Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
23
Mar '07

Pekerja tolak sistem asuransi pesangon


Pekerja kemungkinan menolak model asuransi dalam perubahan sistem pesangon mengingat adanya transferable risk yang tidak bisa ditanggung sistem asuransi, sehingga berpotensi merugikan pekerja.

Pekerja akan mengajukan empat skenario yang menguntungkan bagi pengusaha dan pekerja kepada Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS-Tripnas), setelah pekerja menggelar rapat pada pekan depan.

Menurut Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sjukur Sarto, saat ini serikat pekerja sedang fokus memperdalam skenario tersebut dan meminta masukan dari pakar dana pensiun dan aktuaria.

“Kami yakin alternatif ini akan menguntungkan bagi pekerja dan pengusaha. Tapi, kami tidak akan memilih alternatif asuransi, karena dalam sistem asuransi ada transferable risk yang tidak bisa ditanggung sistem asuransi, karena sifatnya perlindungan perorangan. Kami akan mengajukan empat alternatif dalam pleno LKS-Tripnas mendatang,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Alternatif perubahan sistem pesangon itu a.l. melalui penggunaan mekanisme dana pensiun dan melalui hitungan 8,33% gaji per bulan guna tabungan pesangon. “Detailnya masih kami bahas pada pekan depan.”

Sementara itu, Ketua Umum Konfederasi Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban mengatakan KSBSI akan mengajukan usulan konsep multi-provider bagi badan penyelenggara dana pesangon tersebut.

“Jadi, Dana Pensiun bisa ikut, Jamsostek bisa ikut dan yang lain juga bisa ikut. Jangan sampai hancur masa depan Dana Pensiun yang saat ini sudah beraset Rp75 triliun, lebih besar dari Jamsostek,” tandasnya.

Rekson menambahkan masukan bagi LKS Tripnas dari KSBSI itu juga menyoal kontribusi pemerintah sebesar tujuh kali lipat dari total 32 kali lipat pesangon bagi pekerja.

“Pengusaha tidak akan berat lagi. Pemerintah harus ikut berkontribusi, sehingga pesangon tetap 32 kali, pengusaha tidak diberatkan dan pekerja tidak rugi. Penanggung jawab terhadap besaran 32 kali itu jadi dua, yaitu pemerintah dan pengusaha. Detail hitungannya aktuarianya akan menyusul. Harus ada terobosan untuk sistem pesangon.”

Kontribusi pemerintah itu, lanjut dia, dapat disalurkan pemerintah melalui dividen yang diperoleh pemerintah dari PT Jamsostek serta pajak dari Dana Pensiun.

Perbedaan persepsi

Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional Bambang Wirahyoso mengatakan SPN yang berafiliasi pada Kongres Serikat Pekerja Indonesia menyadari saat ini belum ada kesamaan persepsi di antara serikat pekerja dalam penyusunan PP Pesangon dan amendemen UU Jamsostek.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi mengatakan pihaknya akan bersikap terbuka terhadap masukan dari serikat pekerja tersebut.

“Kami tidak menyediakan konsep apa pun. Kami akan mempelajari masukan dari pekerja itu,” tandasnya. (syviana.pravita [-at-] bisnis.co.id)

Sumber : (Sylviana Pravita R.K.N.) Bisnis Indonesia, Jakarta


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Pekerja tolak sistem asuransi pesangon”

  1. Tanggapan Frengky Silaban:

    Apapun bentuk atau mekanismenya..hal yang terpenting adalah output itu sendiri atau kesejahteraan bagi kaum buruh atau pekerja. Sama halnya dengen membungkus makanan buat kaum buruh atau pekerja..bungkus atau kemasannya indah dan menarik tetapi isi dan kepada siapa akan diberikan jadi pertanyaan akhir..
    setelah tahu bahwa ternyata makanannya enak dan cukup buat tujuh turunan..ehhh..jadi janji tinggal janji deh.Karena Indoneia sejak dulu terkenal dengan janji tinggal janji dan kaya akan ide yang brilian

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Kepala BPLH Janji Beri Penjelasan
Artikel selanjutnya :
   » » Kepergok Masuk Kamar, Pria Tak Dikenal Diamankan