Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
10
Mei '07

Bos PT CAI [Cendrawasih Aneka Indah] Divonis 15 Bulan


Direktur PT Cendrawasih Aneka Indah (CAI) Abidin bin Muhammad, terdakwa kasus penggelapan kontainer milik PT Inasa Wahana Lestari (IWL) divonis 15 bulan penjara oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (9/5) kemarin.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Wisnu Wicaksono SH, dibantu Serliwaty SH dan Haruno Patriadi SH menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti merugikan PT Inasa. Hakim sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Hal ini dapat diketahui setelah melihat fakta-fakta di persidangan dan adanya keterangan sejumlah saksi dan terdakwa. ”Vonis yang kami jatuhkan satu tahun, tiga bulan. Terdakwa silahkan berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, apakah menerima atau banding dengan adanya putusan ini,” kata Wisnu sebelum menutup persidangan.

JPU Nurhasaniati SH yang mengantikan Juni Haida SH mengaku cukup puas dengan vonis hakim, meski hanya separo dari tuntutannya dua tahun, enam bulan. ”Ibu Juni menuntut 2,6 tahun. Vonisnya 15 bulan. Itu sudah pembelajaran buat terdakwa,” ujarnya seusai sidang.

Penasehat hukum terdakwa, Aristarkus Mailite SH dan Mangalaban Silaban SH masih berpikir dalam menghadapi putusan majelis hakim. ”Dakwaan JPU, apakah Pasal 372 atau 378 KUHP tak terbukti di persidangan, tapi klien kami tetap divonis bersalah. Korban kan tak melapor dalam kasus ini, tapi yang melapor malah orang lain,” kata Mangalaban seusai sidang.

Kasus ini penggelapan mencuat, setelah terdakwa Abidin Bin Muhammad, Direktur PT CAI, Kabil dilaporkan Antonius dari PT Inasa dugaan kasus penggelapan. Terdakwa awalnya melakukan kerjasama tanggal 27 Februari tahun 2006 dengan korban dalam penyewaan satu unit office container 20 fit, berikut dua meja, kursi, dan satu unit air conditioner.  Disepakati sewanya Rp2,5 juta per bulan. Belakangan, terdakwa menggelapkan barang pinjaman itu. Kerugian sekitar Rp18 juta, belum termasuk sewa yang belum dibayar.

Sumber : (dea)  Batam Pos, Batam


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Rekomendasi Propinsi Tapanuli Diterima DPR-RI
Artikel selanjutnya :
   » » Mulai Wajib, Sertifikasi Sebagai Syarat Ikut Tender