Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
21
Apr '07

Pengusaha dan Buruh Harus Jujur


Iklim Ketenagakerjaan Bisa Tingkatkan Minat Investor

Potensi konflik hubungan industrial sebenarnya bisa ditekan jika pengusaha dan buruh bisa saling terbuka dalam setiap persoalan di perusahaan. Kejujuran akan membangun kepercayaan dan menimbulkan ketenangan bekerja di perusahaan.

“Konsep ini merupakan salah satu resep kami untuk mengelola konflik hubungan industrial. Manajemen dan serikat pekerja berkomunikasi intensif, terutama dalam hal menetapkan target perusahaan dan strategi memenangkan pasar sehingga semua pihak memiliki tanggung jawab moral dalam bekerja,” kata Direktur Departemen Internasional Konfederasi Serikat Pekerja Nasional Jepang (Zenroren) Keisuke Fuse di Jakarta, Jumat (20/4).

Dia berbicara dalam seminar internasional bertajuk “Membangun Solidaritas Serikat Buruh untuk Bekerja Lebih Santun” yang diselenggarakan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI).

Zenroren merupakan konfederasi serikat pekerja terbesar di Jepang, beranggotakan sedikitnya 1,4 juta pekerja yang berbasis di Tokyo.

Menurut Keisuke Fuse, manajemen perusahaan dan serikat pekerja selalu berdialog sebelum menentukan target-target perusahaan. Penetapan selalu diambil dengan memperhitungkan potensi pekerja dan perusahaan.

Konsep ini cukup ampuh untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Loyalitas terhadap perusahaan pun dengan sendirinya terbangun karena keterlibatan dalam memutuskan membuat pekerja merasa memiliki perusahaan.

Keterbukaan membuat pekerja mengetahui setiap permasalahan yang dihadapi manajemen dan turut serta mengatasinya. Kejujuran manajemen juga memberikan iklim kerja yang kondusif di perusahaan.

Resep lainnya adalah sistem kerja permanen dalam waktu yang lama. Terakhir, sistem senioritas berdasarkan kompetensi dan pengalaman kerja. “Resep- resep ini cukup efektif menciptakan hubungan industrial yang kondusif,” ujar Fuse.

Seminar internasional ini dihadiri sedikitnya 12 orang perwakilan serikat buruh internasional dari Eropa, Asia Pasifik, dan Asia Tenggara. Mereka mengungkapkan perkembangan serikat buruh di wilayahnya masing-masing.

Sistem jaminan sosial

Serikat-serikat buruh di Eropa saat ini tengah memperjuangkan hak buruh agar hidup lebih layak lewat optimalisasi sistem jaminan sosial dan peningkatan kompetensi.

Manajemen didesak untuk mengutamakan pendidikan dan pelatihan agar buruh memiliki keahlian yang berguna jika mereka terkena PHK.

Menurut Ketua Umum K-SBSI Rekson Silaban, Indonesia dapat mengadopsi berbagai hal dari keberhasilan serikat-serikat buruh negara lain yang jauh lebih maju.

Salah satunya adalah strategi mengoptimalkan peran bipartit untuk meminimalisasi konflik di perusahaan. Iklim ketenagakerjaan yang kondusif akan meningkatkan minat investor menanamkan modal di Indonesia.

“Jepang merupakan negara yang produktivitasnya tinggi karena konflik hubungan industrial sangat rendah. Iklim ketenagakerjaan yang nyaman tentu bisa mendorong penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Rekson.

Sumber : (ham) Harian Kompas, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.