Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
1
Mei '07

Mayday Jangan Anarkis


Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meminta kalangan buruh tidak melakukan aksi kekerasan saat memperingati Hari Buruh Sedunia (Mayday), Selasa (1/5) ini.

Kepada kalangan pengusaha, Sofjan menyarankan sebaiknya memfasilitasi pekerjanya memperingati Mayday di lingkungan pabrik. Dengan cara ini, demonstrasi diharapkan berlangsung tertib dan tidak semakin menakutkan calon investor yang ingin datang ke Indonesia.

“Mayday itu kan tiap tahun diperingati buruh. Silakan saja, nggak ada yang melarang. Asal jangan sampai merusak. Mereka boleh melakukan solidaritas namun jangan menakut-nakuti investor seperti tahun lalu. Kalau calon investor takut, yang rugi kita semua, termasuk buruh juga,” kata Sofjan saat menyaksikan pertemuan calon investor Korea Selatan dengan pemerintah Indonesia di Jakarta, Senin.

Hari Buruh di Jakarta tahun lalu dinodai aksi pencegatan busway di Bundaran Hotel Indonesia dan pengerusakan taman di sepanjang Jalan Thamrin. Bos Gemala Grup tersebut tidak menuduh pelakunya adalah buruh. Namun dia khawatir aksi buruh disusupi pihak yang ingin memperkeruh suasana.

Dari hasil pembicaraan dengan Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban, Sofjan mengatakan peringatan Hari Buruh di Jakarta difokuskan di Tanjung Priok. Peringatan juga diisi hiburan.

Permintaan senada dilontarkan Direktur Indo Solution, Agus Muldya. Dia mengingatkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan masih diproses DPR. Kekerasan justru memperlambat proses penyelesaian RUU Ketenagakerjaan.

Istana Merdeka di Jalan Merdeka Selatan dan Bundaran HI, Selasa ini, bakal dikepung ribuan buruh. Aliansi Buruh Menggugat (ABM) menyatakan mengerahkan sekitar 20 ribu buruh dari Bekasi, Karawang, Cikarang, Tangerang, Depok dan Bogor. Sedang dari Jakarta ada Komite Persiapan Federasi Buruh Transportasi Nasional (KPFBTN) yang siap mengerahkan 3.000 massa. Ada pun Partai Buruh mengklaim menggerakkan 15 ribu massa.

“Kami menuntut perbaikan nasib pekerja, dengan pemberian gaji yang manusiawi dan penghapusan sistem kontrak dan outsourcing,” ucap Koordinator Badan Pengurus Nasional ABM Anwar Sastro Ma’ruf dalam keterangan persnya di Kantor LBH Jakarta, Senin.

SUmber : (JBP/abs/why) Banjarmasin Post, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Peringati May Day, FPKS reses di Livatech
Artikel selanjutnya :
   » » Hapus Sistem Kerja Kontrak