Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
4
Apr '07

Hutan Register 67 Adian Tinjoan dan Batu Ardan Dirambah


Walau ketatnya peraturan dan sanksi terhadap pelaku illegal logging, masih saja dijumpai segelintir orang yang berani melakukan aksi penjarahan kayu. Bahkan pembalakan liar itu dilakukan di kawasan hutan lindung seperti kawasan hutan Register 67 Adian Tinjoan dan Register 66 Batu Ardan.

Perambahan hutan di kawasan hutan lindung tersebut dibenarkan seorang Polisi Kehutanan (Polhut) Pakpak Bharat Juragan Solin. Bahkan menurutnya, kegiatan yang merugikan negara ini telah berlangsung lama. Ini didasarkan dari temuan di lapangan berupa luasnya sisa-sisa tebangan. Namun, pihaknya baru mengetahui aksi pembalakan hutan secara liar di kawasan tersebut pada akhir Maret 2007.

Setelah memperoleh informasi dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM), atas perintah Kadis Kehutanan Ir Sujarwo, tim yang beranggotakan Juragan Solin, Pl Kasi Perijinan Hendrik B Tumangger, Jonter Silaban serta sejumlah wartawan langsung terjun ke lapangan.

Di lokasi ditemukan tumpukan kayu olahan berbagai ukuran hasil racikan chain saw (gergaji mesin) siap angkut. Sejauh ini, tidak diketahui siapa pemilik dan cukong kayu tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Kabag Bina Mitra Kepolisian Pakpak Bharat AKP DJ Tamba mengaku belum mengetahui aksi penebangan liar di dua kawasan hutan dimaksud. Sehubungan itu, lanjutnya, pihaknya akan menerjunkan tim ke lokasi guna mengusut tuntas kasus ini.

Sumber : (cks) MedanBisnis – Salak


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » 50 Mahasiswa Akper Dairi Capping Day
Artikel selanjutnya :
   » » “Ulos” versus Modernisasi, Siapa Peduli…?