Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
15
Apr '07

Perkuat Imej Batam Kota MICE


Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya

Pertemuan United Cities and Local Governments-Asia Pacific (UCLG-ASPAC) di Batam harus bisa memperkuat imej Batam sebagai Kota MICE (meeting, incentive, convention dan exhibition) yang tak hanya sukses menjadi tuan rumah pertemuan tingkat nasional, tapi juga tingkat internasional.
”Out put yang kami inginkan memang memperkuat imej Batam sebagai kota MICE. Sebagai anggota USCLG-ASPAC, Adeksi bersaing dengan negara Australia, Thailand, New Zealand dan lainnya untuk menjadi tuan rumah. Namun, akhirnya Indonesia terpilih dan saya minta Batam yang jadi tuan rumah, bukan Jakarta.

Tujuannya, menarik uang ke Batam,” kata Ketua Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) Soerya Respationo, kemarin.

Untuk memperkenalkan Batam di mata internasional, kata Soerya, di hari terakhir pertemuan UCLG-ASPAC itu, 76 peserta dari sebelas negara yang kemarin hadir akan dibawa keliling Batam. Di antaranya, mereka akan diajak berkunjung ke kawasan industri Batamindo, ke lokasi pengungsian Vietnam dan kawasan pariwisata lainnya.

”Kalau tidak seperti itu, sekarang apa lagi yang bisa dijual Batam. Pemerintah daerah, baik Pemko Batam maupun Otorita Batam dan DPRD harus cari peluang bagaimana mendatangkan duit ke Batam. Kita tak boleh lagi disibukkan soal kecil dan ribut-ribut sendiri (menyebut kasus asuransi dan laptop). Tapi harus berpikir yang lebih besar lagi,” ujar Ketua DPRD Batam itu.

Guna mewujudkan Batam sebagai kota MICE yang dikenal dunia, kata Soerya, memang butuh kerja keras lagi.
Tak hanya dari ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, tapi juga dari segi sumber daya manusia (SDM) Batam. ”Ini memang tak semudah membalikkan tangan. Namun, kita harus sama-sama bekerja mewujudkannya,” tukasnya.

Senada dengan Soerya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam Syamsul Bahrum juga berharap Batam bisa dikenal dunia sebagai kota MICE. Batam, katanya, sekarang sudah masuk ke Global Invesment Maping (GIM) dan Cable News Network Effect.

”Jadi bukan hanya Bali yang dikenal dunia. Batam juga mulai dikenal,” tukas Syamsul yang kemarin menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan UCLG-ASPAC itu.

Sebagai bukti bahwa Batam mulai dikenal sebagai kota MICE di tingkat dunia, kata Syamsul, adalah dipilihnya Batam sebagai tuan rumah Chinesse Asean Expo yang akan diselenggarakan Pemerintah Kota Yulin RRC pada tahun 2008, mendatang.  ”Mereka menyampaikan itu ke kami, saat berkunjung ke Pemko, pekan lalu. Bahkan, ada yang mau melakukan pertemuan di resort,” ujarnya.

Bahas Empat Isu
Pertemuan dan forum bimbingan teknis tahunan UCLG-ASPAC di Hotel Planet Holiday, kemarin, membahas empat isu penting. Di antaranya, pembangunan ekonomi makro kawasan Asia Pasifik, ketenagakerjaan, investasi dan pengembangan kota.

Dari 52 negara yang diharapkan hadir, yang hadir 76 peserta dari sebelas negara yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Korea Selatan, China, Jerman, Belgia, Rusia, Rumania dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Pertemuan kemarin, dibuka oleh Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan President of UCLG-ASPAC Chen Haosu. Acara kemudian diisi dengan presentasi dari sejumlah pembicara. Di antaranya, dari Indonesia Syamsul Bahrum, Nurfakih Wirawan Asisten Pembangunan DKI Jakarta dan Togar Arifin Silaban dari Pemko Surabaya.

Pembicara lain, Shaun Mc Bride dari Australia, Mayor Ramon N Guico dari Filipina, Liu Yang dari Beijing, Hoeran Kim dari Daegu dan Kim Yang Bo dari Jeju Korea Selatan serta Sarinya Sophia Regional Unit for Social and Human Sciences in Asia and Pacific UNESCO, Bangkok.

Pertemuan kemarin, juga dimanfaatkan sejumlah pemerintah kota mempromosikan daerah mereka. Seperti Kota Jeju Korea Selatan misalnya, memperkenalkan kekayaan budaya dan peluang investasi di kota mereka.
Kehadiran para pemerintah kota se-Asia Pasifik itu, kata Syamsul Bahrum, bisa dijadikan ajang tukar informasi dan penjajakan investasi di pemerintah masing-masing.

‘’Meski yang hadir bukan investor langsung, pemerintah kota nantinya bisa saling memberi informasi soal peluang-peluang investasi,” kata Syamsul.

Sumber : (med) Batam Pos, Batam

[SB] Tags : , ,


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pencari Batu Tewas di Sungai
Artikel selanjutnya :
   » » Tunggu Hasil Laboratorium - Pemkot dan Polisi Soal Luapan PT SIER