Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
22
Mar '07

Kaji Ulang Penempatan Titik Lintang Nol Derajat


Diteliti Titik Kulminasi

Mungkin tak banyak orang yang tahu kalau titik koordinat 0 (nol) derajat sebenarnya tidak berada persis di Tugu Khatulistiwa. Berdasarkan catatan sejarah yang ada, pada plat yang berada di bagian atas tugu, tepatnya di bawah anak panah, tertera tulisan 109 derajat 20 menit OLvGr Bujur Timur. Itu menandakan bahwa posisi tugu berada persis titik nol derajat. Sudah benarkah perhitungan para peneliti dikala itu?

MENURUT catatan sejarah yang diperoleh pada tahun 1941 dari V en W oleh Opzichter Wiese –dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch– Indie: Den 31 sten Maart 1928, telah datang di Pontianak satu ekspedisi internasional yang dipimpin oleh seorang ahli geografis berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/ tonggak garis Equator.

Setelah melakukan penelitian, akhirnya para ahli di kala itu menetapkan bahwa titik nol derajat berada di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara atau tepatnya berada sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Ketika pertama kali dibangun tahun 1928, konstruksi tugu masih berbentuk tonggak dengan anak panah. Dua tahun berselang (1930), bangunan tugu disempurnakan menjadi bentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.

Di tahun 1938, Tugu Khatulistiwa kembali mengalami penyempurnaan oleh opzicter atau architech Silaban. Pada tahun 1990, untuk kesekian kalinya Tugu Khatulistiwa mengalami renovasi dengan pembuatan kubah pelindung tugu asli dengan cara membuat duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Pengerjaan renovasi ini selesai dan diresmikan pada 21 September 1991.

Seiring dengan berjalannya waktu, pada bulan Maret 2005, kembali dikakukan penelitian oleh Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Inventarisir Sumberdaya Alam (P3TISDA). Dibawah komando Deputi Bidang Teknologi pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dilakukan upaya koreksi penentuan lokasi titik nol garis Khatulistiwa di Kota Pontianak.

Penentuan posisi ini dilakukan dengan menggabungkan dua metode. Pertama melalui metode terrestrial atau extra-terrestrial, yakni menggunakan alat theodolit atai total station. Dan yang kedua dengan menerapkan metode ekstra-terrestrial melalui bantuan satelit, yaitu dengan sistem penentu secara gelobal atau lazin dikenal dengan sebutan Global Positioning System (GPS)

Seperti dikatakan DR Dhani Hardiwijaya, Ketua Program Studi Astonomi ITB, untuk menentukan lokasi titik nol di garis Khatulistiwa, akan digunakan gabungan metode terrestrial dan extra-terrestrial, yaitu dengan GPS dan stake-out. “Adapun peralatan yang digunakan adalah total station dan receiver GPS,” terangnya saat berada di tempat penelitian. Tugu Khatulistiwa.

Dalam pelaksanaannya, hal yang pertama dilakukan adalah menentukan dua buah titik ikatan (BM-1 dan BM-2) secara teliti dengan GPS di sekitar garis Khatulistiwa melalui metode post-processed. Adapun peralatan yang digunakan adalah GPS Trimble Pathfinder ProXR 12 Channel dan perangkat lunak yang digunakan dalam Trimble Geomatics Office. Dari hasil pengukuran GPS, terlihat titik GPS International di Bokosuartanal (Cibinong) dan nanyang University of Technology di Singapura. Pengamatan data dilapangan ini dilakukan selama dua hari, 20-21 Maret 2005 (hari 79 dan 80 pada minggu 1315 waktu GPS). Setelah memperoleh dua titik ikatan dengan koordinat yang tepat, langkah selanjutnya adalah menentukan beberapa opsi pencarian lokasi yang mempunyai lintang 0 derajat 0 menit 0 detik di sekitar atau di dalam kompleks Tugu Khatulistiwa. “Dari hasil pengukuran, ternyata posisi Tugu Khatulistiwa berada di 109 derajat 19 menit 19.42869 detik Bujur Timur atau 313275.408 mE; 117.000 mU dalam sistem UTM-Zone 49N, WGS-84,” paparnya menjelaskan.

Untuk titik 0 derajat 0 menit 0 detik Lintang Utara dan 109 derajat 20 menit 00 detik Bujur Timur atau (314515.392 mT; 0 mU), pihaknya telah melakukan penelusuran letak posisi. Adapun letak yang dimaksud terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Sungai Selamat, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara. Penentuan letak titik nol ini diperkuat dengan hasil pengukuran yang digabung dengan Citra IKONOS di atas langit Kota Pontianak, tahun 2002. Dengan demikian, secara ilmiah telah dibuktikan bahwa titik ‘tanpa bayangan’ telah bergeser dari tempat asalnya.

Sumber : (*) Pontianak Post


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Kaji Ulang Penempatan Titik Lintang Nol Derajat”

  1. Tanggapan joe:

    baik bener isinya ; tlna dijaga yyyyyyyyyyyyy

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dewan Pertanyakan IMB PT SMC
Artikel selanjutnya :
   » » Kepala BPLH Janji Beri Penjelasan