Jiwa revolusioner dan progresif sangat kental tercermin pada sosok Rekson Silaban SE yang setiap waktu selalu memperjuangkan kesejahteraan dan hak kaum buruh nasional maupun internasional. Hingga saat ini, masalah paling mendasar bagi buruh, seperti menyangkut ketidakpastian masa depan dan minimnya perlindungan jaminan sosial, menjadi sorotan utama pria yang dipercaya menjabat Governing Body for International Labor Organization (ILO) mewakili kawasan ASEAN ini.
Rekson menilai, ketidakpastian masa depan menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Kondisi ini harus diperbaiki. Sebab, tidak ada pekerja yang mampu memberikan seluruh energinya kepada perusahaan yang tidak memberikan kepastian masa depan.
“Muaranya, kaum buruh tidak akan bisa memiliki rencana sepanjang hidupnya,” kata Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) ini dalam percakapannya dengan Suara Karya, di Jakarta, Jumat (20/4).
Bagi Rekson, perbaikan kesejahteraan kaum buruh merupakan faktor terpenting yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Dia lantas membandingkan dengan negara lain, di mana ketentuan pekerja kontrak paling lama sampai 2 tahun. Namun di Indonesia lebih dari 4 tahun bekerja, tapi masih banyak yang belum memperoleh status pekerja tetap.
Karena itu, dalam Munas KSBSI yang akan digelar di Jakarta, Sabtu (21/4) ini, Rekson menekankan perlunya formulasi kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan dan hak-hak buruh nasional.
“Ironis sekali, sampai saat ini tenaga kerja Indonesia juga masih diperlakukan tidak manusiawi di luar negeri. Dari kondisi tenaga kerja di seluruh dunia, kondisi TKI paling menyedihkan, karena perlindungan kita sangat minim sehingga mengurangi citra bangsa,” ujar Komisaris PT Jamsostek (Persero) ini.
Sumber : (Abdul Choir) Suara Karya Online
[SB] Tags : Rekson Silaban, Suara Karya OnlineArtikel sebelumnya :
» » Terkait Dugaan Korupsi Anggota DPRD Tanjab Barat
Artikel selanjutnya :
» » Sidang Nyaris Ricuh DPRD Dairi Tolak Kehadiran Sekda


Silahkan memberikan tanggapan !