Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
1
Mei '07

Tuntut 1 Mei Jadi Hari Libur


Aksi Hari Buruh Dunia Hari Ini

Tuntutan buruh dalam demo Hari Buruh Dunia 1 Mei ini sama seperti tuntutan mereka zaman dulu. Mereka meminta 1 Mei sebagai hari libur nasional.

“Sepanjang belum diliburkan, kami akan terus (demo),” ujar Ketua Umum DPP Partai Buruh Mochtar Pakpahan di Jakarta, Senin (30/4).

Mochtar menjelaskan, para buruh yang berada di bawah pimpinannya akan disebar di tiga titik.

Yakni 15 ribu demo di Balaikota DKI Jakarta, 10 ribu di Istana Negara dan 15 ribu buruh tidak berdemo, tetapi dangdutan di Muara Baru, Cilincing, Jakarta Utara.

Tuntutan lainnya adalah soal buruh kontrak. Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Rekson Silaban, meminta pemerintah mencegah eskalasi penyimpangan sistem hubungan buruh kontrak. Saat ini mayoritas pekerja berstatus buruh kontrak tanpa mengindahkan aturan.

‘’Mayoritas perusahaan tidak memiliki dana cadangan untuk pesangon buruh. Sehingga tren yang dipilih perusahaan adalah mengumumkan dalam keadaan bangrut dan tidak membayar pesangon,'’ ujarnya.

Pilihan lain, lanjutnya, perusahaan mengubah status pekerjanya dari pekerja permanen menjadi buruh kontrak. Setelah masa kontrak buruh selama dua tahun banyak perusahaan tidak mau melanjutkan kontrak tersebut.

Perusahaan lebih suka merekrut karyawan kontrak ketimbang mengangkat seseorang menjadi karyawan tetap.

Dia juga meminta peraturan mengenai Undang-undang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) direvisi terutama kebijakan pengangguran dan dana pesangon.

Pemerintah juga perlu menjamin kepastian pengadilan hubungan industrial.

Sementara itu, Koordinator Ikatan Karyawan PT Bumi Maritim Internasional yang tersebar di Jakarta, Surabaya dan Semarang, menyerukan segenap elemen buruh di perusahaan itu agar melakukan perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang yang bisa menghancurkan perusahaan tempat mereka bekerja.

Anggota DPR RI Aria Bima dalam seminar di Universitas Islam Indonesia (UIN) Jakarta, mengatakan, perdagangan bebas yang kian dianut Indonesia satu dasawarsa terakhir ini sejatinya lebih merugikan kaum buruh.

Pasalnya, dalam era pasar bebas, buruh hanya dianggap sebagai komoditas dan bukan mitra pengusaha.

Walhasil, mereka cenderung dipekerjakan dengan sistem kontrak yang mengebiri hak-hak dasar buruh.

Perdagangan Bebas

Anggota FPDI-P DPR mengatakan, perdagangan bebas menuntut keunggulan komparatif negara berkembang dengan buruh murah.

Maka, negara-negara surplus tenaga kerja seperti Indonesia pun berlomba-lomba menekan upah buruhnya. Mereka juga menyodorkan regulasi yang merenggut hak-hak buruh demi merayu masuknya modal asing.

Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jatim juga bakal turun jalan. Mereka akan menuntut perbaikan kesejahteraan melalui peningkatan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang diputuskan pemerintah bersama pengusaha setiap tahun.

Sekretaris Jenderal Forum Buruh Surabaya (FBS) Jamaluddin menyatakan, aksi kaum buruh ini tak dilakukan di satu lokasi, tetapi menyebar. Tujuannya, menghindarkan blokade petugas keamanan.

Rencana aksi buruh itu terutama dari daerah-daerah yang menjadi sentra industri di Jatim. Di antaranya Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, dan Malang.

Kabid Humas Polda Jatim, AKBP Pudji Astutik menyatakan, khusus pengamanan di Kota Surabaya terkait aksi turun jalan kaum buruh, otoritas kepolisian setempat akan menerjunkan sebanyak 1.338 personel.

ASumber : (di,G14-60,49) Suara Merdeka, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Mayday, Tutup Pelabuhan
Artikel selanjutnya :
   » » Manpower Minister: Outsourcing Contract Provision Put Labor at a Loss