Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
14
Mar '07

Amdalalin GCS Juga Bermasalah


Satu per satu kejanggalan dokumen perizinan proyek Grand City Surabaya (GCS) terungkap. Selain dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek tersebut bermasalah, dokumen analisis dampak lalu lintas (amdalalin) proyek itu pun belum beres. Anehnya, pemkot telah mengeluarkan izin zoning (peruntukan) dan IMB (izin mendirikan bangunan).

Belum beresnya amdalalin proyek di Jalan Gubeng Pojok itu terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi A DPRD Surabaya dengan para pejabat pemkot kemarin. Karena itu, komisi bidang hukum dan pemerintahan tersebut mendesak agar pemkot memberhentikan aktivitas proyek sampai persyaratan-persyaratan itu dituntaskan.

Sebelumnya, desakan penghentian proyek yang saat ini dalam tahap pemasangan tiang pancang tersebut disampaikan komisi C (pembangunan). Namun, imbauan komisi C tidak gubris karena PT Hardaya Widya Graha (HWG), investor GCS, telah mengantongi IMB. Hingga kemarin, aktivitas proyek tetap berjalan. “Kami sangat berharap pemkot mau mendengarkan keluhan-keluhan warga dengan menghentikan sementara proyek GCS sampai semua persyaratan perizinan itu selesai,” tegas Retna Wangsa Bawana, ketua komisi A.

Hearing kemarin juga dihadiri Asisten I Sekkota B.F. Sutadi, Asisten II Sekkota dr Muklas Udin, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Togar Arifin Silaban, dan Kepala Dinas Perhubungan Bambang Suprihadi. Dalam pertemuan tersebut, Bambang tidak mengelak bahwa dokumen amdalalin proyek GCS belum selesai dan sedang dalam tahap perbaikan-perbaikan. “Kami tidak membawa salinannya. Dokumen itu kami serahkan ke pihak investor dengan catatan-catatan yang harus diperbaiki,” jelasnya.

Beberapa anggota komisi A menyatakan kaget saat mengetahui belum tuntasnya seluruh persyaratan perizinan itu. Sebab, sesuai ketentuan, sebelum izin zoning dan IMB dikeluarkan, amdal dan amdalalin harus selesai. Hal itu semakin menguatkan dugaan adanya “orang kuat” di balik proyek GCS. “Saya tidak ingin pemkot membeda-bedakan pemberian perizinan. Selama tidak memenuhi ketentuan, pemkot harus tegas. Karena itu, saya minta agar aktivitas proyek GCS dihentikan sebelum semua persyaratan tersebut beres,” tegas Ahmad Suyanto, anggota komisi A.

Menanggapi desakan itu, Asisten II Sekkota Muklas Udin menyatakan belum bisa mengambil keputusan atas desakan pemberhentian aktivitas proyek GCS tersebut. “Kami tentu akan berkoordinasi dulu dengan wali kota sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.

Seperti pernah diberitakan, warga menuding dokumen amdal proyek GCS asli tapi palsu. Sebab, data-data dalam dokumen yang disusun beberapa dosen ITS tersebut tidak valid. Karena itu, pemkot pun meminta agar investor menyempurnakan dokumen tersebut dalam waktu dua minggu terhitung sejak 2 Maret 2007. “Penyempurnaan amdal sudah diserahkan pada Jumat lalu. Saat ini, kami masih mengkaji hasilnya,” kata Togar.

Sumber : (hud) Jawa Pos, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » PDAM Protes Jasa Tirta
Artikel selanjutnya :
   » » Pedagang Kaki Lima Nyaris Bentrok Dengan Petugas Satpol PP Tebingtinggi