapan Pahala Panjaitan:

    Dimana yah buku Tuanku Rao tersebut bisa saya dapatkan ? soalnya sudah sayat tanyakan di Gramedia bahwa mereka tidak menjual buku tersebut. Kalau Silaban Store (SB Store) mau membantu saya yang jauh dipedalaman Kalimantan Timur ini, dengan sangat berterima kasih saya ucapkan.

  5. Tanggapan Batara Hutagalung:

    Safari diskusi buku Tuanku Rao.
    Dari tanggal 24 - 29 November 2007 diadakan serangkaian diskusi di Sumatera Utara mengenai Tuanku Rao dan Kilas Balik Perang Padri.
    Tanggal 24.11 di Universitas Darma Agung, Medan. Pembicara: 1. Prof. Dr. Usman Pelly (Unimed), 2. Prof. Dr. Robert Sibarani (Rektor Uni Darma Agung), 3. Dr. Ichwan Azhari (Unimed), 4. Batara R. Hutagalung, 5. Achmad Fikri (Penerbit LKiS). Moderator Dra. Ratna (USU).
    Tanggal 26.11. di Pusat Latihan Opera Batak (PLOT), Pematang Siantar. Tanggal 28.11. di Cafe Rayhand, Padang Sidempuan, dan tanggal 29.11. di Cafe Firdaus, Panyabungan.
    Bulan Januari 2008 akan dislenggarakan juga seminar mengenai Tuanku Rao dan Perang Paderi di Arsip Nasional RI di Jakarta.
    Batara R. Hutagalung

  6. Tanggapan Charly Silaban:

    @Batara Hutagalung
    Trims amang atas informasi Safari Diskusi buku Tuanku Raonya.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Panca Silaban Ingin Berikan yang Terbaik
Artikel selanjutnya :
   » » DHL Express Dituduh Rugikan Konsumen