Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
15
Mei '07

Buruh Demo Polres Metro


Kedatangan ratusan buruh tersebut, terkait penolakan Polres Tangerang atas tuntutan SBSI yang meminta Sarta bin Sarim (35) karyawan PT Tambun Kusuma dibebaskan.

Menurut Presiden Konfederasi SBSI, Nelson Silaban yang didampingi Deputi Presiden bidang konsilidasi, Togar Marbun, disela-sela aksi demo dihalaman Polres mengatakan kedatangan ratusan buruh untuk menagih janji Kapolres Metropolitan Tangerang Kombes Iza Fadri yang berencana akan memproses kasus Sarta.

“Kalau permintaan pembebasan ini ditolak, kami akan mengerahkan buruh lebih banyak lagi pada aksi selanjutnya,” kata Nelson.
Dijelaskan Nelson, ada kejanggalan dalam penangkapan Sarta, karena 9 orang yang ikut ditangkap, sudah dibebaskan, karena bukan anggota serikat buruh.

“Ini menunjukkan ada sebuah kebijakan yang anti serikat buruh dan sepertinya Kapolres metro Tangerang, salah satunya,” tambah Togar.

Dalam orasinya, para buruh meminta Sarta dibebaskan, jangan ada kriminalisasi terhadap serikat buruh dan saat May Day sebagai hak buruh menjadi lebur resmi nasional.

Sambil membawa spanduk pamflet berisi permintaan dibebaskannya Sarta dan kecaman terhadap Kapolres Metro Tangerang. Namun sayang, keinginan para buruh untuk bertemu Kapolres Metro Tangerang, tidak kesampaian, karena Kapolres sedang ada rapat di Polda Metro Jaya.
“Kami akan terus melakukan aksi di Polres, bahkan dengan massa yang lebih besar, sampai Sarta dibebaskan,” tegas Togar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Partai Buruh Sosial Demokrat, Mukhtar Pakpahan bersama puluhan buruh mendatangi kantor Polres Metro Tangerang, Kamis (10/5) sore hingga Jumat (11/5) lalu, meminta untuk membebaskan Sarta.

Setelah bertemu dengan Kapolres, Mukhtar minta agar membebaskan Sarta karena tidakan yang dilakukan pada aksi May Day lalu bukan tindakan kejahatan. “Kalau Sarta tidak dibebaskan akan mengerahkan massa labih banyak lagi, “ancam Mukhtar.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang Komisaris Besar Iza Fadri mengatakan, pihaknya tidak bisa serta-merta
mengabulkan tuntutan buruh untuk membebaskan Sarta karena bisa menjadi preseden buruk penegakan hukum.
“Penanganan kasus Sarta, sudah memenuhi prosedur. Kami tidak mungkin menangkap dan menahan seseorang tanpa saksi dan bukti, sehingga sulit bagi kami untuk bisa mengabulkan pembebasan Sarta, karena hal itu melanggar aturan hukum,” katanya

Sumber : (Sopian) Radar Banten via Ditjen PHI


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pemprov Papua Alokasikan Rp 20 Milliar untuk Obat Gratis
Artikel selanjutnya :
   » » Pembangunan Infrastruktur TI Harus Diprioritaskan