Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
28
Mei '07

Uskup Agung Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pastoran St Petrus Medan Timur Bernilai Rp 775 Juta


H Syamsul Arifin SE DiulosiUskup Agung Medan Mgr AGP Datubara OFMCap mangulosi dan berikan cenderamata kepada Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE pada acara Pesta Peletakan Batu Pertama Pembangunan Biara Pastoran Paroki Santo Jalan Pelita V Medan Timur, Minggu (27/5).(Foto SIB/Jhon Manalu)

Uskup Agung Medan Mgr AGP Datubara OFM Cap melakukan peletakan batu pertamapembangunan Biara Pastoran Paroki Santo Petrus Jalan Pelita V Medan Timur bernilai Rp 775 juta, Minggu (27/5). Dengan selesainya pastoran yang ditargetkan akhir tahun 2007 itu diharapkan nantinya pelayanan kepada umat di Medan Timur lebih baik dan efektif.

Peletakan batu pertama itu diawali dengan kebaktian raya dilanjutkan pesta pembangunan mengumpulkan partisipasi spontan jemaat dan undangan lainnya. Acara itu dihadiri Pastor Benyamin Purba OFM Cap, Pastor Paroki Anselmus Mahulai, OFM Cap, Pastor Paulinus M Simbolon OFM Cap dan Pastor Josef Rajagukguk, Ketua Panitia Ir Sulaiman Purba, Sekretaris Ir Leo Simanjuntak, para tokoh jemaat di antaranya mantan Kepala Stasiun Televisi Medan Gunawan Ginting (sekarang Kepala TVRI Pontianak). Hadir Kadis Perikanan dan Kelautan Josef Siswanto mewakili Gubsu Drs Rudolf Pardede serta undangan yang bagi jemaat dianggap cukup akrab, Bupati Langkat H Syamsul Arifin yang juga ikut memberi sumbangan dan Paulus Tamie.
Uskup Agung Mgr AGP Batubara OFM Cap usai melakukan peletakan batu pertama mengatakan, kalau umat sudah sehati seiman, sesuai iman yang dianugerahkan Roh Kudus maka sesuatu rencana yang besar sekalipun bisa direalisasikan meski dengan segala kesederhanaan para jemaat.

Ia mengambil contoh para Rasul yang terdiri dari orang sederhana yakni penangkap ikan. Karena sehati sejiwa dan keyakinan atas anugerah Kristus maka tak seorangpun yang kekurangan. “Dan itu adalah suatu kesaksian terhadap Kristus yang dibunuh dan disalibkan bahwa dia sungguh-sungguh hidup dan mengutus Rohul Kudusnya untuk menghibur dan mengingatkan untuk melaksanakan cinta kasih. Ini bisa dibangun berkat semangat menggebu-gebu dibantu oleh saudara seiman darimanapun, yang tidak mungkin menjadi mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan biara pastoran yang terdapat rumah tinggal pastor itu untuk memberi pelayanan yang lebih baik dan lebih dekat kepada umat yang saat ini jumlahnya semakin bertambah
Gubsu Rudolf Pardede dalam sambutannya dibacakan Kadis Perikanan dan Kelautan Josef Siswanto yang kebetulan juga umat gereja Santo Petrus berharap, pembangunan biara pastoran itu hendaknya menjadi pendorong semangat persatuan dan kesatuan jemaat dan masyarakat pada umumnya.
Pemerintah katanya, sangat berbesar hati melihat antusias masyarakat dalam membangun sarana ibadah dan fasilitas keagamaan. Tapi pembangunan pisik atau sarana diharapkan juga bisa diikuti pembangunan mental spritiual demi perbaikan akhlak anak bangsa. Kalau ini tidak dilakukan maka katanya pembangunan itu tidak bermanfaat.

Sementara itu Bupati H Syamsul Arifin SE yang didaulat untuk berbicara di podium mengatakan, dirinya merasa bersyukur bisa berkumpul bersama umat Katolik Santo Petrus yang beberapa jemaatnya cukup akrab dengannya selama ini. “Saya sering berpidato di hadapan ribuan orang. Jajaran saya di Langkat saja ribuan orang belum lagi di organisasi politik. Tapi saya merasakan kebanggaan luar biasa bisa menyapa dan tertawa bersama jemaat di sini,” ujarnya merendah.
Ia lagi-lagi mengatakan, dirinya dekat dengan orang Batak dan Nasrani. Syamsul Arifin juga menceritakan bagaimana ia diangkat menjadi anak keluarga Silaban dan baru-baru ini berkunjung ke tanah asal masyarakat Batak di Sianjur Mula-Mula Samosir.

Dalam hubungan dengan warga Katolik, Syamsul juga menceritakan bagaimana ia semasa tokoh pemuda di Langkat ikut memberi dukungan agar pembangunan Gedung Serbaguna cikal bakal Gereja Katolik sekarang ini di Langkat terus maju meskipun saat itu ada kendala dari pemerintah saat itu.
Syamsul pun mengatakan, karena suasana pesta pengumpulan dana pembangunan biara, dirinya pun akan menyumbangkan dana dari pribadinya. “Saya tidak etis menyebut angka, tapi yang jelas biarlah itu bisa ikut membantu panitia dalam mengumpulkan dana penyelesaian pembangunan itu,” ujarnya.

Sumber : (M-17/B5/n) Harian SIB, Medan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Uskup Agung Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pastoran St Petrus Medan Timur Bernilai Rp 775 Juta”

  1. Tanggapan leo simanjuntak:

    trimakasih atas pemuatan berita peletakan batu pertama Biara Pastoran paroki St.Petrus Medan Timur, sangat singkat padat dan berisi,ada kelupaan nama yakni Ketua Dewan Paroki St.Petrus Medan Timur Sdr.Drs.H.Sigalingging,M.Pd tidak dimuat.Tks

  2. Tanggapan pakpahan:

    mudah mudahan anda menang bozz,tp ingat janji sejahterakan rakyat,bangun sumut,krn aku yakin bang syamsul busa…..kudukung kau bang….km yg dijakarta

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.