Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
13
Mei '07

Jalinsum Tarutung-Sipirok Terancam Putus


*Dinas JJ Provsu Tutup Mata

Tingginya curah hujan beberapa minggu ini mengakibatkan terjadinya banjir dan longsong di beberapa titik di daerah Kab. Tapanuli Utara (Taput). Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) Tarutung-Sipirok longsor dan terancam putus, tepatnya di Aek Nambilung Km 21 Kec. Pahae Julu-Taput.

Longsornya Jalinsum menghubungkan Tarutung (Taput)-Sipirok (Tapsel) dengan kedalaman 30 meter itu, terjadi sejak sepuluh hari lalu namun pihak Dinas Jalan dan Jembatan (JJ) Provinsi Sumatera Utara belum melakukan penanggulangan, bahkan terkesan tutup mata. Para pungguna jalan menyesalkan lambannya penanggulangan. Di sana hanya ada police line yang dipasang Polsek Pahae Julu, itu pun jika malam hari setiap kenderaan yang melintas tidak dapat melihatnya, sehingga dikuatirkan terjadinya kecelakaan. “Kita sangat menyesalkan lambannya penanganan dari Dinas JJ Provsu. Jalinsum ini sudah lebih 10 hari longsor. Separuh badan jalan sudah hancur ke jurang. Kenderaan yang melintas bisa saja masuk jurang. Anehnya, banyak para pejabat Pemprovsu yang melintas dari lokasi longsor, namun seperti tidak peduli.

Kenapa Dinas JJ Provsu tutup mata. Untuk itu diminta supaya Gubsu menurunkan instansi terkait melakukan penanggulangan. Jika tidak secepatnya ditanggulangi, dikuatirkan Jalinsum tersebut putus. Apalagi tingginya curah hujan belakangan ini,” ujar tokoh masyarakat Pahae Julu, Polman Sitompul dan Sarialam Sitompul kepada Waspada, Sabtu (12/5). Polman Sitompul menyebut, longsornya Jalinsum karena perawatan dari Dinas JJ Provsu tidak ada lagi. Bahkan perawatan parit jalan yang selama ini masih dilakukan tiba-tiba dihentikan. Kita tidak mengetahui apakah anggarannya tidak ditampung pada APBDSU 2007. Ini sungguh aneh tidak ada penanggulangan, ujar Sitompul.

Para sopir yang melintas dari Jalinsum itu, menyebut, sangat kuatir akan keselamatan mereka jika hujan turun. Jalan sudah semakin melebar longsor. “Kalau malam hari kami terpaksa melihat kondisi jalan agar dapat melewatinya,” ujar marga Simbolon yang sehari-harinya membawa penumpang Pahae Julu-Onan Hasang. Sementara Anggota DPR RI, Syarfi Hutauruk kepada wartawan mengatakan, longsornya Jalinsum Tarutung-Sipirok segera disampaikan kepada Dinas JJ Provsu supaya melakukan penanggulangan sementara. Jangan dibiarkan sampai ambruk, sebab dapat membahayakan kenderaan yang melintas. “Kita sangat menyesalkan lambannya penanganan Dinas JJ Provsu. Kenapa tidak segera ditangani. Namun begitu, kondisi jalan Tarutung-Pahae-Sipirok struktur tanahnya sangat labil, sulit dilakukan perawatan. Tetapi bukan berarti tidak ada penanggulangan,” sebut Hutauruk.

Syarfi menambahkan, kalau pun diperbaiki Jalinsum yang longsor itu, mungkin harus dicari alternatif pos dana yang digunakan. Jalan itu harus ditembok permanen sehingga tidak longsor lagi. Aplagi untuk mengantisipasi di musim penghujan. “Jelasnya, sebagai putera daerah, saya akan berjuang maksimal agar perbaikan Jalinsum yang rusak dilaksanakan. Kondisi Jalinsum Tarutung-Sipirok sudah hancur-hancuran,” tegas Syarfi Hutauruk. Sementara Silaban dan Ir. P. Pangaribuan, Bagpro Aek Latong Dinas JJ Provsu yang menangani perawatan Jalinsum Tarutung-Sipirok ketika dikonfirmasi Waspada via ponsel, mengaku tidak mengetahuinya. Saya tidak bertugas lagi di Bagpro Aek Latong-Siborongborong. Yang menanganinya pun tidak diketahui siapa lagi. Saya sudah pindah,” katanya singkat.

Sumber : (a13) (wns) Waspada Online, Tarutung


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.