Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
26
Mei '07

Drs H Syamsul Arifin Bantah Dirinya Diberi Gelar Raja Batak



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Ketua Umum PB MABMI Drs H Syamsul Arifin menegaskan dirinya tidak ada menerima penabalan ataupunpenganugerahan gelar Raja Batak dari pihak mana pun. Dirinya memang ada mengunjungi daerah Pusuk Buhit Sianjur Mulamula untuk berziarah dan disambut sangat akrab oleh masyarakat setempat.
“Oleh tokoh adat Ompung Limbong saya diulosi dan didoakan, bukannya diberi penganugerahan Raja Batak. Itu tidak mungkin terjadi karena tokoh adat di sana tidak mungkin memberikan gelar seperti itu dan saya pun tidak mungkin mau menerima gelar Raja Batak,” kata Drs H Syamsul Arifin kepada SIB, Jumat (25/5) di Medan.

Dikatakan, kunjungannya ke daerah Pusuk Buhit merupakan keinginan dirinya pribadi yang sudah sejak lama diniatkannya. Soalnya, ia sejak 1971 telah diangkat sebagai anak oleh salah seorang polisi bermarga Silaban. Bahkan, dalam Kartu Keluarga Silaban tersebut dirinya tercantum sebagai anak.
Saat menjelang menikah pada 1974, dirinya secara resmi dinobatkan bermarga Silaban. Istrinya juga secara resmi ditabalkan menjadi Boru Simbolon.

Dengan kenyataan itulah, ia sejak lama ingin mengenal lebih jauh tentang asal-usul orang Batak termasuk untuk mengunjungi Pusuk Buhit yang disebut-sebut merupakan asal orang Batak.
“Jadi kunjungan saya itu sebagai keinginan pribadi untuk melihat langsung daerah Pusuk Buhit dan tidak ada pemberian gelara Raja Batak,” tegasnya.

Syamsul juga menyatakan keheranannya mengapa kemudian diberitakan dalam kunjungannya itu ia ditabalkan menjadi Raja Batak. “Siapa yang memberikan gelar itu?”, ungkapnya dengan penuh keheranan.
Selain itu, kunjungan dirinya sebagai Ketua Umum PB MABMI ke daerah Pusuk Buhit merupakan perlambang penghormatan dan komitmennya untuk membangun kebersamaan etnis di daerah ini. Perlu diketahui, bahwa Syamsul Arifin ditabalkan menjadi Raja Batak diberitakan beberapa koran di Medan.

Sumber : (M13/M3/M16/M17/u) Harian SIB, Medan


Ada 5 tanggapan untuk artikel “Drs H Syamsul Arifin Bantah Dirinya Diberi Gelar Raja Batak”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Meminjam istilah Gus Dur, “GITU AJA KOK REPOT”.
    Kenapa banyak yang kebakaran jenggot??. Dalam masyarakat Batak terminologi RAJA itu kan hal yang biasa. Coba saja lihat:
    “RAJA ni hula-hula”, “Di hamu RAJA ni boru nami”. “Mauliate ma RAJA nami” dll.
    Jadi ketika Syamsul Arifin ke Pusuk Buhit, bukan hal aneh kalau tokoh disekitar Pusuk Buhit memanggilnya “Raja Nami”, atau bahkan RAJA BATAK.
    Karena terminologi RAJA dalam masyarakat Batak sangat jauh dengan terminologi KERAJAAN, yang berarti mempunyai kuasa atau wewenang.
    Jadi tak usahlah repot-repot orang-orang itu, jangan hasbis enerji untuk hal yang tak perlu.
    Jangan-jangan koran aja yang bikin sensasi biar laku korannya.

  2. Tanggapan ND HUTABARAT:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Dh,
    BAHAN KONVWERGENSI DAN INSENTIP
    .
    kepaDa SB dan Pak Drs H Syamsul Arifin
    telah menjelaskan info autentik.
    .
    Generasimudasegarpenerus Civitas Akademika terutama Batak perlu intensip segerakan membikin memformulasi IT SS ILmiahteknologi Sekular Sakral Mitahir Ensiklpedi Batakologi.
    .
    Batak sebagai Penduduk Indonesiatua Melayutua Protomalayu di Sumatera Utara, tiba sejak 3 ribu tahun sM dalam
    migrasi gelombang kedua Penduduk Asia dari Kelomppok Generasi Manusia Moderen Homo Sapiens Sapiens (Mm Hss) di Timteng Mesopotamia berakulturasi dengan Bangsa Tuhan ATS (Agama Tuhan Satu) terahir Adam-Hawa 4004 sM dan Tatanan 10 Hukum Musa 1491 sM (Erzbishop Usher Bibliotik London 1997 Cerakan Jerman 19999) terutama Batak Tatanan KBP KUlturbuda-yaperadaban DNT Dalihan Na Tolu, Batak Penyembah Tuhan Mulajadinabolon juga nama Debata Jahowa (Bibel/Quran) diterima dari Barat bersamaan menrrima Hidup Metode IT SS yang dipakai Barat mentest Pengalaman Empiri Hidup mereka ratusan ribuan tahun, Tuhan itu Abadi, Pencipta Alam Semesta, dan Batak dasar pikir konsep unitarial, masyarakat marga 3 kelompok DNT Dalihan Na Tolu, Nikah Antarmargaluar tidak Incest, Pribadi satus wibawa Raja Pelaku ADAT Tatanan hidup sdm sda sdt, tanpa meligitimasi kasta dan monarki, tetapi DNT demokrasi natural dijabarakan moderen misal NKRI dan Dunia. Batak tak meligitimasi Monarki dan Kasta, beda Jawa dengan Hinduisme Buddhisme Kejawen, dan Bali hanya Hinduisme, keduanya legitimasi Kasta dan Monarki, walau maksud sakral nyata sekular.
    .
    Dan tambahan lain mohon Generasipenerus jabarkan.
    .
    NDH
    Involvir Informan Voluntir Pejuang RI-45
    Turut Pencerah HN PS Orla Orba Orref NKRI
    Pencerah KBP Kulturbudayaperadaban Dunia I II III
    Alumni Indonesia / Asia / Eropa / Interkontinental
    Voluntir Independen.

