Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
10
Jun '07

Warga Stop Backhoe di Pasar Raya Cibeureum


Eks warga RW 22 Kel. Cibeureum, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, menghentikan kegiatan backhoe yang meratakan tanah dan rumput di lokasi yang akan dibangun Pasar Raya Cibeureum, Sabtu (9/6). Warga menolak aktivitas apa pun di tanah yang pernah mereka tempati, sebelum tuntutan ganti rugi bangunan rumah mereka yang dieksekusi dipenuhi.

Tuntutan itu disampaikan belasan warga eks RW 22 Cibeureum, ketika menghentikan aktivitas pekerja yang diperintahkan oleh Panitia Peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ke-6 Tingkat Kel. Cibeureum, di eks tanah sengketa Cibeureum, di seberang Percetakan Advent, Cibeureum.

Warga sempat perang mulut dengan panitia serta petugas babinsa yang memantau kegiatan tersebut. Kemarahan mereka dipicu masuknya backhoe ke lokasi PRC sejak Jumat (8/6) malam.

Menurut warga, di antaranya eks Ketua RW 22 EdiRukman Nurhakim, Silaban, Agus Totok, dan Ny. Lilis, mereka menduga, kegiatan tersebut sebagai pembuka untuk melaksanakan pembangunan PRC.

Menurut Panitia Peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ke-6 Tingkat Kel. Cibeureum, Narto, mereka hanya meminjam tempat di lokasi PRC, untuk acara “Pagelaran Seni Wayang Golek Asep Sunandar Sunarya” yang digelar 17 Juni, untuk memperingati Hari Jadi Kota Cimahi Ke-6 Tingkat Kel. Cibeureum.

Namun, warga mengatakan, tidak pernah diberi tahu tentang pagelaran seni yang akan diselenggarakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Cibeureum. “Jadi, selesaikan dulu hak-hak kami. Kalau itu sudah selesai, mangga, mau dipakai apa pun, kami tidak akan menghalangi,” ujar Lilis.

Edi mengatakan hal senada. “Masa untuk acara wayang golek saja harus menggunakan lahan seluas 2,9 ha? Ini kan aneh?” katanya.

Warga, berencana demo di lokasi itu, Senin (11/6), menuntut Pemkot Cimahi dan pengembang segera memberikan ganti rugi terhadap warga. Apalagi, pemerintah bersama PT Lingga Buana Wisesa (LBW) akan membangun PRC dan terminal di tanah tersebut.

Menyikapi itu, Narto mengatakan, mereka hanya pinjam tempat ke Pak Idris (PT LBW, -Red.). “Yang punya hajat pun, bukan pemkot. Tapi, LPM Cibeureum. Jadi, acara ini sama sekali tidak dibiayai oleh pemkot atau kelurahan. Tapi, oleh sponsor,” katanya.

Selain mendapat izin dari pemilik tanah, menurut Narto, panitia telah mengantongi izin dari muspika dan muspida setempat. Karena itu, mereka meratakan tanah dan membabat rumput di sana. Apalagi, di lokasi itu terdapat ular yang sering dikeluhkan warga setempat.

Ia meminta maaf kalau panitia belum memberitahu rencana tersebut kepada eks warga RW 22 Cibeureum, karena tidak mengetahui alamat warga atau pun eks Ketua RW 22 Cibeureum.

Sumber : (A-136) ***  Pikiran Rakyat, Cimahi


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.