Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
28
Jun '07

Meyer Silaban: Sales Perlu Memanfaatkan Penolakan


Sejumlah strategi serta terobosan patut untuk terus dicari dan dikembangkan mereka yang berprofesi sebagai sales. Sehingga ia mampu untuk menjual produk dengan tanpa penolakan. Hal ini terungkap dalam training bertajuk Breaking The Rejection, Kamis (28/6) di Hotel Bahari Inn Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kota Tegal dengan didukung Harian Pagi Radar Tegal yang menghadirkan seorang narasumber yang kompeten di bidang ini, Meyer Silaban.

Menurutnya, menjadi seorang penjual atau sales merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Pasalnya, dibutuhkan mental yang kuat serta strategi yang jitu untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang ditawarkan. Lebih lanjut dijelaskannya, dalam hal ini sales diharapkan bisa mendobrak dan memanfaatkan penolakan, sehingga ia mampu menjadi penjual tanpa tolak. “Langkah ini bisa kita lakukan bila kita bisa menguasai dan memahami karakteristik orang yang kita hadapi, diitambah dengan semangat untuk mencintai pelanggan secara profesional.

Karena pelanggan yang telah jatuh cinta kepada apa yang kita tawarkan, pasti akan berkata ‘ya’,” tandasnya. Dalam materinya, Meyer Silaban juga membagi karakter orang menjadi beberapa bagian atau kategori. Di antaranya, karakter sanguin yang mempunyai ciri mudah bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, memiliki jiwa entertaint, serta mudah bergaul. “Karakter seperti ini biasanya dimiliki oleh artis, public relation, serta mereka yang bergelut di dunia entertaint atau hiburan,” ujarnya. Adapula karakter yang dikategorikan sebagai melankonis, yang mempunyai ciri sedikit tertutup, mudah menaruh rasa iba atau kasihan kepada orang lain, serta pendiam.

Karakter seperti ini, menurut Meyer Silaban, biasanya dimiliki mereka yang bekerja di balik meja atau lebih banyak bekerja sendirian. “Karakter yang ketiga adalah kolerik, dengan ciri-ciri mempunyai gengsi tinggi yang tidak bisa dilawan dirinya sendiri, mau menang sendiri, mudah marah, serta sedikit cerewet. Karakter ini biasanya dimiliki oleh bos atau pimpinan yang memiliki karyawan atau anak buah,” urainya. Pengetahuan akan karakter seseorang atau calon konsumen tersebut, menurutnya, patut untuk diketahui tenaga penjual.

Karena, setelah mengetahui dengan jelas karakter orang, maka seorang penjual bisa melakukan strategi sebelum dia menawarkan atau menegosiasikan tentang produk yang akan mereka tawarkan, sehingga bisa tepat sasaran. Meyer Silaban juga memaparkan tentang langkah atau strategi yang harus dimiliki seorang penjual. Dan untuk memberikan gambaran secara nyata, di hadapan seluruh peserta Meyer Silaban menyuguhkan sebuah film tentang perjuangan seorang sales deterjen yang memiliki tubuh cacat bernama Bill Potter. “Di sini peserta bisa melihat secara nyata bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila kita mau berusaha. Tapi, tentunya dengan strategi yang tepat.

Inti dari film ini adalah menggambarkan perjuangan seorang sales yang memilki cacat tubuh, yang akhirnya menjadi seorang penjual yang handal. Sehingga ia dengan mudah menawarkan produk kepada pembeli (konsumen, red),” terangnya. Sejumlah peserta dalam sessi dialog juga banyak yang melontarkan menanyakan tentang bagaimana menjadi seorang penjual agar tidak ditolak sebelum cmenawarkan produknya. Menyikapi lontaran pertanyaan tersebut, Meyer Silaban menuturkan, produk apapun yang dijual, bila tenaga penjual bisa menguasai dan memahami karakteristik pembeli yang sedang dihadapi, maka ia akan bisa dengan mudah menguasai keadaan. Sehingga pembeli tersebut mau membeli produk yang ditawarkan.

“Intinya adalah bagaimana kita bisa menguasai dan memahami karakter orang yang kita hadapi. Bila itu berhasil kita kuasai, maka secara emosional kita berada di atas mereka. Dan ketika kita menawarkan produk yang kita jual, maka mereka kan mudah untuk menerima. Bila kita mendapat penolakan, jangan pernah meyerah. Karena penolakan yang diartikan dengan baik akan menjadi semangat, dan secara tidak langsung kita bisa mengetahui karakteristik orang yang sedang kita hadapi. Dan kita bisa mencobanya lagi,” jelasnya.

Sumber : (cw5) Radar Tegal


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Meyer Silaban: Sales Perlu Memanfaatkan Penolakan”

  1. Tanggapan Rn.sutoto:

    Memang benar, momok utama kegagalan seorang sales karena “frustasi sering ditolak” sehingga membuat patah smangat. Breaking the Rejection ini salah satu solusi untuk mengantisipasi penolakan client/customer yang akhirnya seorang sales dapat mendobrak dan memanfaatkan penolakan untuk berhasil menjual. Suatu motivasi yang baik untuk membangun kepercayaan diri seorang sales. Dan beruntung walaupun baru kulitnya saya sempat mengikuti seminar beliau. Bravo bang meyer….

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pensiunan Telkom Tuntut Revisi Keputusan Direksi
Artikel selanjutnya :
   » » Minister accused of public betrayal