Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
13
Jun '07

Spesialis Pencuri Sarang Walet Digulung


Polsek Lubukpakam berhasil meringkus kawanan spesialis pencuri liur (ludah) burung walet di kediaman Tina (33 tahun) warga Jalan Bakti I Desa Sekip Lubukpakam, Senin (11/6) sekitar pukul 09.30 WIB.

Informasi dihimpun Global, Selasa (12/6), dari lokasi penangkapan, pagi itu Tina kedatangan lima pria. Dari kelimanya, Tina hanya mengenal 2 orang, yaitu Er (28) warga Pasar I Marelan, Medan dan DC alias Ac (25) warga Jalan H Adam Malik Rantauprapat. Tak lama setelah kedatangan kelimanya, petugas melakukan penggerebekan di kediamannya.

“Saya sama sekali tidak tahu menahu ada persoalan apa dengan kelimanya. Pada waktu penggerebekan, aku lihat petugas yang memakai baju preman membawa tas plastik warna biru,” ucap ibu beranak tiga itu seraya menambahkan, saat penggerebekan, ibunya Jumsiah sempat pingsan karena terkejut.

Belakangan diketahui ternyata penangkapan yang dilakukan petugas terhadap kelima tamunya itu terkait kasus pencurian liur burung walet di daerah Limapuluh Asahan. Hal itu diketahui Tina saat petugas menginterogasi para tersangka. Selain Er dan DC, tiga tersangka lainnya yakni, Sy (27) warga Delitua serta dua warga Limapuluh, FTH (32) dan JN (23).

Menurut JN, salah seorang tersangka yang sempat diwawancarai Global, kemarin di Polsek Lubukpakam, mereka berangkat ke Lubukpakam untuk menjual liur burung walet seberat 2 kg yang dikemas dalam kantungan plastik warna biru. Mereka menjual sarang walet ke Lubukpakam, karena harganya lebih tinggi dibandingkan kalau mereka menjualnya di Limapuluh.

JN menduga kalau mereka dijebak rekannya Wawan yang menyebutkan harga di Lubukpakam lebih tinggi. “Ternyata bukan uang yang kami dapat, malah kami berlima ditangkap polisi,” ujarnya
Di hadapan petugas, kelimanya mengaku membongkar rumah bertingkat dua di Limapuluh dan berhasil membawa 2 kg liur burung walet. Kelimanya sempat berangan-angan bakal mendapatkan uang Rp 30 juta dari hasil penjualan sarang burung walet itu.

Kapolsek Lubukpakam AKP J Silaban ketika dikonfirmasi Global melalui Kanit Reskrim Iptu Dedi J Harahap mengatakan, mereka menerima informasi dari warga kalau di lokasi tengah berlangsung transaksi narkoba jenis ganja sebanyak 5 kg. Mendapat informasi tersebut, Kanit Reskrim bersama anggotanya segera turun ke TKP dan langsung melakukan penyergapan.

Ternyata saat disergap, mereka bukan sedang bertransaksi narkoba, tapi sedang berencana menjual liur burung walet. “Dua orang saat penggerebekan berhasil kabur, yang keduanya merupakan warga Lubukpakam dan sudah diketahui identitasnya,” kata Dedi.

Sumber : (Johan) Global, Lubukpakam


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.