Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
11
Apr '07

Peraturan Jaminan Pesangon Segera Diselesaikan


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno melaporkan perkembangan pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang jaminan pesangon.

Erman mengatakan rancangan peraturan itu saat ini masih dalam pembahasan. “Jaminan pesangon itu saat ini sedang dibahas asosiasi pengusaha dan serikat buruh. ” kata Erman Suparno, Kamis(11/4), pada wartawan di Kantor Kepresidenan Jakarta.

Menurut Erman, buruh yang di pecat akan mendapat uang pesangon. Berbeda dari cara saat ini, uang pesangon itu akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi, bukan perusahaan tempat buruh itu bekerja. Akan tetapi, perusaan harus membayar premi pada perusahaan asuransi itu. Pemerintah akan memilih PT Jamsostek dan perusahaan asuransi lain sebagai penampung jaminan itu.

Jamsostek hanya memberi sebagian dari jaminan sosial bagi buruh. Jaminan yang diberikan Jamsostek berupa jaminan kesehatan, kecelakaan, kematian, dan jaminan hari tua. “Jamsostek akan menambah program jaminan pemutusan hubungan kerja(PHK),” kata Erman Suparno. Ketentuan itu akan dimasukkan dalam peraturan yang sedang disusun itu.

Sebelumnya, kalangan buruh setuju rencana pemerintah untuk mengubah sistem pembayaran uang pesangon dari pengusaha menjadi sistem asuransi. Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban mengatakan setuju usulan pemerintah itu asalkan besaran uang pesangon untuk buruh tidak diubah.

Rekson mengatakan dengan adanya jaminan pesangon ini, premi Jamsostek yang dibayar pengusaha harus ditingkatkan. Saat ini, premi Jamsostek rata-rata hanya 11,7 persen dari upah. “Mungkin bisa ditingkatkan menjadi 20 persen,” kata Rekson Silaban, awal tahun lalu di Kantor Wakil Presiden.

Menurut Rekson, premi asuransi buruh di Asean mencapai 20-25 persen. Di Vietnam, premi asuransi untuk buruh mencapai 22 persen.

Sumber : (Sutarto) Tempo Interaktif , Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Langka Obat HIV/AIDS
Artikel selanjutnya :
   » » Stok Obat HIV/AIDS Habis