  3. Tanggapan Djandel DP Marbun:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Memberikan marga atau gelar kepada orang diluar suku Batak cenderung menjadi hobby sebagian besar orang Batak khususnya bila orang tersebut Pejabat dengan mengharap suatu saat mendapat imbalan.Kalau melihat dari sisi kebiasaan sangat jarang komunitas di dunia ini selalu dipimpin oleh yang bukan kalangannya sendiri. Dari sisi psikologis mungkin ini adalah efek samping dari tekanan sosial yang telah terjadi selama ini dan tidak mereka disadari.Untuk hal ini perlu penelitian lebih dalam. Dalam kasus Syamsul Arifin yang diberi gelar RAJA BATAK sebelumnya saya pernah baca di harian Batak Pos cukup membuat saya bingung. Apakah memang ini benar atau memang mereka sudah sakit begitu parah dengan memberikan gelar begitu saja. Piala Sutioso saja yang diperebutkan pada perlombaan paduan suara HKBP sudah terkesan dengan buntut siapa tahu sutioso presiden berikutnya. Ini sudah tidak mencerminkan kemandirian. Salut kepada orang aceh dan papua. berani menyatakan tidak!Bukan harus mendirikan Batak Merdeka atau Tapanuli Merdeka! Kemungkinan itu ada! Tetapi jangan tanya kita jual apa bila Batak merdeka! Mohon kepada anda anda yang merasa pemimpin orang Batak jangan jual nama Batak. SBY sekalipun tidak akan pernah diterima menjadi raja Batak cukup presiden saja.

    Salam,
    Djandel DP Marbun

  4. Tanggapan ismail:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Mengharukan
    Syamsul Arifin Silaban dalam sambutanya mengungkapkan keharuannya atas pengangkatan dirinya sebagai Raja Batak melalui prosesi adat yang mencerminkan ketulusan.
    “Cukup banyak penghargaan yang saya terima sebelum maupun setelah menjadi Bupati. Namun pengangkatan sebagai Raja Batak inilah yang paling mengharukan dan membanggakan. Karena saya meyakini, pengangkatan ini akan membawa berkah tersendiri buat saya” kata Syamsul. http://www.silaban.net/2007/05/21/pengetua-adat-negeri-limbong-restui-raja-batak-h-syamsul-arifin-se-jadi-gubsu/
    Bandingkan dengan pernyataan berikut……

    Ketua Umum PB MABMI Drs H Syamsul Arifin menegaskan dirinya tidak ada menerima penabalan ataupunpenganugerahan gelar Raja Batak dari pihak mana pun. Dirinya memang ada mengunjungi daerah Pusuk Buhit Sianjur Mulamula untuk berziarah dan disambut sangat akrab oleh masyarakat setempat.
    “Oleh tokoh adat Ompung Limbong saya diulosi dan didoakan, bukannya diberi penganugerahan Raja Batak. Itu tidak mungkin terjadi karena tokoh adat di sana tidak mungkin memberikan gelar seperti itu dan saya pun tidak mungkin mau menerima gelar Raja Batak,” kata Drs H Syamsul Arifin kepada SIB, Jumat (25/5) di Medan.

  5. Tanggapan Jadiaman Simamora:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Banyak kalangan menilai GUBSU yang baru ini seorang pekerja keras, mudah-mudahan SUMUT semakin maju.
    Sebelum terpilih beliau pernah mengunjungi Tugu Datu Bira di Silaban dan berjanji akan kembali suatu saat ke Silaban.
    Kabarnya beliau juga berjanji hanya berkantor 10 hari / bulan di Medan, selebihnya berkeliling Sumut bekerja di lapangan.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Ketua-ketua DPRD Sambut Gembira Keseriusan Komisi II DPR RI Mewujudkan Propinsi Tapanuli
Artikel selanjutnya :
   » » DPRDSU: Terlalu Gegabah Penobatan Syamsul Arifin Jadi Raja Batak