Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
18
Jun '07

100 Tahun Wafatnya Raja Sisingamangaraja XII


Presiden Tidak Hadir, Menko Polhukkam Tandatangani Prasasti Pemugaran Istana Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII

Seratus tahun wafatnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII diperingatidi Bakara Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Minggu (17/6) ternyata Presiden SBY tidak hadir seperti diiklankan Panitia. Namun peringatan itu dihadiri Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Widodo AS sekaligus menandatangani prasasti pemugaran Istana Sisingamangaraja XII. Presiden SBY yang direncanakan hadir dalam peringatan itu tidak jadi datang karena sedang berada di Bali dalam acara pembukaan pesta kesenian Bali dalam rangka aktualisasi kepahlawanan menuju kesejahteraan rakyat.

Sambutan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang dibacakan Widodo AS mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Termasuk jasa Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di tanah Batak. Raja Sisingamangaraja XII lahir dan wafat di tanah Batak, perjuangannya tidak hanya meliputi wilayah Sumut namun sampai ke daerah Aceh. Dengan perjuangan yang tidak kenal lelah dengan dukungan kuat dari tokoh-tokoh kerabat perjuangannya, tekad perjuangan Raja Sisingamangaraja XII penuh perjuangan panjang dan berkesinambungan melawan penjajah. Harapan bangsa Indonesia ke depan, sebagai generasi penerus mari kita lestarikan budaya-budaya peninggalan sejarah para pahlawan nasional.

Perjalanan hidup Raja Sisingamangaraja XII sangat sarat dengan nilai-nilai kejuangan serta merupakan sosok yang memiliki komitmen yang tinggi. Beliau tidak pernah takluk dengan berbagai tawaran kerjasama yang menggadaikan prinsip-prinsip kehidupannya. Dalam melakukan gerakan perjuangannya, Sisingamangaraja XII telah menunjukkan sebuah model kepemimpinan yang mampu mengayomi, melakukan komunikasi, mengkordinir dan mempersatukan berbagai potensi latar belakang, suku bangsa, agama dan kekuatan lokal menjadi kekuatan yang lebih besar. Tercatat bahwa wilayah perjuangannya tidak hanya di wilayah Sumut saja namun juga sampai ke wilayah Aceh dan Sumatera Barat. Bahkan beberapa panglima Raja Sisingamangaraja XII adalah orang-orang yang berasal dari suku Aceh. Sejarah nasional Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kronik-kronik sejarah lokal yang satu sama lain terjalin ke dalam etos nasionalisme, tumbuhnya kesadaran untuk hidup bersama dalam suatu bangsa Indonesia.

Gubsu Drs Rudolf M Pardede dalam sambutannya mengatakan Raja Sisingamangaraja XII sebagai Pahlawan Nasional telah banyak berkorban demi kemerdekaan Indonesia yang patut dicontoh oleh generasi muda, baik masa kini maupun masa yang akan datang. Perjuangan Sisingamangaraja XII sangat bernilai tinggi bagi bangsa Indonesia. Kemudian perjuangan Sisingamangaraja XII merupakan aset yang berharga dan milik bersama pemerintah yang menghayati jasa pahlawannya. Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing juga memberikan kata sambutan dalam rangka mengenang 100 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII.

Dalam kesempatan itu, Ir Akbar Tanjung selaku Ketua Dewan Penasehat Panitia menyumbangkan Rp150 juta untuk pembangunan pemugaran Istana Sisingamangaraja XII di Bakara. Kemudian Menteri Sosial Rp100 juta ditambah 10.000 batang bibit pohon mahoni untuk pelestarian kawasan Danau Toba.
Rombongan Menkopolhukam tiba di Baktiraja sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan kapal dari Balige, disambut tokoh-tokoh masyarakat dan keturunan Sionom Oppu diiringi gondang sabangunan.

Kemudian sebagai ungkapan terimakasih, tokoh-tokoh masyarakat dipandu Ketua LADN Humbahas TN Nainggolan memberikan seperangkat pakaian kebesaran adat Batak kepada Menkopolhukam.
Turut hadir dalam peringatan 100 tahun wafatnya Sisingamangaraja XII di Bakara Kecamatan Baktiraja Humbahas antara lain Letjend (Purn) TB Silalahi, Mahadi Sinambela, Chairuman Harahap SH MH, DR Anton Sihombing, Ketua BPK Anwar Nasution, Dirjen Pemberdayaan Sosial Prof Gunawan, anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MH, Tatang, Drs HN Serta Ginting, Gubsu Drs Rudolf M Pardede, Ketua DPRDSU Abdul Wahab Dalimunthe SH, Pangdam I/BB Mayjen J Suryo Prabowo, Pimpinan Pondok Pesantren Al-kautsar Tuan Syaech Ali Akbar Marbun, Drs SIS Sihotang. Tampak juga hadir Bupati Taput Torang Lumbantobing, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus MBA, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Bupati Pakpak Barat, Wakil Bupati Tobasa Ir Mindo Tua Siagian MSc, Ketua DPRD Humbahas Bangun Silaban SE, Syamsul Sianturi SH dan lainnya. Selain itu peringatan tersebut dihadiri Civitas Akademika UNITA, serta ribuan masyarakat dari berbagai lapisan.

Sumber : (T10/m) Harian SIB, Doloksanggul


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Govt to issue decree on fiscal power-sharing
Artikel selanjutnya :
   » » Depdagri Akan Ubah DAU [Dana Alokasi Umum]