Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
5
Mei '07

Jangan Hanya Wacana!


Pengamat Soal Pemberian Tunjungan Guru

Perhatian pemerintah terhadap kesejahtaran guru, baik yang berdinas di pedalaman maupun di Kota dengan memberikan tunjungan-tunjungan dan dana insentif, dinilai pengamat pendidikan dari Universitas Cenderawasih (Uncen) DR. Leonard Sagisolo, M.Pd sebagai langkah yang tepat.

Dinilai sebagai langkah tepat, karena kebijakan itu minimal bisa menjawab persoalan pendidikan yang terus menjadi sorotan, khususnya di wilayah pedaman.

Kebijakan itu, katanya, telah menjawab keprihatinan gaji atau tunjangan guru yang menjadi keluhan selama ini, baik keluhan dari guru maupun pengamat pendidikan. Karena itu, rencana pemberian tunjungan itu diharapkan benar-benar direalisasikan bukan sekedar wacana saja.

Demikian halnya, hak dan kewajiban terkait dengan rencana kenaikan tunjangan itu harus jalan dengan seimbang. Artinya, tunjangan tetap diberikan tapi guru bertanggung jawab atas tugas-tugasnya itu.

“Kebijakan itu akan membawa kemajuan pendidikan di Papua, khususnya di wilayah pedalaman yang sering ditinggalkan guru. Namun tentu saja perubahan, tidak akan datang begitu saja dengan kenaikan tunjang yang akan dilakukan itu, sebab banyak hal yang juga perlu dapat perhatian serius pula,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Meski sependapat dengan pemberian tunjungan guru itu, namun Sagisolo yang juga adalah Kepala Universitas Terbuka UPBJ Jayapura mengatakan, kebijakan tersebut perlu pengawasan dan penentuan indikator secara rinci sebagai acuan, sehingga harapan perubahan dunia pendidikan di Papua dengan kebijakan akan menaikkan tunjangan tersebut benar-benar terwujud.

Artinya, antara hak dan kewajiban para guru, baik mereka yang ada di kota maupun yang ada di pedalaman dapat jalan bersama. Sebab, dikhawatirkan jika tidak ada acuan atau indikator yang jelas tentang pemberian tunjangan itu tetap saja ada guru yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

“Perbedaan tunjangan antara guru di kota dan pedalaman tidak usah dipersoalkan, namun harus ada indikator yang jelas digunakan. Perlu ada pengawasan di lapangan dan saksi tegas, sebab jangan sampai mereka sudah diberikan tunjangan mahal tapi tidak menjalankan tugas bahkan tidak ada di lokasi,” imbuh Sagisolo.

Dinas Kesehatan Provinsi Tidak Berikan Tunjangan

Sementara itu, meski guru akan mendapatkan tambahan gaji dari pemberian

tunjungan-tunjungan, namun tidak demikian dengan para petugas kesehatan. Sampai saat ini belum ada kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi terhadap pemberian tunjangan terhadap para petugas kesehatan, termasuk yang ditempatkan di wilayah pedalaman.

“Sampai saat ini belum ada kebijakan akan menaikkan tunjangan kepada para petugas kesehatan. Sebab anggaran yang kami miliki terbatas, dan namun program pelayanan kesehatan tetap jadi perhatian serius,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Dr. Tigor Silaban, M.KM kepada Cenderawasih Pos via handphone, kemarin.

Dikatakan, untuk tunjangan bagi petugas kesehatan khususnya yang ada di wilayah pedalam mestinta perlu menjadi perhatian serius di masing-masing kabupaten/kota. Pasalnya, kabupaten/kota yang dinilai memahami benar tentang kondisi wilayahnya dan kebutuhan masyarakat.

“Pada dasarnya anggaran kami di dinas kesehatan provinsi terbatas, dan kalu bicara soal tunjangan bagi para petugas kesehatan, khususnya di wilayah pedalaman mestinya menjadi perhatian serius dari kabupaten/kota masing-masing,” tandas Tigor.

Sumber : (ito) Cendrawasih Post, Jayapura (cached)


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.