Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
30
Apr '07

Bahasa Batak Terpaksa ‘Dialihkan’ ke Luar Negeri ?


Bahasa pemrograman ‘Batak’ yang dikembangkan Bernaridho I. Hutabarat belum bisa dikatakan rampung 100 persen. Penyelesaian masih terhadang pada terciptanya translator yang utuh.

Ridho mengungkapkan, tidak adanya bantuan dalam hal dana ataupun teknis dari pihak lain menjadi penyebab hambatan tersebut, sehingga Batak belum bisa menerjemahkan sintaks menjadi output yang diinginkan.

“Pernah ditawarkan ke beberapa Universitas, tapi mereka semua mundur karena nggak sanggup secara teknis,” ujar Ridho, di acara diskusi yang bertempat di gedung BPPT II, Jakarta Senin (30/4/2007).

Menurut Ridho, hal itu dianggapnya wajar. Pasalnya, mata kuliah yang membahas translator atau yang orang bilang kompilasi telah ditiadakan oleh banyak universitas teknologi informasi (TI) di tanah air.

“ITB sendiri menghapuskan itu. Saya tanya alasannya kenapa sama orang ITB, katanya karena mengikuti anjuran ACM (Association for Computing Machinery-red) semacam asosiasinya para ahli komputer seluruh dunia,” sesal Ridho.

Inilah yang menjadi salah satu kendala utama dalam penyelesaian translator, mata kuliah translator di tingkat perguruan tinggi ditiadakan, jelasnya.

Outsourcing
Melihat hal itu, pendekatan yang lebih realistis menurut Ridho adalah dengan metode outsourcing ke negara lain yang lebih berkompeten seperti India atau Amerika untuk kelanjutan translator ini.

“Karena kemampuan teknis dari kita belum ada, yang realistis kita outsource. Nanti mereka kita haruskan memberi source-nya, istilahnya mereka banyak tukang batunya,” tukas Ridho.

Sehingga, menurut Ridho, kita bisa mempelajari apa yang kita dapat dan kita bisa jadi tukang batunya dan tak perlu lagi tukang batu yang lain. Kira-kira hanya dengan dipelajari sekitar satu tahun kita sudah mampu untuk menguasainya.

“Jadi nggak sekedar buat, tapi kita dikasih tahu juga cara buatnya,” Ridho menandaskan.

Sumber : (Ardhi Suryadhi - ash/wsh) Detikinet, Jakarta


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Bahasa Batak Terpaksa ‘Dialihkan’ ke Luar Negeri ?”

  1. Tanggapan Veronika Rotua Gultom:

    Hello,

    Wah sangat disayangkan kalo alasannya karena gak ada bantuan teknis. Saya baru tahu kalo ada bahasa pemrograman Batak. Mungkin kita perlu buat satu komunitas yang bisa mempertemukan para ahli, sehingga alasan bantuan teknis bisa dihilangkan.

    Namun perlu dilihat juga jenis bahasa pemrograman yang akan dibuat itu. Seperti kita tahu sekarang ini bahasa pemrograman sudah semakin banyak dan memberikan kemudahan2 dan fasilitas2 kepada user yang adalah programmer. Jadi perlu dilihat juga apa kelebihan dan kemudahan2 yang ditawarkan oleh bahasa pemrograman yang baru ini dibandingkan yang sudah ada. Jangan sampai setelah selesai dibuat nanti, tidak ada usernya.

    Thanks
    Veronika Rotua Gultom, ST

  2. Tanggapan ultras:

    jgn2,,

    jgn dialihkan,,,

    gmn klo minta bantuan menristek,,,

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pemerintah Diminta Cegah Penyimpangan Sistem Kontrak Kerja
Artikel selanjutnya :
   » » Momentum May Day