Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
1
Mei '07

Momentum May Day



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Memperingati Hari Buruh Internasional, 1 Mei (May Day) ini, paling tidak tiga masalah perlu kita perhatikan. Pertama, eskalasi penyimpangan praktik outsourcing dan buruh kontrak. Itu sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Mereka (pengusaha) ingin menghindari pemberian pesangon dan pemberian jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek).

Kedua, revisi UU Jamsostek perlu dipercepat. Sudah dua tahun rancangan revisi berada di DPR, tapi tidak menunjukkan perkembangan. Intinya, kita ingin agar program jamsostek perlu ditambah dengan dana pengangguran dan dana pesangon. Sistem kontrak membuat pengangguran semakin banyak, terutama mereka yang tidak memperoleh perpanjangan kontrak kerja. Mereka perlu mendapatkan jamsostek untuk mengurangi efek kriminalitas di masyarakat.

Ketiga, fungsi pembinaan hubungan industrial (PHI) yang menyimpang dari ide awal. Awalnya PHI diciptakan agar pengadilan lebih efisien, murah, cepat, dan adil. Sekarang ini, proses penanganan kasus perburuhan berbelit-belit, mahal, dan tidak adil.

Melalui peringatan Hari Buruh Sedunia, kesadaran kita digugah untuk lebih memperhatikan tiga masalah mendasar itu. Masalahnya, sekarang ini saya tidak melihat ada peta jalan untuk menyelesaikan berbagai persoalan perburuhan.

Untuk mengatasi belasan juta penganggur, misalnya, pemerintah mestinya punya target jelas. Sebut saja Departemen Kehutanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, atau Kantor Menkop/UKM memberikan lapangan kerja bagi lima juta orang.

Presiden, setelah melakukan reshuffle kabinet nanti, mestinya mendorong Departemen Perindustrian menyediakan lapangan kerja. Pengusaha mikro pun bisa dibantu dana dalam jumlah tertentu, dengan catatan harus bisa menggerakkan sektor riil.

Kalau semua departemen berjuang keras mengatasi masalah pengangguran, saya yakin masalah tersebut akan berkurang atau bahkan habis. Ketidakpastian masa depan buruh dan minimnya perlindungan jaminan sosial itu harus dijawab dengan bekerja keras memperjuangkan nasib mereka. Ini tugas negara, tugas pemerintah.

Sekarang ini, saya tidak melihat pemerintah punya target yang jelas untuk mengatasi masalah pengangguran. Karena itu, tingkat kesejahteraan rakyat merosot. Ke depan kita perlu terus memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak kaum buruh.

Masalah pengangguran dan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat harus segera diatasi. Jika tidak, akumulasi kekecewaan dan keresahan masyarakat bisa mendorong lahirnya gerakan sosial yang membuat pemerintah kerepotan mengatasinya.***

Oleh : Rekson Silaban
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) 

Sumber :  Suara Karya 


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Bahasa Batak Terpaksa ‘Dialihkan’ ke Luar Negeri ?

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » MA Bebaskan Pimpinan DPRD Depok