Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
2
Jul '07

Kejari Usut Dugaan Korupsi di Politeknik Negeri Medan


Tujuh pejabat Politeknik Negeri Medan (Polmed) diperiksa penyidik Kejari Medan terkait dugaan korupsi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan anggaran biaya tambahan dari APBN sebesar Rp6 miliar.
Hal ini dikatakan Kepala Seksi Pidana Khusus melalui Ketua tim penyidik Kejari Medan Setia Tambunan SH kepada wartawan, Jumat (29/6) di gedung Kejari Medan.

Dikatakan, ketujuh pejabat tersebut diperiksa untuk dimintai keterangannya seputar temuan adanya dugaan pembayaran dana PNBP yang tidak disetorkan ke kas negara. Selain itu penyimpangan dana proyek pengadaan barang di Polmed, dimana ditemukan 12 proyek pengadaan alat-alat proyek untuk beberapa jurusan seperti Teknik Mesin dan Teknik Sipil periode 2006 diduga ditemukan adanya mark up dalam pengadaan alat-alat laboratorium di berbagai jurusan tersebut.

Dijelaskan Setia, dari ketujuh pejabat yang diperiksa penyidik Kejari Medan tersebut di antaranya Pembantu Direktur II “K SE” dan bendahara pengeluaran “S”. Setia mengakui, meski sampai saat ini belum ada ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, namun penyidik Kejari Medan masih terus menelusuri aliran dana dari APBN untuk pengadaan alat-alat laboratorium di Polmed.
Secara terpisah Pudir IV Polmed Drs Ir Selamat Sibarani yang dikonfirmasi wartawan via HP, Jumat siang (29/6) mengatakan, bahwa ia tidak mengetahui adanya dugaan penyelewengan yang sedang ditangani Kejari Medan.

KETERANGAN KUASA HUKUM POLMED
Kuasa hukum Politeknik Negeri Medan (Polmed) Abd Rahman SH MH didampingi Pudir IV Drs Ir Salamat Sibarani dan Syahruddin ST (pejabat pembuat komitmen), Sabtu (30/6) pada wartawan membenarkan bahwa 7 pejabat Polmed telah dimintai keterangan di Kejari Medan. Mereka hanya dimintai keterangan bukan diperiksa terkait adanya laporan masyarakat dalam dugaan korupsi di Polmed.

Karena ada laporan masyarakat, maka Kejari Medan bekerja untuk mencari ada tidaknya korupsi di Polmed. Langkah-langkah yang dilakukan biasa ada 4 tahap yakni permintaan keterangan yang telah dilakukan, kalau dianggap ada baru dilanjutkan ke pemeriksaan, dilanjutkan penyidikan dan kepenuntutan, kata Abd Rahman.
Dikatakan Abd Rahman, jadi bisa saja pengaduan itu karena masyarakat tidak senang terhadap Polmed dan ini muncul setelah adanya pemilihan Direktur Polmed belum lama ini. Permintaan keterangan itu antara lain menyangkut penggunaan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Jadi saya tegaskan belum ada ditemukan dugaan penyimpangan penggunaan dana Rp 6 milyar di Polmed, namun kita serahkan kepada Kejari Medan”, kata Abd Rahman.

Dijelaskan Syahruddin, APBN tambahan (perubahan) yang Rp 6 milyar untuk Polmed tidak berjalan sendiri tetapi USU dan Unimed juga dapat. Dari 81 perguruan tinggi negeri di Indonesia mendapat kucuran dana sekitar Rp 343 milyar dan Polmed dapat Rp 6 milyar, serta pelaksanaannya sudah sesuai peraturan Keppres.
Seperti diperoleh informasi, Kejari Medan T Sofyan Oebit SH MH telah membuat panggilan kepada 7 pejabat Polmed dengan jaksa penyidik Satia Tambunan SH, Chandra Purnama SH, Agus Wirawan SH, Sri Lastuti SH, Septebrina Silaban SH dan Umar Syarif Hidayat SH. Sementara 3 dari 7 pejabat Polmed yang dimintai keterangan adalah Syahruddin ST, Pudir bidang akademik Ir N Banu S dan Pudir bidang keuangan.

