Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
7
Jun '07

Adipura Langsung Diarak Lemah di Sungai, Pasar, dan TPA


Sebagai metropolitan, warga kota Surabaya patut berbangga. Karena, di tengah hari jadinya yang ke-712 ini Surabaya mendapat penghargaan Adipura bidang kebersihan dan lingkungan hidup 2007. Tidak hanya itu, kota Surabaya juga mendapat anugerah Kalpataru 2007 kategori pengabdi lingkungan yang diraih oleh Sudarno, warga Jl. Kutisari Utara II C Nomor 10, sekaligus mendapat penghargaan Adiwiyata untuk SD Kristen Santa Theresia yang memiliki wawasan lingkungan sangat tinggi.

Karena itu wajar jika setelah diberikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/6) kemarin, Piala Adipura langsung diarak keliling kota. Bahkan, Walikota Bambang DH, sambil nunggang reog meneriakkan penghargaan itu sebagai hasil usaha bersama antara Pemkot dengan warga kota. “Penghargaan ini merupakan hasil jerih payah seluruh warga kota. Jadikan ini sebagai modal pemacu semangat seluruh warga untuk terus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” tuturnya seusai pawai. Hanya saja masih ada ganjalan jika melihat perolehan nilai yang dikumpulkan kota Surabaya. Bayangkan saja, meski program penghijauan dan kebersihan digeber begitu gencar, Surabaya masih termasuk dalam kategori sedang.

“Nilai Surabaya memang belum baik. Berkisar antara 61-70,” ujar Drs H Satrijo Wiweko dari LSM Sahabat Lingkungan yang menjadi salah satu tim penilai Adipura.
Dituturkannya, dalam penilaian kali ini Surabaya hanya memiliki potensi di sisi kebersihan jalan, taman kota, dan komposting oleh warga. Sedangkan untuk penilaian yang cukup signifikan seperti masalah kebersihan pasar, kebersihan sungai serta tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, nilai masih buruk. “TPA kota Surabaya masih kalah jauh dengan TPA Kabupaten Jombang. Ini perlu penanganan bersama dari seluruh elemen perkotaan. Jika tidak, bisa jadi nilainya akan menurun,” imbuhnya.

Menanggapi masalah tersebut, Bambang DH berjanji akan memperbaikinya secara bertahap. “Mengenai masalah sampah memang masih banyak kendala. Namun, akan kita perbaiki secara bertahap,” katanya.
Untuk diketahui, penghargaan Adipura ini merupakan penghargaan kedua yang diraih Surabaya setelah penilaian atas kebersihan kota di Indonesia itu terhenti pada 1998. Sedangkan saat diaktifkannya kembali penilaian itu pada 2005 kota Surabaya gagal memperolehnya.

Komitmen Lingkungan
Ir Togar A Silaban, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Pemkot, menambahkan, tentang penghargaan Adiwiyata yang diberikan kepada SDK Santa Theresia Surabaya, hal itu karena sekolah itu memiliki komitmen dan peduli lingkungan di sekolahnya. Hampir di setiap sudut sekolah diberi tanaman bunga. Lingkungan sekolah dibuat se-asri mungkin.
Menurutnya, SDK itu juga sudah sering menjadi pemenang lomba lingkungan dan menerima penghargaan masalah lingkungan.

Diantaranya, tiga kali menjadi juara umum masalah lingkungan tingkat SD se-Surabaya, mendapat piagam penghargaan pelestarian alam sekolah dari UNEP PBB tahun 2002 dan lainnya.
Sedangkan penghargaan Kalpataru diraih Sudarno warga Tenggelis. Sudarno memperoleh penghargaan ini, setelah banyak melakukan kegiatan yang terkait dengan masalah kebersihan lingkungan.
Diantaranya, mengolah sampah an-organik dijadikan batem atau batako berisi sampah plastik sebagai pengganti batu merah, penelitian penjernihan air lindi dengan lumpur ajaib, penelitian penjernihan air limbah domestik dengan lumpur ajaib, sosialisasi tentang Surabaya menuju pengelolaan sampah mandiri.

Sementara, tentang nilai penghargaan sampai sekarang belum diterima Pemkot. Nilai hasil penilaian masih ditangan tim penilai pusat, sehingga Pemkot sendiri belum mengetahuinya. “Memang tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Benowo dan sejumlah pasar sempat membuat nilai lingkungan kota ini merosot, tapi setelah itu dilakukan perbaikan, sehingga Surabaya bisa meraih Adipura lagi,” kata Togar.

Sumber : (azz) Duta Masyarakat


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » 7 Daerah Rawan Flu Burung
Artikel selanjutnya :
   » » Gubsu Soroti Papan Reklame yang Ganggu Hak Pejalan Kaki di Medan