Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
12
Apr '07

Stok Obat HIV/AIDS Habis


Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura milik Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengalami kehabisan stok obat antiretrovirus (ARV) jenis efavirenz.

Obat ini dikonsumsi bagi para penderita HIV/AIDS. Siti Soltief, seorang volunteer untuk counseling and testing (CT) mengatakan, pasokan obat dari beberapa kombinasi tersebut telah habis sejak 3 bulan silam. Padahal, obat ini harus dikonsumsi para penderita HIV/AIDS setiap harinya untuk bertahan hidup.Jika tidak, maka akan mengakibatkan resistensi bagi penderita HIV/AIDS.

”Kondisi serupa pernah terjadi pula beberapa bulan lalu. Stok dua jenis obat bagi penderita HIV/AIDS di Papua habis. Kami tidak tahu hingga kapan obat itu bisa tersedia lagi dengan jumlah banyak,”ungkap dia. Untuk menutupi stok obat, pihaknya berusaha mencari ke rumah sakit lain yang masih memiliki stok obat serupa. ”Bagi para penderita, obat–- obatan itu sangat dibutuhkan. Bila para penderita yang telah mengonsumsi obat tersebut, lalu mengganti obatnya, akan berakibat fatal,” ungkap dia.

Sementara itu,Direktur RSUD Dok II Jayapura dr Paulina Watopa menambahkan, saat ini pihaknya sangat kesulitan mendapatkan jenis obat ini.”Padahal, hal seperti ini tak pernah dialaminya ketika Provinsi Papua membeli sendiri stok obat ARV. ”Tapi setelah diambil alih Jakarta sejak 2003, akses untuk mengontrol persediaan obat di Jayapura jadi makin sulit,”ujarnya. Robert, Koordinator Jayapura Support Grup,yakni rumah singgah bagi penderita HIV/AIDS di Papua mengatakan, persoalan habisnya stok obat HIV/AIDS ini bukan yang pertama kali terjadi di Papua.

Ini kasus yang kedua kalinya. Seharusnya, lanjut dia, pihak dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Papua telah mengetahui lebih dini bahwa dalam waktu dekat stok obat tersebut habis sehingga perlu adanya koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, yakni Departemen Kesehatan (Depkes) untuk mengantisipasi kehabisan stok obat tersebut. ”Aparatur Dinas Kesehatan sepertinya tidak becus menangani penyediaan obat bagi penderita HIV/AIDS. Ini bukti ketidakseriusan pemerintah dalam penanganan HIV/AIDS di tanah Papua,” kata Robert.

Sementara itu,Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Tigor Silaban menyatakan, pengadaan semua obat ARV langsung dari Departemen Kesehatan ke RSUD Dok II Jayapura yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan bagi penderita HIV/ AIDS. Menurut pihak manajemen RSUD Dok II Jayapura, lanjut Tigor, pihaknya belum menerima obat ARV jenis efavirens tersebut.”Kami sudah menyurati Depkes agar ada ARV di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, namun hingga saat ini belum ada jawaban,” ungkap Tigor. Dia meyakinkan, di masa mendatang obat penderita HIV/AIDS itu tidak akan kehabisan lagi.

Sumber : (f marisi)  Koran Sindo, Jayapura


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Peraturan Jaminan Pesangon Segera Diselesaikan
Artikel selanjutnya :
   » » Pixel Digital Printing Jual Berbagai Kamera Digital