Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
21
Apr '07

Wapres: Tuntutan Buruh Bisa Dipenuhi Jika Tak Lakukan Kekerasan


Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah bisa memahami tuntutan buruh dan pekerja dalam memenuhi hak-haknya, akan tetapi harus memenuhi satu syarat, yaitu tidak melakukan kekerasan dan pengrusakan dalam setiap kali aksi demo dan mogok buruh. Buruh harus mengatur dan melatih diri, untuk belajar menghindari kekerasan dalam aksi-aksi buruh.

Hal ini diungkapkan Wapres Kalla, di hadapan ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), saat pembukaan Kongres ke-5 KSBI di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (21/4) sore. Wapres Kalla menegaskan, tidak ada negara yang organisasi buruhnya membiasakan diri melakukan kekerasan dan pengrusakan setiap kali melakukan aksi demo dan mogok.

”Coba tunjukan pada saya mana negara yang aksi demo dan mogoknya seperti kita? Melempar pabrik,  merusak mesin-mesin produksinya dan menyandera manajernya? Tidak ada!” tandas Wapres.

Hadir dalam acara itu Menteri Tenaga Kerja Erman Soeparno, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) KSBI  Rekson Silaban dan penasehat KSBI Mukthar Pakpahan, Ketua Asosiasi Pengusaha Indoensia (Apsindo)  Sofyan Wanandi serta perwakilan dari International Trade Union Confederation  (ITUC).

Sebelumnya, Rekson Silaban menuntut agar tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari libur nasional bagi buruh dan pekerja. KSBI juga menuntut agar hak-hak sosial dan kesejhetraan buruh dipenuhi.

Menurut Wapres, jika para pengusaha sekarang ini ketakutan, maka tidak ada lapangan kerja di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi. ”Kita selalu terkejut dengan kemajuan China yang pertumbuhannya sampai 11 persen, juga Singapura dan Malaysia. Jangan melihat kemajuannya, akan tetapi caranya mengatur dirinya. Di China, tak ada yang merusak  kantor, apalagi membakar pabrik. Jadi, kalau mau seperti mereka, kita pun harus berperilaku demokratis, tanpa kekerasan dan pengrusakan  seperti yang lalu,” tambah Wapres.

Sumber : (Suhartono) Kompas Cyber Media


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Menaker Minta Buruh Aktif Ikuti Penyusunan RPP Pesangon
Artikel selanjutnya :
   » » Buruh Anarkis Ganggu Investasi