Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
2
Mei '07

Pemerintah Tolak Tuntutan Buruh


Pemerintah menolak tiga tuntutan buruh yang disampaikan dalam aksi Hari Buruh Internasional (May Day). Tiga tuntutan itu: Pemberlakukan libur nasional pada tanggal 1 Mei, penghapusan sistem subkontrak, dan pemberlakuan upah minimum nasional.

Penolakan ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam konferensi pers, Selasa (1-5). “Ini sulit dipenuhi. Buruh itu profesi. Nanti semua profesi seperti petani, TNI, guru juga minta hari libur nasional. Wartawan juga nanti minta libur,” ujar Wapres.

Menurut Wapres, pemerintah kini telah memberlakukan 15 hari libur. Jumlah ini termasuk tertinggi di negara-negara Asia.

Kalla juga menganggap wajar sistem outsourcing (memakai jasa pihak ketiga untuk pekerjaan tertentu) dalam sistem kerja khusus.

Soal upah, Kalla menyatakan Indonesia tidak menganut sistem upah murah, tapi upah minimum regional. “Kalau upah dinaikkan setiap tahun, pengangguran malah bertambah,” kata dia.

Hari Buruh Internasional yang jatuh pada hari Selasa (1-5) diperingati dengan unjuk rasa puluhan ribu buruh di sejumlah kota di berbagai daerah. Di Jakarta, demonstrasi puluhan ribu buruh digelar di sejumlah wilayah, antara lain di sekitar Gedung DPR, Istana Negara, Balai Kota DKI Jakarta, dan Bundaran Hotel Indonesia. Mereka berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman mengerahkan 7.000-an polisi di pusat-pusat konsentrasi pengunjuk rasa.

Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dalam unjuk rasa mereka di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuntut pemerintah merevisi UU No. 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Mereka meminta dimasukkannya ketentuan tunjangan pengangguran dan dana pesangon.

Di tengah unjuk rasa yang diikuti sekitar 1.500 buruh itu, Ketua Umum KSBSI, Rekson Silaban, menjelaskan dana pengangguran itu untuk tunjangan tenaga kerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK) selagi mereka mencari pekerjaan lain.

KSBSI juga meminta pemerintah menghentikan penyimpangan praktek pemakaian tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan (outsourcing) dan sistem kontrak.

Rekson juga menilai sistem outsourcing atau subkontrak merugikan buruh. Banyak perusahaan tidak melanjutkan kontrak buruh setelah masa kerja dua tahun.

Soal penghapusan subkontrak, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Soeparno, mengatakan hanya bisa diubah dengan merevisi UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. “Kalau mau menghapus, semua pihak terkait harus berunding dahulu,” katanya. Sistem outsorcing diatur Pasal 64, 65, dan 66 UU Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai unjuk rasa buruh di berbagai daerah masih wajar. Presiden memberikan sambutan May Day tingkat nasional di halaman gudang penampungan kakao milik PT Cocoa Perkasa di Palu, Sulawesi Tengah.

Pemerintah, ujar Presiden, menghargai kebebasan berpendapat, termasuk demonstrasi menyuarakan aspirasi. Pada kesempatan itu, Presiden juga meminta semua perusahaan di Indonesia memenuhi hak-hak buruh dan memberikan perlindungan dengan cara-cara yang baik.

Presiden juga menyatakan pemerintah akan membuat perangkat yang mengatur pemberian santunan atau kompensasi bagi pekerja yang mendapat pemutusan hubungan kerja. Untuk membahas permasalahan buruh, Presiden berencana mengundang 11 ketua asosiasi pekerja seluruh Indonesia.

“Melalui lembaga tripartit yang sekarang, kita matangkan masalah jaminan dan perlindungan yang adil buat buruh,” kata Presiden. n U-1

Tuntutan Buruh :

——————————————

- Libur nasional pada tanggal 1 Mei

- Penghapusan sistem subkontrak (outsourcing)

- Pemberlakuan upah minimum nasional

- Menolak upah murah

- Meminta kebebasan berserikat

- Revisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan

- Revisi UU No. 3/1992 tentang Jamsostek

- Revisi rancangan PP tentang Pesangon

UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan berisi 18 Bab dan 193 pasal

Sumber :  Lampung Post


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.