Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
21
Apr '07

Wapres Minta Buruh tidak Rusak Pabrik Saat Demo


Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta buruh melatih diri untuk tidak melakukan kekerasaan saat demonstrasi, terutama melakukan pengrusakan pabrik.

“Mari kita punya program yang sama, melatih diri dalam demonstrasi. Tidak ada demontrasi buruh di dunia ini dengan merusak pabrik, mesin-mesinnya dan menyandera manajernya,” kata Wapres saat membuka Kongres V Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (21/4).

Pernyataan Wapres tersebut menanggapi tekad Ketua Umum DPP KSBSI Rekson Silaban yang menjanjikan aksi demonstrasi akan makin ditingkatkan.

Rekson beralasan aksi massa dengan demonstrasi adalah warisan tertua kaum buruh dan kehilangan ciri tersebut berarti hilangnya roh buruh.

Dalam pembukaan Kongres KSBSI tersebut juga hadir Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzy Bowo dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi.

Wapres menyatakan pemerintah dan pengusaha sangat menghargai hak buruh untuk melakukan demonstrasi dan mogok. Pemerintah menjanjikan tidak akan pernah meminta polisi untuk menangkap aktivis buruh yang mengajak demonstrasi.

Wapres yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses, menilai demonstrasi buruh yang dilakukan dengan mengejar-ngejar manajer dan merusak pabrik hanya akan membuat pengusaha ketakutan.

“Tanpa pabrik, tanpa manajer, tanpa mesin-mesin, kita semua akan jadi penganggur terbesar, sayangi tempat kerja anda,” seru Kalla.

Wapres mengaku demonstrasi buruh yang tidak dilakukan dengan merusak akan memberikan kontribusi penting pada pertumbuhan pabrik-pabrik di Indonesia.

Ia menilai Indonesia membutuhkan pabrik sebanyak-banyaknya sehingga terbuka kesempatan kerja seluas-luasnya.

“Kita terkejut China bisa mengalami pertumbuhan 11%, di sana tidak ada buruh yang merusak dan membakar pabrik. Kita pun optimistis jika tidak ada kekerasan, jangankan 7%, pertumbuhan ekonomi kita tahun ini bisa sampai 8%,” cetusnya.

Meski demikian Wapres juga meminta pengusaha untuk menyayangi buruh, sama seperti menyanyangi anak-anak mereka. Wapres mengingatkan tanpa buruh, pengusaha juga akan menjadi penganggur.

“Tidak ada satupun yang dapat dinikmati tanpa upaya buruh. Kita tidak bisa berdiri di sini, jika buruh tidak menyusun tempat ini,” tegasnya.

Untuk itu Kalla meminta semua perbedaan yang memisahkan buruh dan pengusaha diselesaikan dengan damai.

Wapres juga menjanjikan pemerintah akan mengatasi persoalan pesangon buruh yang seringkali tidak diterima saat pabrik tutup dan bangrut dengan membuat peraturan.

Pesangon tersebut akan dibuat dalam bentuk jaminan yang dananya berasal dari perusahaan yang dananya disisihkan secara periodik.

Wapres juga menjanjikan pemerintah akan terus membangun hubungan yang saling menguntungkan antara buruh dan pengusaha.

“Pengusaha harus memperhatikan buruh, buruh juga harus perhatikan pengusaha,” tuturnya.

Sumber : (Mahfud-Fud/Ol-03) Media Indonesia, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.