Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
21
Apr '07

Sidang Nyaris Ricuh DPRD Dairi Tolak Kehadiran Sekda


DPRD Dairi menolak kehadiran Sekretaris Daerah Ir Bungaran Sinaga sebagai perwakilan pimpinan eksekutif gunamengikui sidang pembahasan Ranperda, Jumat (20/4). Sidang dipimpin Ketua DPRD Leonard Samosir itu pun nyaris ricuh. Satu per satu anggota dewan di antaranya Parlindungan Silaban, Poltak Sihombing SH (Fraksi Partai Golkar) dan Drs Mekka (Fraksi Gabungan) secara vokal tidak menerima Sekda untuk mewakili bupati.

Mekka mengatakan, selama ini, dewan selalu mendengar keterangan bupati yang selalu didelegasikan kepada bawahan. Namun, itu sudah terlalu lama, dan ini adalah momen yang tepat untuk memperbaiki. Eksekutif harus mendengar suara legislatif. Dikatakan, pihaknya tidak bisa lagi mentolerir pola-pola lama yang kurang menghargai lembaga wakil rakyat.

Bungaran menjelaskan, dirinya sudah menerima pelimpahan tugas mengikuti agenda mendengar pemandangan umum anggota dewan dimaksud. Disebutkan, Bupati Dairi DR Master Parulian Tumanggor tidak dapat hadir karena kepala daerah itu harus mengikuti rapat seputar pengawasan di Medan yang tak boleh diwakilkan. Selanjutnya, Wakil Bupati Dairi Johnny Sitohang punya tugas lain.

Parlindungan dan Poltak menilai kebiasaan iu sudah mengarah pada pelecehan institusi. Karenanya, hal itu tidak boleh berlanjut. “Sidang ini harus diskor menunggu kehadiran Wakil Bupati. Tak mungkin saudara Sekda tidak tahu dimana posisi wakil bupati. Pembahasan ini tak bisa diteruskan kalau tidak dihadiri pengambil kebijakan. Kalau perlu, jemput saja wakil bupati,” tandas Parlindungan.

Agenda yang dihadiri 19 dari 30 anggota dewan itupun akhirnya diskors. Sekda berangkat mengkontak atasannya. Beberapa saat kemudian, kegiatan dilangsungkan seiring tibanya wakil bupati. Sementara, kursi eksekutif yang ada di belakang wakil rakyat juga hanya ditempati beberapa PNS. Sebagian besar kosong.

EFISIENSI
Pada penyampaian pemandangan umum, anggota DPRD di antaranya Robin Lingga, Benito Lumban gaol, Drs Bernat Mekka menekankan agar pengajuan Ranperda tentang ketenagakerjaan dan pembentukan organisasi dan tata laksana UPT (Unit Pelaksana Teknis) Bidang Pendidikan senantiasa mengacu pada prinsip efisiensi dan efektifitas anggaran. Lingga dan Benito menandaskan, pembentukan organisasi jangan sampai menggemukkan kelembagaan yang ada yang berpotensi memboroskan anggaran. Jangan pula ada tumpang tindih pekerjaan.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Drs Datulam Ojahan Padang Dairi kepada wartawan menjelaskan, pendirian UPT amat dibutuhkan guna meningkakajn pelayanan kepada kepala sekolah dan guru. Disebutkan, jauhnya jarak sekolah ke ibukota kabupaten telah menyita banyak waktu dan energi. Hal itu tentu mengurangi porsi interaksi siswa dengan kepala sekolah dan guru. Sebaliknya, terbentuknya UPT di kecamatan akan mempermudah monitoring dan komunikasi. Untuk mendengar respon bupati, sidang diundur pada Senin (23/4).

Sumber : (D12/k)  Harian SIB, Sidikkalang


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Sidang Nyaris Ricuh DPRD Dairi Tolak Kehadiran Sekda”

  1. Tanggapan Toman Lambok Purba:

    Apa boleh buat dari dulu kayaknya bapak bupati yang terhormat itu memang kurang peduli ama kondisi daerahnya. terlalu banyak alasan menghindari hal yang sangat penting sperti pembahasan ranperda. dan mungkin dipikirannya, diakan udah mau selesai masa jabatannya,, jadi ngapain repot???

    itu mungkin yang ada di benaknya sekarang ini.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Rekson Silaban SE - Pejuang Kaum Buruh
Artikel selanjutnya :
   » » Wapres Minta Buruh tidak Rusak Pabrik Saat Demo