Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
12
Apr '07

Naskah Kuno Beraksara Batak Dipamerkan di Parigi Moutong


Apakah Anda pernah tahu bahwa ternyata suku Batak di Sumatera Utara, juga mempunyai aksara kuno seperti aksara Bali Kuno atau Jawi Kuno? Atau apakah Anda tahu, bahwa ketika Presiden Soeharto mengundurkan diri, ia menulis tangan pidato singkatnya untuk menyatakan pengunduran diri itu lalu menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada Baharuddin Jusuf Habibie? Nah, jika belum tahu, Anda patut berkunjung ke Pameran Dokumen dan Arsip Langka di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Pameran dokumen dan arsip langka di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ini dibuka oleh Bupati Longki Djanggola dengan dukungan dari Museum Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, serta museum arsip Kerajaan Belanda. Bukan hanya naskah-naskah kuno yang dipamerkan di sana, tapi juga sejumlah film pra dan pasca-kemerdekaan Republik Indonesia. Termasuk replika naskah asli dan naskah revisi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Lalu yang menarik, ada pula naskah resmi dan tulisan tangan pidato singkat yang disampaikan Presiden Soeharto ketika mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 silam. Semua itu disajikan dalam pameran dokumen dan arsip langka di Parigi Moutong di samping dokumen dan arsip berharga lainnya.
Yang tidak kalah penting adalah sejumlah aksara nusantara yang pernah dipakai oleh suku-suku besar di Indonesia untuk menuliskan sejarah mereka, semisal aksara Bali Kuno, aksara Lontara milik suku Bugis di Sulawesi Selatan, aksara Jawi Kuno dan aksara Laklak yang pernah dipakai oleh suku Batak di Sumatera Utara.

Menurut Sanwani dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, semula sejumlah dokumen aksara nusantara ini dimiliki oleh kolektor dari Negeri Belanda kemudian diserahkan ke Pemerintah Indonesia.
“Kita berburu naskah-naskah kuno ini hingga ke Negeri Belanda. Kita menyebut koleksi ini sebagai aksara nusantara. Aksara-aksara ini pernah hidup dan dipakai oleh sejumlah suku di Indonesia, namun di antaranya tidak digunakan lagi,” kata Sanwani.
Pameran dokumen dan arsip langka di Parigi Moutong ini direncakanan akan digelar hingga hari ini, 12 April.

Sumber : (erna dwi lidiawati) Suara Pembaharuan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Naskah Kuno Beraksara Batak Dipamerkan di Parigi Moutong”

  1. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    ada sekitar 200 transkrip batak tersimpan di PNRI. siapa yang mau mengungkap isinya?

  2. Tanggapan Tardas Gurning:

    saya tertantang dengan problem ini dimana saya tau menerjemahkan aksara dan sejarah batak sedikit banyak. Memang untuk menerjemahkan itu sangat mahal, yang menjadi pertanyaan apakah perkumpulan ini dapat menunjukkan siapa orang/ perusahaan yang peduli dengan aksara batak ini. Percayalah dengan tulisan inilah sejarah itu dapat diungkap dengan jelas. Horas!!! hidup bangso Batak.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.