Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
29
Mar '07

UU Tentang Jamsostek Perlu Ditinjau Ulang


Undang-Undang (UU) No 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang selama ini menjadi kerangka hukum formal penyelenggaraan dan pengelolaan Jamsostek perlu ditinjau ulang.

UU itu memerlukan adanya penyesuaian atau konsistensi dengan UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Demikian salah satu kesimpulan yang mengemuka dalam Rapat Korbid Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Naketrans) DPP Partai Golkar dengan jajaran anggota Komisi IX Fraksi Partai Golkar DPR, dan para tokoh pekerja di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu, (28/3).

Hadir dalam pertemuan itu sejumlah anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Golkar, antara lain Wakil Ketua Komisi IX Asiah Salekan, Serta Ginting, Imam Supardi, Sri Harini, Tisnawati Karna, Wasma Prayitno, Maryamah Nugraha Besoes, dan anggota Departemen Nakertrans DPP Partai Golkar Ricky Rachmadi dan Joeslin Nasution. Sedangkan dari tokoh serikat pekerja hadir antara lain Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban, Presidium Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Thamrin Mosi, Ketua Majelis Nasional KSPI Syaiful, dan Sekretaris Majelis Nasional KSPI Agus Toniman.

Ketua DPP Partai Golkar Korbid Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Ali Wongso Sinaga menekankan, perlu adanya perubahan terhadap UU No 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek, di mana salah satu perubahan yang harus dilakukan adalah tentang kedudukan Jamsostek yang seharusnya tidak sama lagi statusnya dengan badan usaha milik negara (BUMN) “Partai Golkar menghendaki orientasi Jamsostek ke depan adalah kesejahteraan bagi tenaga kerja, bukan laba. Jadi Jamsostek orientasinya bukan mengejar laba sebesar-besarnya, tapi peningkatan kesejahteraan pekerja, ini yang mendesak harus diubah dalam UU Jamsostek itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam UU No 3 Tahun 1992, status badan hukum penyelenggara Jamsostek berbentuk BUMN Persero. Konsekuensinya, Jamsostek tunduk pada UU No 1 Tahun 1995 (juncto) UU No 19 Tahun 2003, di mana orientasi utamanya adalah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya sehingga modal yang terakumulasi dari pengusaha maupun tenaga kerja menjadi milik pemerintah sebagai majority shareholder.

“Kalaupun Jamsostek statusnya tidak BUMN, yang penting bagi kami asal spiritnya tetap mengedepankan kesejahteraan pekerja yang direalisasikan program-program Jamsostek itu sendiri. Karena bagi Partai Golkar, berhasilnya atau suksesnya Jamsostek tidak diukur dari berapa laba yang didapatkan, tapi diukur dari seberapa besar yang diberikan Jamsostek dalam meningkatkan kesejahteraan buruh,” tegas Ali Wongso.

Senada dengan Ali Wongso, Wakil Ketua Komisi IX DPR Asiah Salekan yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, jaminan sosial adalah hak manusia sehingga setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat oleh karenanya mendapat jaminan dari negara.

Di samping itu, lanjut Asiah, jaminan sosial tenaga kerja merupakan bagian sistem jaminan sosial nasional yang bertujuan untuk memberikan perlindungan keamanan dan keselamatan kerja bagi terpenuhinya kebutuhan dasar hidup seluruh tenaga kerja.

Dari pertimbangan itulah, kata Asiah, pengelolaan UU No 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek sudah tidak sesuai.

Sumber : (M Kardeni)  Suara Karya Online, Jakarta


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “UU Tentang Jamsostek Perlu Ditinjau Ulang”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    …..Ketua DPP Golkar korbid Tenaga Kerja, ALI WONGSO SINAGA……
    Ini namanya Indonesia, kombinasi nama Jawa dan marga Sinaga.
    Horas

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Muchtar Kutai Pimpin PK Partai Golkar Babalan
Artikel selanjutnya :
   » » Mercure Rekso Andalkan Nuansa Sejarah