Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
18
Mar '07

Menindaklanjuti Jubileum CCA Yang Sukses, Tugas Kita di Sumut Membangun Damai



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Makna yang tertinggal, tersemai di sanubari masyarakat Sumut pasca perayaan Jubileum 50 Tahun CCA adalah tugas  “membangun komunitas damai untuk semua”. Hal itu disampaikan Ketua Umum PGI Wilayah Sumut Pdt WTP Simarmata MA dalam khotbahnya pada acara Syukuran atas suksesnya perayaan Jubileum 50 Tahun Dewan Gereja Asia (CCA), Jumat (16/3) di Convention Hall HDTI Medan.

“Perayaan sudah usai, tetapi tugas kita yang tinggal di Sumut adalah untuk membangun damai, tugas kita menindaklanjuti, mewujudkan, bagaimana damai itu terjadi dalam semua kehidupan lewat perbuatan, pikiran, kegiatan gerejawi, persahabatan antar sesama,” himbaunya.

Dalam acara syukuran yang dihadiri sekitar 1000-an pendeta se-Sumut, WTP Simarmata memaparkan bahwa “Tuhan maha baik, maha pengasih dan tidak mempermalukan kita dalam perayaan Jubileum 50 Tahun CCA. Tuhan telah memberikan kekuatan kepada panitia sehingga Sumut menjadi tersebar harum ke seluruh dunia melalui publikasi internet. Tuhan maha baik memampukan masyarakat Sumut melakukan kegiatan oikumenis tingkat dunia bahkan Sumut telah dapat menjadi model kebersamaan gereja-gereja di tanah air, karena kekompakan, kebersamaan”.

Pelaksanaan jubileum 50 tahun CCA telah berlangsung baik sejak kedatangan delegasi dari luar negeri, Konferensi di Parapat, kunjungan ke gereja-gereja di Kabupaten Samosir, Tobasa, Parapat (Simalungun),  penanaman pohon di Danau Toba Asia Mission Hill di Parapat, kehadiran 100 ribu umat dalam kebaktian raya di Siantar, kehadiran sekitar 150 ribu umat dalam kebaktian raya dan pagelaran operette tentang Nommensen di Medan serta Sidang General Komite di Medan hingga kembalinya para delegasi ke tanah airnya dengan selamat.

Keindahan alam dan kebersamaan umat melakukan penyambutan dan pelayanan membuat para delegasi menjadi merasa aman dan tidak terasing. Sejumlah pujian juga berdatangan. “Ini pertama kali kami menghadiri ibadah yang dihadiri oleh 100 ribu umat, di negara kami tidak mungkin terjadi seperti ini. Pasca perayaan CCA juga menjadi tersosialisasi hingga ke desa-desa”.
Dalam khotbahnya WTP Simarmata juga menekankan 3 hal yang menjadi kekuatan dalam kehidupan, yaitu,  agama, ekonomi/kebutuhan sehari-hari dan politik.

Semua agama mengatakan, memiliki ajaran yang hakiki sebagai landasan untuk mewujudkan damai, bahkan semua agama adalah agama damai, tapi banyak terjadi konflik di antara umat manusia justru diakibatkan kepentingan agama. Banyak persoalan dan darah tertumpah karena kepentingan agama, mengapa itu terjadi karena ketika komunitas agama tertentu terperosok pada fanastisme sempit agama.

Perbedaan agama adalah kenyataan yang harus diterima, karena memang kita diciptakan berbeda, karenanya tidak sama, tapi perbedaan bukan memisahkan kita satu dengan yang lain tapi perbedaan itu adalah kekayaan, warna-warni yang membuat keramaian kehidupan.

Ekonomi dan kebutuhan sehari-sehari sering membangun sebuah perilaku yang bahkan merupakan sumber penderitaan bagi banyak orang, sering membawa umat kepada keadaan tidak damai. Namun selama umat manusia dirasuki oleh kerakusan yang tidak memberi kesempatan kepada orang lain maka damai tidak akan jadi melainkan konflik.

