Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
15
Mei '07

Palapa Ring mendesak diwujudkan - ‘Kominfo agar prioritaskan infrastruktur TI’


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak Departemen Komunikasi dan Informatika memprioritaskan infrastruktur teknologi informasi dasar dalam dua tahun ke depan.

“Di Indonesia, teknologi informasi tidak menjadi prioritas pembangunan dan berkembang secara alami karena tuntutan kebutuhan saja, bukan karena adanya kebijakan dari pemerintah yang bersifat tetap dan mengikat terhadap penggunaan perangkat TI,” tandas Agoes Silaban, Ketua Komite Tetap Informatika Kadin, pada konferensi pers, kemarin.

Menurut dia, Menteri Komunikasi dan Informatika yang baru perlu segera merealisasikan pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring sebagai infrastruktur dasar serta membangun sistem teknologi informasi yang terintegrasi antardepartemen.

Salah satu contoh sistem TI yang terintegrasi dan dihubungkan dengan Palapa Ring satu sama lainnya adalah national single window dan national identification number yang menurut Kadin perlu segera diterapkan guna memangkas birokrasi pemerintahan.

Pasar infrastruktur teknologi informasi dalam negeri (dalam Rp triliun)
Segmen pasar    2003    2009
Infrastruktur komunikasi tetap    8,0    15,0
Infrastruktur komunikasi bergerak    7,0    24,5
Infrastrtuktur multimedia    1,0    5,5
CPE tetap dan bergerak*)    3,0    6,0
Jumlah    19    50
Sumber: Kadin
Keterangan: *) Berdasarkan jumlah pertambahan pelanggan dan harga rata-rata perangkat CPE

Meski sudah ada Dewan TIK Nasional, lanjut Agoes, perkembangan teknologi informasi dan penetrasinya di Indonesia masih jalan di tempat.

Selanjutnya organisasi tersebut juga meminta Menkominfo Mohammad Nuh jangan menunda lagi tender Palapa Ring yang akan digelar akhir tahun ini karena dengan adanya infrastruktur tersebut akan memangkas tarif telekomunikasi dan Internet hingga 90%.

Kadin melihat saat ini operator banyak membangun jaringan serat optik dengan investasi yang besar, padahal pemakaiannya cuma 10% dari kapasitas yang ada. Organisasi tersebut juga mendukung penerapan national single window dan national identity number.

Agoes mengungkapkan NSW dan NIN bisa mengurangi pengeluaran pemerintah secara signifikan sehingga perlu segera diterapkan guna mendukung dunia usaha di Indonesia.

Cyberlaw dan OSOL

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komite Tetap Informatika Kadin Hidayat Tjokrodjojo, memaparkan Menkominfo baru perlu meletakkan dasar-dasar pembangunan TI di Indonesia seperti regulasi mengenai RUU Informasi dan Transaski Elektronik atau cyberlaw dan NIN.

“Pembangunan NIN memang melibatkan 28 instansi pemerintah yang saling berbeda kepentingan, namun seharusnya aplikasi tersebut diatur langsung oleh Presiden sehingga bisa cepat direalisasikan,” ujarnya.

Benny Ranti, Wakil Ketua Komite Tetap Informatika Kadin, mengatakan pemerintah juga perlu segera menerapkan konsep OSOL (one school one computer lab).

Menurut dia, Jardiknas memiliki dana sangat besar, tapi implementasi OSOL masih jauh dari kenyataan.

Untuk itu pemerintah perlu menggandeng pihak swasta untuk mendukung program tersebut.

Kadin menilai pemerintah perlu meningkatkan penetrasi komputer di Indonesia agar penetrasi informasi bisa sampai ke pedesaan dan sekolah-sekolah.(arif. pitoyo@bisnis.co.id)

Sumber : (Arif Pitoyo) Bisnis Indonesia, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Serikat Buruh Berunjuk Rasa
Artikel selanjutnya :
   » » Pemprov Papua Alokasikan Rp 20 Milliar untuk Obat Gratis