Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
18
Mar '07

Pemkab Tobasa Lakukan Berbagai Upaya untuk Menjadi Sentra Tanaman Jagung



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Pemred SIBKetua BPH UNITA yang Juga Pemred SIB GM Immanuel Panggabean BBA Foto Bersama dengan Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA, Sekdakab Tobasa Liberty Pasaribi SH MSi, Asisten I Drs Dugat Panjaitan, Kadis Pertanian Ir Horas L Silitonga, Kadis Pendapatan Ir Albert Marpaung MM, Kabag Ekon James Silaban SH dan Kabag Humas Tobasa Drs Albert Sidabutar,usai pembicaraan MoU antara Pemkab Tobasa dengan UNITA dalam tanaman Jagung, Jumat (16/3). 9Foto SIB/Eduwart MT Sinaga)

Kabupaten Toba Samosir telah ditetapkan sebagai salah satu daerah sentra jagung di Propinsi Sumatera Utara. Untuk mendukung upaya tersebut, setiap kecamatan yang ada di Toba Samosir seluas 28 hektar akan ditanami tanaman jagung dan pembiayaannya sudah diusulkan dan diajukan pada APBD Tahun 2007. Sementara itu, Pemkab Toba Samosir juga akan melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) Silangit Siborong-borong.

MoU Pemkab Tobasa dengan UNITA dalam hal komoditi jagung ini, seluas 10 ribu hektar lahan yang tersebar di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Tobasa akan dijadikan sebagai pilot project pertanaman tanaman jagung dengan melibatkan tim dari Pemkab Tobasa dan UNITA baik dalam melakukan penelitian kesuburan tanah, Ph tanah atau juga topografi.

Demikian hasil pertemuan antara Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA yang didampingi anggota DPRD Tobasa Sabar Silalahi SH, ketua tim jagung Tobasa Drs Dugat Panjaitan, Kadis Pertanian, Perikanan dan Peternakan Tobasa Ir Horas L Silitonga, Kadis Pendapatan Ir Albert Marpaung MM, Kadis Diknas Drs Hulman Sitorus, Kabag Tapem Drs Ombang Siboro MSi, Kabag Ekon James Silaban dan Kabag Humas Drs Albert Sidabutar dengan Ketua BPH UNITA GM Immanuel Panggabean BBA, Jumat (16/3) di Kantor Bupati Tobasa.

Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA mengatakan, MoU antara Pemkab Toba Samosir dengan UNITA dalam bidang tanaman jagung secepatnya akan direalisasikan. Karena UNITA sendiri sudah melakukan MoU dengan Ceko University dengan menghadirkan tim ahli atau pakar dalam bidang pertanian. Dengan kerjasama ini, akan dilakukan penelitian-penelitian terhadap kondisi alam di Tobasa. Karena kita saat ini di Tobasa telah memprogramkan tiada desa yang tiada jagung dan bahkan sekolahpun nantinya tiada sekolah tanpa jagung.

“Dan untuk kita ketahui bersama, Direktur Departemen Pertanian akan turun ke Toba Samosir untuk melihat dari dekat dan langsung kondisi Kabupaten Toba Samosir dalam pertanaman jagung. Mereka nantinya akan melakukan pelatihan dan juga pemberian bibit unggul tanaman jagung. Ditambah lagi MoU antara Pemkab Tobasa dengan UNITA dalam tanaman jagung, tidak mustahil Tobasa bisa mewujudkannya sebagai sentra jagung di Sumut,” ungkap Monang Sitorus

Ditambahkan Kadis Pendapatan Ir Albert Marpaung MM, Kadis Pertanian Ir HL Silitonga dan Kabag Ekon James Silaban SH, prospek tanaman jagung sangat besar karena banyak yang menampungnya. Beberapa waktu yang lalu ketua Asosiasi pakan ternak Anton Supit juga telah siap untuk menerima hasil tanaman jagung. Dan mereka siap untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. MoU antara Pemkab Tobasa dan UNITA, merupakan bagian dari 6 pola yang diterapkan Dinas Pertanian Tobasa dalam pertanaman jagung.

Dengan adanya MoU antara Pemkab Tobasa dengan UNITA yang menghadirkan peneliti dan pakar bidang pertanian dari Ceko University Agryculture (CUA) akan bisa menepis isu–isu yang menyebutkan bahwa tanaman jagung bisa merusak tanaman lainnya dan juga isu tanah, suhu dan ph tanah di Tobasa tidak cocok untuk tanaman jagung. “Apalagi program Pemkab Tobasa saat ini tiada desa tanpa tanaman jagung. Dan untuk itu, pihak eksekutif telah mengajukan untuk APBD tahun anggaran 2007 ini biaya Rp 3,5 miliar. Karena setiap kecamatan yang ada di Tobasa akan menyediakan lahan seluas 28 hektar tanaman jagung, “ kata Sabar Silalahi SH.

Menanggapi hal itu, Ketua BPH Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli GM Immanuel Panggabean BBA mengatakan, dengan adanya kerjasama ini, Kabupaten Toba Samosir sebagai pionir pertanaman jagung dan menjadi pusat tanaman jagung. “Program ini luar biasa, masalah teknis itu no 2 yang penting jalan dulu. Karena kita dari UNITA juga akan menopang dengan SDM. Apalagi ini merupakan langkah untuk memupuk kebersamaan, semangat untuk bersatu. Program ini program luar biasa,” ungkap GM Immanuel.

Dikatakan GM Immanuel, dengan banyaknya yang terlibat dalam pertanaman jagung yang ada di Toba Samosir itu sangat bagus. Langkah yang telah diambil dan dilaksanakan oleh Pemkab Tobasa dengan melibatkan banyak pihak baik Universitas, badan ataupun yang lainnya, sangat Bagus. “Apakah itu kerjasama dengan Informatika DEL, UNITA yang telah bekerjasama dengan Ceko, ini sangat bagus,” tandasnya.

Sumber : (EMT/d) Harian SIB, Balige


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Pemkab Tobasa Lakukan Berbagai Upaya untuk Menjadi Sentra Tanaman Jagung”

  1. Tanggapan Saut P.Silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Bagaimana ceritanya 28 hektar x 14 kecamatan jadi 10.000 ha…?
    Sebenarnya kalau cuma mau nanam jagung gak perlu ahli dari Ceko…. Yang jadi masalah adalah proses pasca panen. Bagaimanapun bagusnya kualitas jagung yang dihasilkan bila proses pasca panen tidak tepat akan sia sia.
    Pembeli mengatakan akan membeli semua produk petani,tapi dengan kondisi/kualitas tertentu, karena untuk ukuran idonesia jagung kebanyakan untuk pakan ternak. Juga satu yang perlu diwaspadai,kebanyakan penanaman jagung dilakukan pada waktu yang bersamaan, dan panennya juga bersamaan.Pada saat panen, harga pasti akan turun. Perlu kebijakan pemerintah daerah untuk bisa menampung hasil panen petani.
    Nah Siapkah pemerintah daerah untuk menampung panen petani…? Kalo cuma menyimpan aja mungkin bisa, tapi agar kualitas tetap terjaga, saya ragu apakah pemda setempat mampu…
    Semuanya butuh Teknologi.
    Teknologi yang dibutuhkan pasca panen :
    1. Mechanical Drier
    2. Storage (Hermetic Storage)
    3. Planting manegement
    4.dll

    Ima jolo tarsingont jagung na huboto…

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Menindaklanjuti Jubileum CCA Yang Sukses, Tugas Kita di Sumut Membangun Damai

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Antisipasi Permainan Tengkulak - Petani Simalungun Bentuk Gapoktan