Politik juga tidak jarang menimbulkan permusuhan akibat perbedaan keyakinan politik, dan menyatu kepada perebutan kekuasaan hingga mengarah pada kekerasan. Hal itu harus diatasi dengan mengembalikan politik esensi, dasarnya untuk menata negara dalam kehidupan bersama  dalam mewujudkan kerukunan dan kedamaian.

Panitia Beri Penghargaan
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Perayaan Jubileum 50 tahun Dewan Gereja Asia (DGA) Drs RE Nainggolan MM dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur atas terselenggaranya Jubileum 50 tahun CCA dengan sukses, di Parapat, Siantar dan Medan mulai 3-11 Maret lalu.

Kerja keras dan keramahan aparat kepolisian dalam memberikan pelayanan keamanan kepada masyarakat, bantuan tempat, materi dan moril dari Walikota Medan, Pangdam I/BB, Pemerintah Provinsi, dan para dermawan patut mendapat penghargaan yang sebesar-besarnya dari panitia.

Selain itu, RE Nainggolan juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga kota Medan, umat kristiani di Sumut para pendeta dan seluruh elemen masyarakat yang merasa kurang mendapat pelayanan dari panitia dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat di Sumut yang turut mensukseskan perayaan Jubileum 50 tahun CCA dalam bentuk bantuan dan peranan apapun.

Acara syukuran susksesnya Perayaan Jubileum 50 tahun CCA belangsung singkat yang diawali dengan kebaktian yang dihadiri oleh sejumlah pejabat di jajaran Pemprovsu, Pemko Medan dan sejumlah pejabat dari Kabupaten/kota se-Sumut serta dihadiri sekitar 1000-an pendeta seperti, Praeses Pdt BH Panjaitan, Praeses Pdt TM Lumban Toruan, Praeses Pdt Plasthon Simanjuntak, Praeses M Silaban, Bishop GKPI MSE Simorangkir, Bishop GKPPD, Pdt J Solin.

Seribuan Pendeta Mendapat Bingkisan dari Gubsu
Gubsu Drs Rudolf M Pardede dalam sambutannya menyarankan agar panitia menyampaikan penghargaan kehormatan kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan seperti  aparat keamanan, walikota Medan, Gubsu, Pangdam berupa cenderamata dalam bentuk pin emas sebagai ucapan terimakasih karena kesuksesan perayaan Jubileum bukan hanya kekuatan panitia tapi karena bantuan semua pihak. Penghargaan itu merupakan perwakilan terhadap semua pihak yang turut mensukseskan Jubielum 50 tahun CCA yang baru pertama kali terjadi di Sumut dan berlangsung begitu besar dan aman.

Dalam pidatonya, Rudolf meminta masyarakat Kristen di Sumut meningkatkan persatuan dan kesatuan dan meningkatkan kerja sama antar umat beragama karena sangat dibutuhkan bangsa dan negara untuk dapat membangun di dalam suasana penuh kedamaian dan hidup saling berdampingan.

Usai menyampaikan sambutan Gubsu memberikan penghargaan dan ucapan terimakasih secara simbolis kepada para pendeta/hamba tuhan yang diwakili Keuskupan Agung Medan oleh Pastor Charles Sinaga, mewakili PGI oleh Bishop GKPI Pdt MSE Simorangkir MTh, mewakili gereja-gereja lintas denominasi oleh Ketua PGPI Pdt Paul Wakkary. Pada akhir acara usai makan siang bersama, seluruh pendeta yang menghadiri acara syukuran itu mendapat bingkisan secara langsung dari Gubsu.

Sumber : (B10/u) Harian SIB, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Sumut Punya SDM Muda IQ Antara 130-150, Bisa Dididik Sebagai Pakar Eksakta dan Teknologi

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Pemkab Tobasa Lakukan Berbagai Upaya untuk Menjadi Sentra Tanaman Jagung