Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
27
Jun '07

Atur Perilaku Warga


Bisa Pengaruhi Kualitas Air Sungai

Jika tak diantisipasi sejak awal, perilaku warga sangat berpotensi merusak kondisi sungai. Berbagai aktivitas warga itu bisa memengaruhi kualitas air kali.

Itu ditunjukkan oleh penelitian Sudarmadji, dosen kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair). Dia menunjukkan, sekitar 40 persen bahan pencemar sungai berasal dari limbah domestik warga yang berdiam di kawasan sungai. Limbah itu berasal dari buangan dapur, kamar mandi, dan sampah.

Sebagian besar sampah yang dibuang itu adalah bahan organik. Secara langsung, itu menurunkan kualitas air. Sebab, mikroba dalam sungai menguraikan zat organik tersebut. Mikroba tersebut memerlukan oksigen. Artinya, kian banyak bahan organik yang dibuang, kian sedikit kandungan oksigen dalam sungai. “Kehidupan makhluk hidup dalam sungai terancam. Sungai pun tidak layak lagi menjadi bahan baku air minum,” ujarnya. Padahal, salah satu sumber bahan baku air minum di negara ini adalah air sungai.

Selain itu, tinja menjadi salah satu limbah domestik yang sangat infectious (sangat cepat membuat infeksi). Air yang tercemar tinja menyebabkan berbagai penyakit. Misalnya, gangguan pencernaan, penyakit kulit, dan penyakit mata. Penyakit itu bisa menjangkiti warga yang memakai air sungai sebagai bahan baku air minum atau mandi.

Togar Arifin Silaban, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Surabaya, mengatakan bahwa saat ini nyaris semua sungai di Surabaya tercemar limbah domestik. Sebab kebanyakan warga yang berdomisili di daerah bantaran sungai mengalirkan limbah kamar mandi dan membuat saluran drainase langsung ke sungai. Bahkan hingga kini masih ada warga yang memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk mencuci, mandi, dan buang air besar. “Jika tidak segera diantisipasi, ini dapat menjadi lebih parah. Pelanggar peraturan yang menyebabkan pencemaran harus ditindak tegas,” katanya.

Menurut Perda nomor 4 tahun 2000 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan atau Kebersihan, orang yang membuang sampah, tinja di sungai, selokan berm, dan tempat umum lainnya akan diancam hukuman pidana kurungan 3 bulan atau denda Rp 5 juta. Namun, hingga saat ini tampaknya tak ada orang yang dipenjara karena berak di sungai.

Untuk mencegah semakin buruknya kualitas air sungai, Dr Ririh Yudhastuti drh MSc, ahli kesehatan lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, menyatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan warga. Misalnya, setiap rumah di daerah stren kali harus memiliki saluran drainase dan pengolahan air limbah domestik. Itu seperti yang dilakukan warga Pakis. Mereka membuat saringan limbah domestik dari pot bunga yang dilengkapi pasir dan batu bata sehingga limbah domestik tidak mencemari sungai di wilayah mereka.

Selain itu, Ririh juga mengatakan agar setiap pabrik di sekitar sungai diwajibkan memiliki instalasi pengolahan air limbah. Penggelontoran air sungai untuk mengurangi kepekatan polutan juga harus dilakukan dengan berkala.

Perilaku warga menjaga kebersihan sungai diapresiasi di kompetisi Surabaya Green and Clean 2007. Daerah sungai yang bebas dari jamban terapung, bersih, asri, dan hijau akan mendapat penghargaan khusus, Bantaran Sungai Award.

Selain itu sejumlah uang tunai juga diberikan pada kampung yang memiliki daerah pesisir sungai terbaik. Itu untuk mendukung kelangsungan program perbaikan bantaran sungai tersebut. “Semoga dengan Bantaran Sungai Award ini, mereka terus melakukan kegiatan positif yang selama ini dijalankan,” kata Nunuk Maghfiroh, Ketua Harian Program Surabaya Green and Clean 2007.

Sumber : (cie) Jawa Pos, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Komplotan Perampok Bersenjata Antarprovinsi Dibekuk
Artikel selanjutnya :
   » » Gapenta Gelar Lomba Band Remaja se-Sumut