Sumber : (M5/M2/j) Harian SIB, Medan


Ada 6 tanggapan untuk artikel “Kejari Usut Dugaan Korupsi di Politeknik Negeri Medan”

  1. Tanggapan jaguder:

    Bah bah bah
    korupsi telah melanda polmed
    Bubarkan Polmed
    segera

  2. Tanggapan GOOD CORRUPTOR:

    hehehehheheheee…………….hari gini masih ribut soal korupsi, basiiiiiiii to ga’
    dimana2 klo emang mau dicari pasti ada yang namanya korupsi, tergantung ama kita menerjemahkan korupsi itu seperti apa, maksudnya ya masa korupsi itu baru diusut klo udah merugikan negara jutaan/milyaran rupiah aja trus gimana klo nilainya cuma 500 rupiah aja itu korupsi ga, pernah dengar ga seorang pejabat diperiksa krn menggelapkan uang negara 2000 rupiah, jadi klo mo memusnahkan korupsi dari muka bumi ini diperlukan pengorbanan yang sangat besar (termasuk tuduhan klo kita sendiri korupsi) dalam artian korupsi itu harus didefinisikan sedetail mungkin ampe hal2 yg paling kecil, klo udah begitu aq yakin 90 % rakyat indonesia pasti terjaring termasuk saya, anda mungkin, dan yang pasti orang2 kejaksaan yg memeriksa pejabat polmed itu, jadi bayanin aja koruptor memeriksa koruptor lain masalah korupsi bisa2 akhirnya malah bagi2 jatah mereka.
    sebenarnya korupsi itu sulit/bahkan tidak bisa dilakukan klo ga ada dukungan/kesatuan dari beberapa orang /pihak untuk melakukannya apalagi untuk lingkungan institusi seperti polmed. mis: polmed mendapat dana untuk membeli alat2 lab. yg nilainya ratusan juta rupiah, begitu dana itu nyampe harusnya pihak2 yg terkait terhadap dana itu kan tau trus yang tau itu menyampaikan ke yang belum tau, sep. yg saya tau polmed itu kan mempunyai direktur, pudir, kajur, kps, hmps, senat yg masing 2 mempunnyai tugas yg klo difungsikan secara optimal bahkan hal2 yg paling kecil kayak korupsi dosen2 ttg penjualan makalah/diktat fotokopian yg nilainya plg 20000 an bisa terungkap dan dibawa ke rapat senat masa hal2 tg lebih dari itu bisa samar2, KENAPA COBA ? Ya simpel aja, waktu dosen korupsi 20000 rupiah trus dimakan sendiri/ga bagi2 pasti banyak yg ribut, tp waktu pejabat2 polmed melakukan hal yg sama dengan jumlah yg lebih besar banyak kan yg kebagian termasuk yg diatas itu tadi, jadi ya sapa yg mo ribut coba?
    klo pun ada yg ribut2 pasti yg ga kebagian, sekarang coba tanya ada ga orang yang dah kebagian trus mengaku dosa dan mengungkapkan kasusnya sendiri……………………..
    klo qt blm kaya wajar2 aja klo qt korupsi biar qt kaya tp klo dah kaya ingat dong dr mn kekayaan itu, jd klo dah kaya masih korupsi itu baru kurang ajar, tapi klo korupsi, trus kaya, trus beramal buat org2 yg blm kaya biar jd kaya, itu kan positif jg, jd klo mo korupsi ya korupsi aja tp harus jelas tujuannya ke depannya seperti apa, klo negatif pasti ancur ditengah jalan, nah klo positif pasti diberkati ama YANG DIATAS. AMIN.

    X-CORRUPTOR

    PEACE

  3. Tanggapan Abdi:

    gawat……..gawat…….
    polmed emang is the best dgn korupsinya…
    jgn-jgn uang kompensasi mahasiswa juga dikorupsi………
    ganti aja nama polmed dengan polkup(Politeknik korupsi)…
    masa’ sich perguruan tinggi menjadi lahan korupsi…
    so…..mahasiswa nya merupakan bahan untuk korupsi jg….
    BASMI yang nama nya KORUPTOR………
    bila perlu BAKAR……………..
    MERDEKA…………….MERDEKA
    Aktivis

  4. Tanggapan Darmawan Akuntansi98:

    bah….
    POLMED yang dulu sangat kami banggakan dan bersih dari segala korupsi, kini dah mulai tercoreng dikhalayak publik. kami selaku alumni sangat malu rasanya.
    mohon……. perbaiki kembali apa yang salah dan kembali lagi kemasa masa yang jaya seperti dulu. bravo… POLMED

  5. Tanggapan fredy:

    weeee….kurang banyak apa pejabat dapat gaji and bonus

    masah sich….korupsi…

    pikir dunk…

  6. Tanggapan cezy 05:

    ayuh brantas korupsi di polmed sampai ke akar - akar ya. jgn beri ruang dan waktu bagi orang yg tidak memikirkan nasib orang lain.
    Buat para koruptor di polmed jangan memperkaya diri melalui dunia pendidikan. pikirkan anak didik mu , ingat kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa, jgn coret dan buat kotor gelar itu.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Peserta SPMB Diimbau Tinjau Lokasi Ujian
Artikel selanjutnya :
   » » Warga Sima Jawar Resah, Anugrah Beton Cuek