Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
18
Apr '07

Polisi Gerebek Lagi Permainan Ketangkasan



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Poltabes Barelang kembali melakukan penggerebekan tempat permainan ketangkasan elektronik, Jumat (6/4) sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Nagoya. Sasaran penggerebekan kali ini, tempat permainan ketangkasan di Pujasera A 1 dan di Biliard Centre, Nagoya.

Penggerebekan tempat permainan ketangkasan elektronik tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Poltabes Barelang, AKP. Herry Heryawan, S.Ik. Penggerebekan tersebut yang kedua kalinya di dalam pekan pertama Bulan April 2007 ini. Sebelumnya, Rabu (4/4) jajaran Reskrim Poltabes Barelang melakukan penggerebekan di tempat permainan ketangkasan yang berlokasi di lantai dasar Hotel Formosa, Nagoya.

Awalnya kemarin polisi bermaksud melakukan penggerebekan di Hotel Pelangi. Namun rencana penggerebekan itu sudah tercium oleh pihak pengelola dan mereka lebih dulu menutup tempat tersebut, dengan alasan libur. Sehingga polisi membelokan haluan ke arah Pujasera A 1 dan Biliard Centre.

Di dua tempat ini, saat polisi melakukan penggerebekan, para pengunjung sedang asyik main game. Para pengunjung seolah-olah merasa tidak terjadi apa-apa. Di Biliard Centre, polisi mengamankan barang bukti berupa ribuan koin, kupon, uang hasil penjualan koin sebesar Rp4.403.000, serta satu unit mesin ketangkasan.

Selain itu, polisi juga mengamankan 13 orang pemain di tempat ketangkasan elektronik tersebut, serta empat orang kasir. Tiga orang diantaranya wanita berparas cantik. Selain itu, polisi juga mengamankan dua unit mesin ketangkasan, ribuan coin, ribuan tiket, puluhan voucher pulsa isi ulang telepon genggam dan sejumlah uang tunai dari dalam Pujasera A1.  Serta sejumlah orang digiring ke Mapoltabes Barelang menggunakan mobil truk Dalmas, guna dimintai keterangan.

Pantauan Sijori Mandiri, polisi langsung mengepung tempat permainan dari semua sisi. Orang yang berada di dalam arena permainan tidak diperbolehkan keluar. Seluruh pintu masuk ke tempat arena mesin ketangkasan elektronik tersebut langsung ditutup polisi.

Polisi juga memasang police line di Biliard Centre dan penyegelan pintu di dalam Pujasera A 1. Penggerebekan itu menjadi perhatian warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka beramai-ramai ikut  menyaksikan penggerebekan itu. Sehingga arus lalulintas di depan Pujasera A 1 sempat terganggu.

Penggerebekan tempat permainan elektroknik yang diduga melakukan kegiatan judi terselubung itu menjadi perbincangan oleh sejumlah kalangan, karena terkesan pilih kasih. Pasalnya, di sejumlah tempat, seperti di Nagoya Hill, kegiatan serupa tetap berjalan dengan seperti biasanya.

Kuasa Hukum Kecewa

Kuasa Hukum Pengusaha Ketangkasan Elektronik, Jacobus Silaban, SH di TKP merasa kecewa atas sikap pihak kepolisian yang melakukan penggerebekan tempat-tempat ketangkasan elektronik tersebut.

Menurutnya, apabila polisi melakukan penggerebekan seperti itu, seharusnya melibatkan unsur-unsur Muspida. Seperti Satpol PP dan lainnya. Sementara yang terjadi sekarang ini adalah, penggerebekan hanya melibatkan aparat kepolisian saja. Selain itu, kliennya dalam menjalankan usaha juga sudah berpedoman kepada Peraturan Daerah No.6 tahun 2002 tentang ketertiban sosial di Kota Batam.

“Di sini sama sekali tidak menyebutkan menertibkan permainan seperti ketangkasan elektronik. Kalau itu disebutkan di dalam perda, maka saya akan melarang klien saya untuk tidak membuka permainan ketangkasan itu pada hari-hari libur,” ujarnya.

Selain itu, kliennya sudah mengantongi berbagai izin seperti, Izin Tempat Usaha Pariwisata (IUP) yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam 13 Oktober 2006. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan oleh Disperindag Kota Batam tahun 2006. Kliennya juga mengantongi Tanda Daftar Perusahaan, yang dikeluarkan oleh Disperindag tahun 2006.

Selain itu, kliennya juga memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yang wajib membayar pajak pertahunnya sebesar Rp100-200 ribu per unit mesin. Kliennya juga mengantongi izin keramaian yang dikeluarkan Sat Intelkam Poltabes Barelang, tanggal 1 Januari 2007 yang ditandatangani Kasat Intelkam, Kompol. Marzuki, S.Ik.

Sumber : (sm/05)  Sijori Mandiri, Batam


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » 3 On 3 Piala Methodist 1 ke-10, Even Basket Paling Akbar

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Pemkab Humbahas akan Cetak Buku “Ahu Sisingamangaraja” Tulisan Prof DR WB Sijabat