Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
22
Mei '07

Saat ini Bangsa kita Memiliki Musuh Bersama Bernama Korupsi dan Pengangguran


Semangat kebangkitan nasional dapat dijadikan landasan yang sangat kuat untukmenyelesaikan berbagai permasalahan mendasar yang sedang dihadapi bangsa saat ini. Jika dulu kita memiliki musuh bersama bernama penjajahan maka kini kita memiliki musuh bersama bernama kemiskinan, pengangguran, hutang, korupsi, lemahnya perekonomian serta rentannya keadaan politik dan keamanan. Dengan sumber daya yang tersedia dan upaya nyata, serius, sungguh-sungguh dan konsisten melalui kerja keras maka kita mampu melawan dan menyelesaikan persoalan bangsa kita ini.

Hal itu dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-99 di Kabupaten Humbahas, Senin (21/5) di Lapangan Merdeka Doloksanggul yang dibacakan Wakil Bupati Humbahas Drs M Manullang. Dikatakan lagi, persoalan mendasar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia semakin tingginya tingkat kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran dan besarnya hutang. Persoalan lainnya praktek korupsi, lemahnya penegakan hukum, rapuhnya perekonomian nasional serta keadaan politik dan keamanan masih rentan. Belum lagi persoalan bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor yang terjadi di berbagai wilayah tanah air yang menyita banyak perhatian dan tenaga serta berpengaruh terhadap perilaku kehidupan kebangsaan dewasa ini.

Oleh karenanya nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh DR Soetomo, DR Wahidin Soedirohoesodo, DR Gunawan dan Soewardi Soerjoningrat dalam organisasi Budi Utomo 99 tahun silam dapat dijadikan renungan dan evaluasi dalam setiap potensi, profesi, tugas dan tanggung jawab masing-masing individu dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan dan kesatuan yang telah diwariskan para pendahulu kita akan tetap menjadi acuan dalam mengarungi perjalanan Bangsa Indonesia hari ini dan esok,” tambahnya.

Harkitnas berthemakan, “Dengan jiwa dan semangat kebangkitan nasional, kita perkokoh Indonesia yang adil, damai dan sejahtera”. Pelaksanaan Harkitnas di Humbahas sebagai pembina upacara Drs M Manullang, pemimpin upacara Danramil Doloksanggul Kapten Inf Holden Gultom dan dihadiri Ketua DPRD Humbahas Bangun Silaban SE, Kapolres Humbahas AKBP Drs Surya Sofian Hadi SH dan lainnya.

Sumber : (T10/g/l) Harian SIB, Dolok Sanggul


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Saat ini Bangsa kita Memiliki Musuh Bersama Bernama Korupsi dan Pengangguran”

  1. Tanggapan fahrizal:

    SEMINAR NASIONAL REINTERPRETASI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

    Nasionalisme Indonesia yang tumbuh pada kurun waktu 1905 hingga Indonesia Merdeka dapat disebut seperti mosaik, dimana masing-masing daerah memiliki pergerakan nasionalnya sendiri-sendiri dan tidak saling lepas dari ranah kebangsaan Indonesia–walaupun masih bersifat kedaerahan. Hal ini sekaligus menjadi prasyarat bahwa nasionalisme (paham kebangsaan) telah muncul dalam diri masyarakat Indonesia. Bisa jadi, kesadaran dan paham kebangsaan itu tumbuh sebagai dampak tekanan yang dilakukan oleh kaum kritis dan terdidik (Kahin, 1952) atau juga oleh kaum pemuda (Anderson, 1972), atau pula karena adanya keinginan untuk mengganti elit yang telah menjadi kaki tangan kolonial (Audrey Kahin, 1985).
    Kecuali itu, munculnya Nasionalisme Indonesia pada periode itu juga disebabkan oleh beberapa hal seperti munculnya figur kritis dan terdidik yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, situasi politik internasional seperti takluknya Rusia ditangan Jepang (1905) dan berdirinya pemerintahan nasionalis Tiongkok (1911), praktek monopoli perdagangan kaum China yang memaksa kaum priyayi melakukan pemboikotan untuk melindungi pedagang pribumi serta masuknya pengaruh luar yang dibawa oleh agamawan.

    Hari kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei 1908–lahirnya Boedi Oetomo–dimaknai sebagai tonggak awal tumbuhnya kesadaran nasional (national consciousness) menuju nation state Indonesia merdeka, menyisakan sejumlah pergulatan seperti benarkah pada tanggal tersebut permulaan tumbuhnya kesadaran nasional di Indonesia?, apakah Boedi Oetomo (BO) dapat dijadikan sebagai representasi terhadap pembentukan kesadaran nasional? Bukankah BO adalah organisasi yang bertujuan memajukan kebudayaan orang Jawa dan Madura? Masihkah nilai-nilai kebangkitan Nasional relevan bagi generasi muda Indonesia sekarang?

    Belakangan muncul gugatan bahwa 20 Mei sebagai tonggak lahirnya kebangkitan nasional adalah sesuatu yang ahistoris. Asumsi ini berdasar pada lahirnya Syarikat Islam yang muncul lebih awal dan memiliki massa yang lebih besar. Kecuali itu, hampir disetiap daerah bermunculan gagasan, pemikiran dan aktivitas terhadap nasionalisme Indonesia. Oleh sebab itu, hari kebangkitan nasional (Harkitnas) adalah sesuatu yang tidak dapat ditetapkan tanggalnya.

    Oleh karena itu, reinterpretasi dan reaktualisasi kebangkitan nasional dapat dimaknai sebagai upaya mencari dan menemukan kerangka baru dalam kancah ke-Indonesia-an yang dinamis. Atas dasar itu pula, Nasionalisme Indonesia dapat terjaga. Untuk itu Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (PUSSIS) UNIMED berniat menyelenggarakan SEMINAR NASIONAL yang mengambil tema “REINTERPRETASI DAN REAKTUALISASI NILAI HARI KEBANGKITAN NASIONAL BAGI GENERASI MUDA” disamping itu juga seminar nasional ini akan diikuti dengan Wisata Sejarah ke Prapat (Danau Toba) tempat dimana presiden pertama Soekarno dibuang.

    Hari/tanggal : Kamis-Minggu/22-23 Mei 2008, dan Wisata Sejarah pada tanggal 24-25 Mei 2008
    Waktu : 09.00 WIB s/d Selesai
    Tempat : Universitas Negeri Medan (UNIMED)

    Penyelenggara
    Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (PUSSIS)
    CP: Yopi (085270729834)
    Fahrizal (081396029769)
    Email: pussis4unimed@gmail.com

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » 3 Mayat Korban Lakalantas Masuk RSUPM
Artikel selanjutnya :
   » » Warga Eks Cibeureum Tuntut Pemkot Berikan Ganti Rugi